Cara Menanam Jagung Ketan

Jagung ketan termasuk jenis jagung khusus yang keberadaannya kini makin populer dan banyak dibutuhkan konsumen dan industri.  Jagung ketan mempunyai citarasa yang enak, lebih gurih, lebih pulen dan lembut. Rasa gurih muncul karena kandungan amilopektin yang terkandung dalam jagung pulut sangat tinggi, yakni mencapai 90%.

Hal itulah yang mendorong para petani untuk menanamnya, sehingga saat ini jagung ketan sudah banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Nah jika Anda juga tertarik untuk menanamnya, berikut ini kami ulas penjelasan mengenai Cara Menanam Jagung Ketan tersebut.

PENGOLAHAN LAHAN

Pengolahan lahan merupakan hal penting dalam budidaya jagung pulut agar memperoleh hasil optimal, maka dari itu lakukan pengolahan lahan dengan sebaik mungkin pada setiap tahapannya.

Gemburkan lahan dengan dibajak atau dicangkul. Buat bedengan dengan lebar 75-100 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 60 cm, panjang bedengan sesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia.

Berikan kapur pertanian, pupuk organik  dengan cara menaburkannya di kiri kanan bedengan tepat dimana nanti jagung manis akan ditanam. Tutup bedengan dengan tanah secara merata dan kembali rapikan permukaan bedengan.

PERSIAPAN BENIH

Pemilihan benih berperan penting dalam menunjang  keberhasilan budidayanya. Maka dari itu pilihlah benih jagung ketan berkualitas unggul, karena benih unggul memiliki daya tumbuh yang tinggi serta ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit.

Benih jagung ketan berkualitas unggul kini sangat mudah didapatkan di toko-toko pertanian di sekitar Anda baik itu offline atau online seperti SentraTani.com.

Related Post

TAHAP PENANAMAN

Sebelum ditanami terlebih dahulu buat lubang tanam pada bedengan menggunakan tugal. Adapun jarak tanamnya adalah 35 cm dalam barisan dan 75 cm jarak antar barisan. Setelah lubang tanam dibuat masukkan satu benih pada setiap lubang tanam kemudian tutup kembali.

Setelah tanaman jagung berumur 10 hari dari penanaman, biasanya sudah tumbuh dan pada usia tersebut saatnya melakukan pemupukan susulan pertama. Pemupukan pertama ini dilakukan dengan cara dikocor atau disiramkan. Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK dan Urea.

Adapun cara pemupukannya adalah dengan terlebih dahulu melarutkan kedua pupuk tersebut dengan dosis 5 sendok makan urea dan 5 sendok makan NPK untuk 17 liter air. Dan untuk dosis aplikasinya adalah 100-200 ml per tanaman. Sedangkan cara aplikasinya adalah dengan mengocorkannaya di sekitar perakaran tanaman.

Setelah tanaman jagung memasuki usia 40 HST, tanaman sudah memasuki fase generatif. Pada fase ini pupuk yang diberikan adalah pupuk MKP dengan kandungan phospor dan kalium yang sangat berperan dalam menghasilkan buah jagung yang baik. Selain itu pemupukan juga bisa menggunakan pupuk daun.

Hama yang biasanya menyerang tanaman jagung adalah hama ulat daun yang merusak daun tanaman jagung. Untuk pengendaliannya dapat menggunakan insektisida berbahan aktif metomil dan detometrin.

Demikian ulasan mengenai Cara Menanam Jagung Ketan, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli benih jagung ketan, pupuk, pestisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.