Jahe mempunyai nama ilmiah Zingiber officinale, sementara untuk jahe emprit nama latinnya adalah Zingiber officinale var Amarum.

Jahe emprit merupakan salah satu jenis jahe yang ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan jahe jenis lainnya seperti jahe merah dan jahe gajah.

Jahe emprit selain dapat ditanam langsung pada lahan, juga dapat ditanam pada polybag, sehingga dapat diletakkan di lahan kosong sekitar rumah anda. Meskipun jahe ditanam dalam polybag, tidak mengurangi kualitasnya, asalkan dilakukan dengan baik dan benar.

Untuk mengetahui Cara Menanam Jahe Emprit dalam Polybag, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

SIAPKAN BIBIT

Langkah awal dalam budidaya jahe emprit adalah  mempersiapkan bibit. Bibit tanaman jahe emprit yang digunakan adalah bibit hasil persemaian rimpang jahe yang siap tanam yaitu sudah berumur sekitar 1 bulan sejak penyemaian. Pilihlah bibit yang pertumbuhannya baik dan subur. Untuk mengetahui cara semai bibit jahe silakan simak artikel kami sebelumnya Cara Pembibitan Jahe.

SIAPKAN MEDIA TANAM

Media tanam yang digunakan untuk menanam jahe ini adalah tanah gembur sedikit berpasir dan pupuk kandang yang sudah matang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1:1, aduk dan campurkan hingga merata. Siapkan polybag dengan ukuran besar yaitu 60×40, karena tanaman jahe akan tumbuh besar dan memerlukan banyak tempat untuk pertumbuhan rimpangnya. Masukkan media tanam ke dalam polybag tersebut hingga 1/4 bagian polybag, lipat bagian polybag yang tersisa.

TAHAP PENANAMAN

Buat lubang tanam pada media tanam, cabut bibit dari persemaian dengan hati-hati. Tanam bibit jahe emprit pada lubang tanam tersebut sedalam 5-7 cm dengan posisi tunas bibit menghadap ke atas. Dalam satu polybag dapat ditanam 3 bibit jahe, berikan jarak antara 3 bibit tersebut, kemudian siram secukupnya.

TAHAP PERAWATAN

Perawatan tanaman jahe meliputi penyiraman rutin, penanaman kembali pada bibit yang mati, penyiangan gulma, pemupukan, penimbunan rimpang dan pengendalian hama penyakit.

Penyiraman dilakukan minimal satu kali dalam sehari, namun bila cuaca panas sebaiknya melakukan penyiraman dua kali sehari. Lakukan penyiangan jika terdapat gulma atau rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman jahe. Jika umur tanaman jahe sudah mencapai 2-4 minggu lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik cair.

Lakukan penambahan media tanam pada polybag berupa campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang jika tanaman jahe telah 2–3 bulan untuk menimbun rimpang jahe yang sudah terlihat menyembul keluar. Lakukan kembali pengurukan ini setiap kali terlihat rimpang yang menyembul keluar hingga umur tanaman jahe 8 bulan atau sampai polybag atau polybag terisi penuh. Dengan pengurukan rutin ini maka rimpang jahe pun akan semakin banyak dan memenuhi polybag sehingga hasil panen akan melimpah.

Meskipun tanaman jahe ditanam dalam polybag, tentunya tidak lepas dari serangan hama penyakit. Beberapa penyakit yang biasa menyerang tanaman jahe diantaranya layu bakteri, busuk rimpang, bercak daun putih, dan sebagainya.

Jika terindikasi adanya hama dan penyakit segera semprot insektisida atau fungisida yang disesuaikan dengan jasad sasaran, untuk dosis dan cara aplikasinya sesuaikan dengan rekomendasi dari produsen yang biasanya tertera pada label kemasan.

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Jahe dalam Polybag, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit jahe ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube gerai ghazia