Tanaman pisang adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki penyakit yang paling kompleks, maka dari itu perlu untuk dilakukan langkah ataupun tindakan pencegahan sebelum terserang penyakit tersebut.

Pencegahan penyakit pada tanaman atau bisa juga disebut dengan pengendalian secara preventif adalah usaha yang dilakukan sebelum tanaman terserang penyakit dan hama atau usaha yang dilakukan untuk mencegah tanaman terkena hama ataupun penyakit.

Penyebab penyakit pada tanaman pisang disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur yang dapat ditularkan melalui 4 perantara, yaitu dari tanah, dari air, dari hama/cendawan dan dari alat pertanian.

Jika melihat dari penyebab dan perantaranya, maka pencegahan atau pengendalian penyakit pada tanaman pisang secara preventif setidaknya dapat dilakukan dengan 7 cara, berikut ini penjelasannya.

  1.   Persiapan lubang tanam yang benar

Salah satu penyebab penyakit atau media penular pada tanaman pisang adalah dari tanah maka dalam pembuatan media tanam harus dilakukan 2-3 minggu sebelum proses penanaman, tujuannya agar lubang tanam tersebut steril sebab terpapar cahaya matahari sehingga bakteri serta virus yang merugikan akan mati. Atau yang lebih bagus lagi yaitu melakukan pembakaran sekam, jerami atau daun bambu kering pada lubang tanam tersebut, sehingga dengan pembakaran tersebut bakteri serta virus akan mati dan lubang tanam menjadi steril. Setelah itu barulah pemberian kapur dolomit dan pupuk dasar berupa pupuk kandang ataupun pupuk kompos (diamkan selama 1 minggu sebelum penanaman). Berikan pula MOL/agen hayati seperti trichoderma yang berfungsi untuk melawan berbagai macam bakteri serta virus penyebab penyakit.

  1.   Pemilihan bibit

Dalam budidaya tanaman pisang, bibit yang baik untuk digunakan adalah bibit dari hasil kultur jaringan karena telah melalui proses sterilisasi panjang sehingga dijamin bebas dari dari penyakit. Selain bibit dari kultur jaringan bibit yang bisa digunakan adalah bibit dari anakan. Kriteria anakan yang bagus digunakan untuk bibit adalah:

  • Induk dan anakan merupakan tanaman yang sehat, terbebas dari penyakit tanaman.
  • Pilihlah anakan yang masih muda yang ditandai dengan masih berdaun pedang atau memiliki daun yang masih sempit meskipun sudah mekar seperti pedang.
  • Pilihlah batang yang sehat, pertumbuhannya baik dan kokoh.

Selain itu pada saat pendongkelan bibit juga harus hati-hati, jangan mendongkelnya dengan dipaksa, bersihkan akar-akarnya, tunggu hingga sayatan benar-benar kering (kurang lebih selama 2 hari) lalu rendam ke dalam larutan fungisida selama 15 menit, tiriskan, tunggu hingga kering barulah bibit siap ditanam.

  1.   Pemupukan yang tepat

Pemupukan tanaman pisang harus dilakukan dengan tepat, baik itu tepat jenis pupuk, tepat dosis, tepat waktu serta tepat cara aplikasinya sehingga kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi, tanaman tumbuh dengan optimal sehingga memiliki daya tahan yang baik terhadap hama dan penyakit.

  1.   Sanitasi kebun

Bersihkan kebun secara rutin dari gulma atau rumput-rumput liar, karena jika dibiarkan, rumput-rumput tersebut akan mengundang datangnya berbagai macam serangga ataupun cendawan, selain itu keberadaan gulma juga dapat berakibat pada lembabnya lahan yang menjadi tempat berkembangnya penyakit. Keberadaan gulma juga menjadi kompetitor atau pesaing bagi tanaman pisang dalam menyerap unsur hara dari dalam tanah.

  1.   Pengaturan jarak tanam

Jika menanam lebih dari 1 pohon atau perkebunan pisang maka jarak tanamnya harus diatur ideal yaitu 3×3 meter dan sistem penanaman dibuat zig-zag agar sirkulasi udara dan sinar matahari di areal pertanaman cukup sehingga seluruh bagian tanaman dan tanah dapat memperoleh cahaya matahari dan areal pertanaman juga tidak lembab yang dapat menjadi tempat hidup dan berkambangnya bateri, patogen maupun virus.

  1.   Sistem irigasi

Karena dalam budidaya tanaman pisang tidak lepas dari kebutuhan air maka sistem irigasi juga harus diatur dengan baik dan jangan sampai keberadaan air tersebut malah menjadi media penularan virus maupun penyakit. Sistem irigasi yang baik adalah menggunakan teknik drip irrigation atau irigasi tetes yang mana sistem ini lebih bagus dan sehat.

  1.   Alat pertanian steril

Pastikan bahwa alat pertanian yang digunakan seperti cangkul, sabit, parang, pisau dan sebagainya dalam keadaan steril. Karena alat pertanian ini sangat rentan sekali menjadi media penularan penyakit, seperti misalnya sabit yang digunakan untuk menebang tanaman yang sakit maka sebelum digunakan untuk tanaman yang sehat harus disterilkan terlebih dahulu agar tidak terjadi penularan.

Demikian ulasan mengenai cara mencegah penyakit pada tanaman pisang, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit pisang, pupuk, fungisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Husain _ Uche