Terong yang familiar di masyarakat Indonesia adalah terong berwarna ungu dan hijau, sedangkan terong putih kurang begitu familiar. Terong putih merupakan jenis tanaman hibrida yang dikembnangkan untuk mendapatkan terong yang memiliki rasa yang manis, renyah dan empuk.

Terong ini dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia, terong putih ini masih langka di pasaran, dan mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan terong jenis lainnya. Untuk saat ini budidaya terong putih baru dilakukan di beberapa wilayah Indonesia diantaranya di Kalimantan.

Jika anda tertarik untuk membudidayakannya berikut ini ulasan mengenai cara menanam terong putih.

Tahap persiapan lahan

Gemburkan lahan dengan cara ditraktor atau dicangkul,

Buat bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 120-140 cm, jarak antar bedengan 20-30 cm sedangkan panjangnya disesuaikan dengan lahan yang digunakan.

Taburkan kapur pertanian dan juga tambahkan pupuk kandang dan pupuk dasar kimia  pada bedengan, pupuk kimia ini ditaburkan pada alur di tengah bedengan dan tidak diaduk, tutup menggunakan tanah, rapikan kembali permukaan bedengan.

Tutup bedengan dengan mulsa hitam perak, dengan warna perak di bagian atas. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan siang hari agar mulsa mudah ditarik dan dikembangkan maksimal.

Pengolahan lahan ini dilakukan satu minggu sebelum tanam.

Tahap persemaian

Sebelum ditanam, benih terong putih disemai terlebih dahulu.

Siapkan media semai berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1, masukkan media semai pada wadah tempat menyemai benih, dan benih siap disemai. Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari, bibit yang sudah siap dipindah tanam adalah yang sudah berdaun dua atau sudah berusia 25 hari setelah semai.

Tahap penanaman

Satu hari sebelum pindah tanam buat lubang tanam pada bedengan, jarak tanam yang baik adalah 50-60 cm dalam barisan dan 80-90 cm antar barisan, kemudian masukkan bibit pada lubang tanam, setiap lubang diisi dengan satu bibit tanaman, lalu ditutup dengan tanah halus.

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari dan dibarengi dengan penyiraman untuk mencegah tanaman menjadi layu, kemudian pasang lanjaran/ajir pada setiap lubang tanam, pemasangan lanjaran paling lambat 7 hari setelah tanam.

Tahap perawatan

Tahap perawatan tanaman terong putih meliputi penanaman kembali, penyiraman, penyiangan, pemangkasan daun tua, pemupukan susulan dan pengendalian hama penyakit.

Penanaman kembali dilakukan pada tanaman yang gagal tumbuh atau mati, selambat-lambatnya 7 hari setelah tanam agar pertumbuhan tanaman menjadi seragam.

Proses penyiraman dapat dilakukan secara berkala 2-3 kali sehari pada musim kemarau sampai tanaman dapat beradaptasi dan tidak layu, tanaman dapat beradaptasi setelah berumur 15 HST, sedangkan pada musim hujan cukup 1 kali sehari.

Penyiangan atau pembersihan rumput dilakukan 3 kali dalam seminggu, kebersihan lahan akan membantu tanaman terong terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Untuk hasil yang bagus diperlukan pemupukan yang berimbang, untuk itu dosis dan waktu pemberian pupuk susulan harus tepat diberikan.

Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik atau anorganik sesuai dengan tujuan dan kebutuhan, sebagai catatan gunakan pupuk yang mengandung Nitrogen (N) dominan pada fase vegetatif dan tambahan Phospor (P) dan Kalium (K) pada fase Generatif, tambahkan unsur hara Calsium (Ca) untuk kesuburan serbuk sari sehingga proses pembuahan lebih sempurna. Lakukan pemupukan 5-7 hari sekali atau gunakan dosis anjuran. 

Yang tak kalah penting dalam budidaya terong adalah pengendalian hama dan penyakit.

Pengendalian terhadap serangan Hama dan Penyakit dilakukan sesuai tingkat serangannya, dapat dilakukan secara manual, kimia, biologi atau kombinasi. Jangan abaikan kebersihan area tanam termasuk gulma, jarak tanam, sirkulasi udara dan paparan sinar matahari.

Oleh karena itu untuk mencegah serangan hama dan penyakit sebaiknya dibuat jadwal penyemprotan. Dosis semprot dan konsentrasi racun sesuai dengan yang tertera pada label kemasan racun pestisida.

Tahap pemanenan

Biasanya terong putih sudah dapat dipanen pada usia 55-60 hari setelah tanam, tergantung varietas yang ditanam. Tanaman terong putih dapat dipanen setiap 4-6 hari sekal.

Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar terong tetap dalam kondisi segar. Cara memanennya yaitu buah dipetik dengan tangkainya agar daya simpan lebih lama.

Demikian ulasan mengenai cara menanam terong putih, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih terong putih ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube M. Syukur Channel