Diantara jenis terong yang cukup populer di Indonesia khususnya adalah terong lalap, terong ini memiliki beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan terong pada umumnya, jika dilihat dari bentuknya terong lalap ini memiliki bentuk bulat berwarna hijau dengan corak berwarna putih sehingga membuatnya terlihat segar. Berbeda dengan terong ungu dan terong hijau misalnya yang berbentuk bulat lonjong dan panjang. Cara mengkonsumsinya pun berbeda, jika terong hijau atau terong ungu dimasak sebagai sayur atau lauk namun terong yang satu ini dikonsumsi sebagai lalapan sehingga orang-orang menyebutnya sebagai terong lalap.

Terong jenis ini dijadikan sebagai lalapan karena memiliki tekstur yang renyah yang membuatnya enak dimakan bareng sambal atau sebagai lalapan.

Untuk mengetahui cara menanam terong lalap, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

PERSIAPAN BENIH

Sebelum memulai menanam terong lalap, hal penting yang harus dilakukan adalah memilih benih berkualitas unggul, karena benih unggul memiliki daya tumbuh yang tinggi serta ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga keberhasilan budidayanya lebih tinggi.

Benih terong lalap berkualitas unggul kini sangat mudah didapatkan di toko-toko pertanian di sekitar anda baik itu offline atau online seperti SentraTani.com

TAHAP PERSEMAIAN

Sebelum ditanam, benih terong lalap disemai terlebih dahulu.

Siapkan media semai berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1, masukkan media semai pada wadah tempat menyemai benih, dan benih siap disemai. Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari, bibit yang sudah siap dipindah tanam adalah yang sudah berdaun 3-4 atau sudah berusia 25 hari setelah semai.

Untuk mengetahui cara penyemaian benih terong lalap selengkapnya silakan simak pada artikel Kampus Tani sebelumnya yaitu Cara Semai Benih Terong Lalap.

TAHAP PERSIAPAN LAHAN

Sembari menunggu penyemaian benih hingga menjadi bibit siap tanam, lakukan pengolahan lahan. Gemburkan lahan dengan cara ditraktor atau dicangkul, buat bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 120-140 cm, jarak antar bedengan 20-30 cm sedangkan panjangnya disesuaikan dengan lahan yang digunakan.

Taburkan kapur pertanian dan juga tambahkan pupuk organik seperti pupuk kandang dan pupuk dasar kimia  SP 36 pada bedengan, pupuk kimia ini ditaburkan pada alur di tengah bedengan dan tidak diaduk, tutup menggunakan tanah, rapikan kembali permukaan bedengan.

Tutup bedengan dengan mulsa hitam perak, dengan warna perak di bagian atas. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan siang hari agar mulsa mudah ditarik dan dikembangkan maksimal.

Pengolahan lahan ini dilakukan minimal 2 minggu sebelum penanaman.

TAHAP PENANAMAN

Satu hari sebelum pindah tanam buat lubang tanam pada bedengan, jarak tanam yang baik adalah 60×60 cm, kemudian masukkan bibit pada lubang tanam, setiap lubang diisi dengan satu bibit tanaman, lalu ditutup dengan tanah halus.

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari dan dibarengi dengan penyiraman untuk mencegah tanaman menjadi layu.

Demikian ulasan mengenai cara menanam terong lalap, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih terong berbagai jenis ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Safeea Official