Rumput odot berasal dari Amerika dengan nama latin (Pennisetum purpureum cv. Mott) di daerah Jawa Timur, rumput ini mulai dibudidayakan oleh seorang Peternak PE Tulungagung yang bernama Pak Odot, oleh sebab itu rumput ini juga dikenal dengan rumput odot.

Rumput odot merupakan salah satu jenis rumput-rumputan yang digunakan untuk pakan ternak, rumput ini memiliki beberapa keunggulan dibanding rumput yang lainnya baik dari segi nutrisi yang terkandung maupun kemudahan budidayanya sehingga benar jika dikatakan rumput odot, solusi pakan ternak alternatif.

 

Keunggulan rumput odot dibandingkan rumput-rumput yang lainnya adalah sebagai berikut.

  • Cara menanamnya mudah, tidak membutuhkan banyak air bahkan pada saat musim kemarau  bisa tumbuh dengan baik. Rumput odot juga mampu bertahan hidup di kondisi sulit air sekalipun, sehingga bisa menjadi solusi bagi para peternak.
  • Pertumbuhannya cepat, 2 hari setelah dipanen sudah mulai tumbuh kembali
  • Tanaman tidak berbulu gatal
  • Daun lemas dan batang lunak, sehingga disukai hewan ternak
  • Rumput odot memiliki kadar air lebih tinggi hingga diatas 80% dengan kandungan protein bahan segar di atas 14%, sehingga sangat membantu untuk menghilangkan dehidrasi sekaligus memberikan energi dan protein yang cukup untuk rekondisi pada hewan ternak.

Jika anda tertarik untuk menanamnya, berikut ini tahapan cara menanam rumput odot yang benar.

Tahap pengolahan lahan

Gemburkan tanah dengan dicangkul , Buat bedengan agar memudahkan dalam pengairan dengan lebar 1-1,5 meter, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 40 cm, buat gundukan setinggi 20 cm melintang di atas bedengan dengan jarak antar gundukan 50 cm, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 3 ton per hektar, sekitar 7 hari sebelum penanaman. Sebaiknya lokasi lahan cukup untuk mendapatkan sinar matahari.

Tahap penanaman

Bibit rumput odot yang ditanam salah satunya berupa stek bibit. Panjang bibit 15 sampai 25 cm, benamkan sepertiga bagian dengan posisi agak miring dalam tanah dengan jarak tanam 30-40 cm dalam barisan, dan 50-60 cm jarak antar barisan.

Tahap pemupukan

Selain pemberian pupuk dasar, jika ingin mempercepat pertumbuhan dapat dilakukan pemupukan susulan pada umur 15 hari setelah tanam dengan pupuk Urea atau dengan pupuk NPK sebanyak 60 kg / hektar. Atau menggunakan pupuk cair berupa (urine ternak) sapi/kambing/kelinci fermentasi

Tahap pemanenan

Rumput odot bisa dipanen pada umur sekitar 50-60 hari setelah tanam.

Rumput yang sudah dapat dipanen ditandai dengan ruas batang yang sudah berukuran 15 cm.

Akan tetapi untuk pemanenan pertama kali sebaiknya dipanen lebih dari 60 hari atau ditunggu batangnya sampai dengan 30–40 cm.

Umur panen pada musim penghujan 35-45 hari, pada musim kemarau 40-50 hari.

Cara pemanenannya dilakukan dengan memotong batangnya pendek sejajar dengan tanah.

Demikian penjelasan tahapan cara menanam rumput odot yang benar, semoga menjadi inspirasi untuk anda.

Anda bisa bergabung dengan komunitas peternak (Komunitas HCS) untuk sharing mengenai budidaya ternak lele, ternak unggas ataupun ternak lainnya, klik di sini untuk bergabung.

Semoga bermanfaat.