Jambu mete atau jambu monyet (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki buah yang dapat dimakan , bijinya biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan berbagai macam penganan, yang lebih dikenal dengan nama kacang mete, mede atau kacang mente.

Tanaman jambu mete ini sama sekali bukan anggota jambu-jambuan (Myrtaceae) maupun kacang-kacangan (Fabaceae), melainkan malah lebih dekat kekerabatannya dengan jambu mete yaitu suku Anacardiaceae.

Untuk mengetahui cara menanam jambu mete, silakan simak penjelasannya berikut ini :

SYARAT TUMBUH

Tanaman jambu mete dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi sekitar 1200 mdpl, memiliki suhu ideal sekitar 15-35 derajat Celcius, memiliki curah hujan sekitar 1500-2000 mm/tahun dan memiliki kelembaban udara 60-80%. Jenis tanah yang baik untuk menanam jambu mete adalah jenis tanah berpasir, lempung berpasir dan ringan berpasir dengan pH atau derajat keasaman tanah sekitar 5,5 – 7,3.

TAHAP PERSIAPAN BIBIT

Langkah awal dalam budidaya tanaman buah jambu mete adalah mempersiapkan bibit. Bibit tanaman merupakan salah satu hal yang sangat menentukan keberhasilan budidayanya. Terdapat dua jenis bibit tanaman jambu mete, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).

Akan tetapi sebaiknya gunakanlah bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah. Berbeda dengan bibit yang ditanam dari biji selain karena sifatnya yang dapat menyimpang dari tanaman induknya waktu berbuah juga akan lebih lama jika dibandingkan dengan bibit hasil perbanyakan vegetatif.

Saat ini bibit tanaman jambu mete cukup mudah untuk didapatkan di toko-toko bibit tanaman baik itu offline atau online seperti SentraTani.com

PERSIAPAN LUBANG TANAM

Jenis lahan yang nantinya akan dibuat lubang tanam untuk ditanami jambu mete harus merupakan lahan yang terbuka dan terkena sinar matahari. Jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering maupun lembab bahkan di lingkungan yang kurang subur sekalipun, sehingga daerah dengan tanah liatpun jambu mete dapat hidup.

Lubang tanam merupakan tempat dimana akar bibit tanaman yang masih baru memperoleh unsur hara, dengan kata lain lubang tanam merupakan tumpuan hidup pada awal masa pertumbuhan bibit tanaman jambu mete di lahan. Oleh sebab itu pembuatan lubang tanam harus dipersiapkan dengan baik dan benar.

Gali tanah pada lahan dengan ukuran panjang dan lebar 50 cm dan kedalaman 50 cm. Pada saat penggalian pisahkan tanah galian ¾ bagian atas dan ¼ bagian bawah.

Tanah galian 3/4 bagian atas dicampur dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang telah matang/ telah difermentasi untuk dijadikan media tanam dengan perbandingan 1:1. Taburkan pula 1 genggam furadan untuk membasmi hama uret.

Campurkan pupuk kandang, furadan dengan tanah galian ¾ bagian atas, aduk hingga merata.

Setelah dicampur hingga merata, masukkan pada lubang tanam, siram media tanam dengan air secukupnya.

Diamkan hingga minimal 2 minggu dan lubang tanam siap ditanami bibit jambu mete.

Adapun ¼ tanah galian yang masih tersisa nantinya digunakan untuk penutup lapisan atas setelah dilakukan penanaman bibit, tujuannya untuk menutupi tanah agar tidak segera tumbuh rumput atau gulma, karena pada tanah galian 1/4 bagian bawah tidak terdapat biji-biji gulma dan akar-akar rumput sehingga lebih lama untuk tumbuh rumput dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit jambu mete.

TAHAP PENANAMAN

Letakkan bibit tepat di tengah-tengah lubang tanam, buka polybagnya, lakukan dengan hati-hati dan usahakan media tanam dalam polybag tidak pecah tujuannya adalah agar setelah ditanam tanaman tidak stres.

Atur peletakan agar tanaman tegak lurus/tidak miring, timbun dengan media tanam yang tersisa hingga pangkal batang. Buat gundukan pada pangkal batang tanaman agar lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar, tujuannya adalah agar pada saat musim hujan tidak terdapat genangan air di sekitar tanaman yang dapat menyebabkan busuknya akar.

Padatkan perlahan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang, kemudian siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban. Berikan penyangga pada tanaman agar tidak mudah roboh.

Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari terutama pada saat musim kemarau.

Perawatan lanjutan berikutnya adalah dengan melakukan penyiraman rutin 2-3 hari sekali dan setelah 1-2 bulan tambahkan pupuk kandang di sekitar pangkal batang tanaman.

Hama dan penyakit yang sering menyerang jambu mete antara lain ulat kipat, ulat penggerek batang, ulat penggerek buah dan biji, penyakit layu, penyakit busuk batang dan akar, antraknosis serta penyakit bunga dan putik.

Setelah tanaman berumur 3-4 tahun tanaman jambu mete sudah mulai berbuah, buah dapat dipanen setelah buah berumur 60-70 hari sejak pembungaan. Buah yang sudah dapat dipanen memiliki ciri-ciri antara lain kulit buah semu telah berwarna kuning, oranye atau merah tergantung dari varietas jenisnya, kulit biji berwarna putih keabuan dan mengkilat, ukuran buah semu lebih besar dari buah sejati.

Demikian ulasan mengenai cara menanam jambu mete, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit jambu mete/jambu monyet ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Taman Inspirasi