Buah semangka mudah untuk dibudidayakan, salah satu jenis semangka yang saat ini menjadi incaran banyak orang yaitu semangka non biji. Berbeda dengan jenis semangka pada umumnya, semangka non biji tidak memiliki biji sehingga sangat mudah dan praktis untuk dikonsumsi. Jika dilihat dari fisiknya semangka non biji memiliki warna kulit dan corak yang lebih gelap daripada semangka berbiji. Perbedaan warna kulit biasanya sangat mencolok, sehingga mudah untuk membedakannya dengan semangka berbiji.

Untuk anda yang memiliki hobi bercocok tanam, semangka non biji bisa anda jadikan sebagai pilihan alternatif. Selain itu dengan melakukan cara budidaya semangka non bij dengan tepat dan cermat, anda bisa menjadikannya sebagai ladang bisnis, berikut ini ulasan cara menanam semangka non biji yang baik dan benar.

SYARAT TUMBUH

  • Semangka non biji mudah ditanam dan mudah tumbuh baik itu dataran rendah, sedang maupun tinggi.
  • Pastikan media tanam mengandung tanah gembur, sedikit berpasir dan beriklim hangat dengan kisaran suhu 20 – 300 C.
  • Ketahui pula bahwa semangka non biji memerlukan sinar matahari penuh setiap harinya minimal 7 jam/hari.
  • Pastikan juga lahan yang digunakan memiliki pH sekitar 6 hingga 7.
  • Perlu diketahui bahwa serbuk sari pada semangka non biji ini mandul ( tidak dapat membuahi ), maka perlu ditanam juga semangka berbiji untuk diambil bunga jantannya (serbuk sari) untuk membuahi bakal buah semangka non biji.. Penanaman semangka berbiji dilakukan dengan perbandingan 10% dari jumlah keseluruhan tanaman budidaya.
  • Penyerbukan semangka non biji harus dilakukan secara manual

TAHAP PERSIAPAN BIBIT

Langkah terpenting dalam budidaya semangka non biji yaitu menyiapkan bibitnya. Bibit dihasilkan dari penyemaian benih, berikut ini cara penyemaiannya :

  • Sediakan benih semangka non biji terlebih dahulu, anda bisa membelinya di toko benih ataupun balai pertanian.
  • Selanjutnya rendam benih dan sedikit pecahkan bagian ujung benihnya. Ini bertujuan agar akar pada benih dapat tumbuh dengan mudah sehingga kecambah juga mudah berkembang nantinya.
  • Rendam benih dalam air hangat yang ditambah dengan ZPT atau air bawang merah selama 8 hingga 10 jam.
  • Kemudian tiriskan benih dan disemai menggunakan media kertas koran basah selama 3 hingga 4 hari.
  • Setelah itu pindahkan benih ke dalam media semai berupa polybag ataupun tray semai hingga 10 hari.

TAHAP PERSIAPAN MEDIA TANAM

  • Pertama, pilihlah lahan tanam yang baik dan bebas dari limbah dan polusi.
  • Untuk mempermudah proses perawatan, anda bisa memilih lahan yang dekat dengan sumber air dan mudah dijangkau.
  • Setelah itu bersihkan terlebih dahulu tanah pada lahan tanam dari rumput liar dan batuan kerikil.
  • Lakukan penggemburan tanah dengan menggunakan cangkul dan buat bedengan ganda dengan parit kecil di tengah berukuran 70- 80 cm, untuk tingginya anda bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Jika anda menanam pada lahan yang landai maka bedengan tidak perlu tinggi, sedangkan pada lahan datar anda bisa membuat bedengan dengan tinggi 30 cm dan berjarak 4 m.
  • Ukurlah pH tanah pada media tanam, jika pH tanah dibawah 6 maka anda bisa menaburkan dolomit terlebih dahulu dan diamkan selama 10 hari.
  • Setelah itu lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang 1-1,5 kg per tanaman dan juga TSP, KCl, dan ZA dengan perbandingan 1 : 2 : 1.  Aduk rata hingga pupuk tercampur dengan tanah, lalu disiram sampai basah.
  • Pemupukan dilakukan 10-15 hari sebelum masa tanam
  • Pasanglah mulsa setelah bedengan disiram.
  • Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 cm dan jarak tanam sekitar 80 hingga 90 cm di tengah bedengan.
  • Bibit bisa ditanam setelah usia bibit mencapai 10 hari atau tumbuh dengan 2 hingga 3 helai daun.
  • Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari dan kondisikan tanah pada lahan tanam sedikit lembab.
  • Setelah selesai menanam siram bibit dengan air secukupnya dan tutup dengan tanah di sekeliling lubang tanam agar bibit tidak layu saat siang hari

