Bengkuang merupakan salah satu jenis buah yang memiliki banyak kandungan air dan sedikit glukosa. Memiliki nama ilmiah Pachyrhizus erosus, bengkuang merupakan salah satu jenis buah dari tanaman berumbi. Selain karena kesegarannya, bengkuang banyak digemari orang karena rasanya yang enak dan renyah dengan harga yang sangat bersahabat, tidak heran jika banyak orang yang mencari buah yang satu ini. Selain itu kandungan nutrisi pada bengkuang sangat baik bagi kesehatan dan kecantikan.

Cara menanam bengkuang pun sangat mudah, sudah banyak sekali orang berhasil menanam dan menjadikan bengkuang sebagai lahan bisnis menguntungkan, karena permintaan pasar masih cukup tinggi. Jika anda tertarik untuk membudidayakan bengkuang, berikut ini kami sampaikan informasi mengenai cara menanam bengkuang dari bijinya.

PERSIAPAN BENIH

Hal pertama yang harus anda lakukan dalam cara menanam bengkuang yaitu menyiapkan benih dengan kualitas baik. Untuk mendapatkan benihnya cukup mudah, bahkan anda dapat membuatnya sendiri.

Untuk memproduksi benih bengkuang sendiri, caranya yaitu dengan memilih tanaman bengkuang yang baik dan sehat untuk dijadikan induk. Rawatlah tanaman bengkuang tersebut dan biarkan bunganya hingga menjadi polong, setelah polong sudah cukup tua anda bisa memetiknya untuk diambil bijinya dan dijadikan sebagai benih.

Selain cara diatas untuk mendapatkan benih bengkuang, bisa juga dengan menanam bengkuang yang memiliki ukuran besar dan sudah tua yang ditandai dengan tekstur kulit lebih kasar dan kering untuk dijadikan tanaman induk. Biarkan bengkuang terpilih tersebut di tempat yang sejuk hingga bertunas, kemudian ditanam pada media tanam berupa tanah dan pupuk. Lakukan perawatan dengan baik hingga tanaman bengkuang berbunga dan menghasilkan polong, dan setelah polong sudah cukup tua anda bisa memetiknya untuk diambil bijinya dan dijadikan sebagai benih.

Biasanya benih yang didapatkan dengan cara menanam umbi bengkuang akan lebih baik dan memiliki kualitas unggul dibandingkan dengan benih yang didapat secara langsung dari tanaman yang kebetulan dibiarkan berbunga.

Akan tetapi jika tidak ingin repot, anda bisa membeli benih/biji bengkuang berkualitas di toko-toko pertanian seperti SentraTani.com

PERSIAPAN LAHAN DAN PERLAKUAN BENIH

Gemburkan lahan yang akan dijadikan tempat penanaman dengan cara dibajak atau ditraktor, kemudian diamkan sembari mempersiapkan benih.

Rendam benih untuk proses seleksi, gunakanlah hanya benih yang tenggelam dan buanglah yang terapung. Tambahkan insektisida pada benih terpilih agar saat ditanam tidak dimakan oleh serangga.

Buat bedengan dengan lebar 80-100 cm, tinggi 20-30 cm sedangkan panjangnya menyesuaikan lahan. Gemburkan tanah bedengan tersebut agar porous agar pembesaran umbi lebih maksimal dan tambahkan pupuk organik atau pupuk kandang yang telah benar-benar matang atau melalui proses fermentasi sebanyak 10 kg per meter persegi, sebagai pupuk dasar.

TAHAP PENANAMAN

Setelah bedengan siap, langkah selanjutnya adalah proses penanaman biji/benih bengkuang. Penanaman bengkuang ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu benih disemai terlebih dahulu untuk dijadikan bibit dan dapat pula dengan menanam benih secara langsung tanpa proses penyemaian. Dan pada artikel kali ini Kampus Tani akan mengulas penanaman benih secara langsung pada lahan tanpa disemai terlebih dahulu.

Buatlah lubang tanam pada bedengan dengan jarak 10-15 cm, setiap satu lubang diisi dengan 1 biji bengkuang, tujuannya agar tidak terjadi perebutan nutrisi.

Setelah 7-10 hari dari penanaman biasanya benih sudah mulai berkecambah dan tumbuh.

TAHAP PERAWATAN

Setelah tanaman bengkuang mulai tumbuh, lakukan pemantauan secara rutin apakah tanaman terserang hama atau penyakit. Lakukan pula penyiangan secara rutin pada gulma yang tumbuh di sela-sela tanaman bengkuang.

Setelah tanaman berusia 1,5-2 bulan tanaman bengkuang akan tumbuh menjalar dan memanjang dan berbunga, pada saat itu tanaman harus segera dipangkas atau dipruning tujuannya agar pertumbuhan terfokus pada pembesaran umbi bengkuang.

Pemangkasan ini dilakukan beberapa kali hingga panen, pemangkasan pertama dimulai umur 6-7 minggu dengan melihat kondisi tanaman, jika tanamannya terlalu subur dan banyak tunas, pemangkasan dapat dilakukan lebih awal. Selama masa budidaya biasanya pruning dilakukan sebanyak 3 – 4 kali tergantung kondisi tanaman. Dan bunganya juga harus di pruning sebelum mekar.

Tanaman bengkuang mampu bersimbiosis mengikat nitrogen (N), sehingga dalam pemupukannya cukup fokus pada pemberian fosfor (P) seperti pupuk TSP 36 dan kalium (K) seperti pupuk KCL dengan sedikit pemberian pupuk nitrogen. Atau jika ingin lebih hati-hati bisa melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK, dimana pupuk ini memiliki kandungan yang lengkap.

TAHAP PEMANENAN

Bengkuang sudah bisa dipanen setelah berumur sekitar 3,5-4 bulan setelah masa tanam, dengan potensi 8-9 ton per hektar.

Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut umbi bengkuang secara perlahan agar tidak rusak, atau bisa juga dengan cara menggali tanah seperti jika anda memanen ubi.

Demikian ulasan mengenai cara Cara Menanam Bengkuang dari Bijinya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih bengkuang ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube SEPUTAR PENGETAHUAN