Salah satu jenis sawi yang memiliki bentuk daun yang unik adalah sawi pagoda, susunan daunnya melingkar jika dilihat dari atas dengan daun yang berjumlah banyak dan bentuk daunnya cembung sehingga terlihat unik dan menarik. Jenis sawi ini jarang ditemui di pasaran, meskipun sebagian petani Indonesia mulai membudidayakannya, namun persebarannya tak sebanyak jenis sawi lainnya.

Sawi pagoda dikenal dengan nama lain ta ke cai atau tatsoi, sayur yang satu ini berasal dari beberapa daerah, salah satunya adalah Tiongkok.

Tanaman sawi pagoda ini selain dapat ditanam pada lahan sebagaimana telah dijelaskan pada artikel sebelumnya Cara Menanam Sawi Pagoda, ternyata juga dapat ditanam pada polybag.

Untuk mengetahui Cara Menanam Sawi Pagoda di Polybag, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

PERSIAPAN BENIH DAN PEMBIBITAN

Pilihlah benih sawi pagoda yang berkualitas unggul, karena benih unggul memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap serangan hama penyakit, sehingga keberhasilan budidayanya lebih optimal.

Benih sawi pagoda berkualitas unggul kini sangat mudah didapatkan di toko-toko pertanian di sekitar anda baik itu offline atau online seperti SentraTani.com.

Benih sawi pagoda tidak bisa langsung ditanam pada lahan, karena itu dibutuhkan proses persemaian.

Media semai yang digunakan berupa tanah, pupuk kandang yang halus dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1, aduk semua bahan media hingga merata, masukkan media ke dalam polybag atau bak khusus untuk persemaian. Usahakan media dalam keadaan lembab.

Taburkan benih sawi pagoda secara merata pada media semai sesuai kebutuhan, jangan terlalu padat, tutup menggunakan media semai yang sama agar benih yang disemaikan terhindar dari serangan serangga seperti semut.

Siram persemaian benih sawi pagoda secukupnya saja sampai cukup hanya sampai media lembab, jangan terlalu basah karena dapat mengakibatkan benih sawi pagoda menjadi busuk.

Tutup persemaian menggunakan plastik gelap untuk mempercepat perkecambahan, dan penutup tersebut dibuka setelah bibit tumbuh secara merata. Letakkan persemaian di tempat yang mudah terkena sinar matahari.

Setelah bibit pada persemaian berumur 7 hari, lakukan penyapihan dengan menanam bibit satu per satu pada polybag kecil, dan meletakkannya di tempat penyemaian yang telah diberi atap naungan berupa plastik putih.

Bibit sawi pagoda hasil persemaian benih siap ditanam pada usia 10-15 hari setelah semai atau setelah bibit memiliki 4-6 daun.

TAHAP PENANAMAN

Penanaman bibit sawi pagoda diawali dengan menyiapkan media tanam, yaitu berupa campuran tanah subur, pupuk kandang fermentasi dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1, campurkan semua bahan hingga merata, kemudian masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag.

Buat lubang tanam pada polybag, congkel bibit dari persemaian dengan sedikit menyertakan media/tanahnya. Tanam bibit pada media tanam tersebut, sedikit padatkan secara hati-hati agar bibit erat tertanam dan tidak goyah. Tanam 1 bibit pada setiap polybag. Selanjutnya ikuti dengan penyiraman untuk menjaga kelembaban. Proses penanaman ini sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Demikian ulasan mengenai cara menanam sawi pagoda di polybag, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih sawi pagoda ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube SUKMA DEWA