TAHAP PERAWATAN

  • Penyiraman

Penyiraman sangat penting dan harus anda lakukan setiap 3 hari sekali atau anda juga bisa menyesuaikannya dengan kondisi cuaca.

  • Perempelan

Peliharalah tunas atau ranting sekunder yaitu ranting yang tumbuh pada daun pertama dan daun kedua, selebihnya anda bisa membuangnya. Atur batang utama dan ranting semangka non biji pada sisi bedengan supaya rapi dan mudah dalam perawatan.

  • Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan pertama dilakukan pada usia 10 HST dengan cara dikocor NPK 16-16-16 dengan dosis 5 gram NPK/300 ml air/tanaman. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 4 -5 hari sekali dengan penambahan dosis secara berkala.

  • Penyiangan

Penyiangan harus dilakukan rutin atau jika tumbuh gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

  • Pengendalian hama penyakit

Agar kualitas dan kuantitas hasil panen tidak menurun, anda perlu memperhatikan pengendalian hama dan penyakit.

Pengendaliannya akan lebih bagus melalui penyemprotan racun pestisida secara berkala, adapun waktu penyemprotannya adalah pagi pukul 06.00-10.00  atau sore pukul 15.00-17.00.

Dosis dan cara aplikasinya disesuaikan dengan rekomendasi dari produsen racun pestisida yang biasanya tertera pada kemasan produk.

Adapun hama tanaman semangka non biji antara lain penggerek daun, kutu daun/aphid , thrips, lalat buah, ulat grayak, ulat tanah.

Sedangkan penyakit yang menyerang tanam.an semangka non biji antara lain rebah semai, layu fusarium, bercak daun / antraknosa, busuk buah.

  • Cara Penyerbukan

Pada semangka non biji, penyerbukan harus dilakukan secara manual. Penyerbukan dapat dilakukan ketika tanaman berusia 25 HST. Penyerbukan dapat dilakukan dengan cara berikut ini :

Ambil bunga jantan (serbuk sari) semangka berbiji secukupnya dan oleskan secara merata pada bakal buah atau putik buah semangka non biji. Penyerbukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, maksimal sampai jam 09.00. Bunga jantan diambil sore hari sebelumnya, yang diambil adalah bunga jantan yang diperkirakan esok hari akan mekar.

Proses penyerbukan hanya dapat dilakukan hingga tanaman berusia 35 HST.

TAHAP PEMANENAN

Pada budidaya di dataran rendah buah semangka non biji dapat dipanen pada usia 65 – 70 HST sedangkan pada dataran tinggi dipanen pada usia 70 – 75 HST

Buah yang masak dan siap dipanen dapat dilihat dengan ciri-ciri warna kulit buah memudar dan sulur yang ada di pangkal tangkai buah mengering. Pemanenan sebaiknya dilakukan setelah embun kering Sekitar pukul 9 pagi dan cuaca cerah dan tidak turun hujan agar kulit buah tidak basah dan mudah busuk. Buah semangka dipetik beserta tangkai buahnya, agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.

Demikian ulasan cara menanam semangka non biji yang baik dan benar, semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih semangka non biji ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Tips Pendidikan.