Selain menghasilkan daging, usaha peternakan juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah kotoran ternak. Kotoran ternak ini dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk memupuk lahan pertanian. Selain digunakan secara langsung sebagian petani telah mengolah limbah kotoran ternak menjadi kompos. Dengan adanya pengolahan limbah ternak ini selain dapat mengatasi masalah lingkungan, juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak karena mempunyai nilai ekonomis. Pembuatan kompos dapat mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan.

Proses pengomposan kotoran ternak khususnya sapi selain menggunakan alsin atau alat mesin dan bakteri pengurai juga dapat memanfaatkan cacing lumbricus, hasil dari proses pengomposan kotoran ternak menggunakan cacing ini dikenal dengan istilah pupuk Kascing.

Untuk membuat kascing tidak membutuhkan biaya  terlalu banyak, bahan-bahan yang dibutuhkan dalam membuat kascing hanya kotoran ternak dan cacing. Selain itu pembuatan kascing sangat mudah tidak membutuhkan alat-alat yang canggih.

Berikut ini cara membuat pupuk kascing dari kotoran sapi.

Langkah pertama adalah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, diantaranya yaitu:

  • Kumbung/kandang
  • Cacing
  • Alat penyiram/gembor
  • Kotoran sapi
  • Sekop
  • Garukan

Sebelum proses pembuatan kascing, terlebih dahulu buat kandang berbentuk rumah dengan atap genting atau atap yang tidak membuat ruangan menjadi panas, dinding bisa terbuat dari anyaman bambu atau tembok, jika menggunakan bambu anyaman sebaiknya dinding bagian bawah tetap menggunakan tembok atau batako dengan tinggi sekitar 1 meter, baru di atasnya menggunakan anyaman bambu. Lantai diplester dengan semen yang halus agar cacing tidak keluar dari kandang atau tempat yang disediakan.

Sebelum kotoran sapi ditaruh dalam kandang, kotoran sapi diangin-anginkan terlebih dahulu. Taruh kotoran sapi pada lantai kandang dan ratakan setinggi 10 cm, lebar sekitar 1 m dan panjang sekitar 2,5 meter. Setelah rata kemudian taburkan benih cacing pada kotoran sapi.

Jika cacing mau memakan kotoran sapi maka cacing tersebut akan masuk kedalam, sebaliknya jika cacing tidak mau menyesuaikan dengan lingkungan maka cacing akan keluar dari kotoran sapi, untuk mengatasinya taburkan pupuk kascing yang telah jadi di sekeliling tumpukan media, pupuk kascing jadi yang ditaburkan di sekeliling media ini tidak disukai cacing karena sudah tidak ada sumber makanan.

Setelah 3 hari akan menjadi vermikompos ( vermikompos adalah kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan-bahan organik yang dilakukan oleh cacing tanah )  yang lembut serta berubah warna sehingga dapat dipanen. Apabila belum akan dipanen dapat ditambahkan kembali kotoran sapi seperti di awal dan seterusnya, kotoran sapi yang dibutuhkan setiap hari seberat cacing yang ditebarkan karena cacing akan makan sebanyak berat badannya setiap hari, sehingga jika kotoran sapi diberikan per 3 hari maka jumlahnya harus 3 kali berat cacing. Perlu diperhitungkan pula bahwa cacing dapat berkembang biak dengan cepat, cacing sebanyak 100 ekor dapat berkembang biak menjadi 100.000 ekor  cacing per tahun.

Cacing butuh kelembaban sehingga butuh disirami, apalagi pada musim panas, penyiraman dilakukan dengan air secukupnya, karena jika kekeringan atau terlalu basah dapat beresiko mematikan cacing. Penyiraman dilakukan menggunakan gembor. Jadwal penyiraman sesuai dengan keadaan cuaca jika musim kemarau penyiraman dilakukan rutin setiap hari pagi dan sore dan jika musim hujan penyiraman dilakukan 3 hari sekali atau menyesuaikan dengan keadaan media.

Pemanenan pupuk kascing kotoran sapi dilakukan setelah terjadi perubahan bentuk kotoran sapi menjadi remah dan berubah warna menjadi hitam kecoklatan, proses ini biasanya berjalan kurang lebih selama setengah bulan.

Agar cacing tidak ikut terpanen pada pupuk kascing yang sudah jadi, pemanenan dilakukan dengan cara memancing cacing terlebih dahulu agar berpindah dari pupuk kascing yang sudah jadi.

Caranya yaitu dengan membuat alur di tengah hamparan pupuk yang sudah jadi, kemudian tambahkan kotoran sapi baru pada alur tersebut sehingga cacing akan berpindah dan bergerak ke tengah yaitu pada kotoran sapi yang baru ditambahkan, karena pada pupuk jadi sudah tidak ada sumber makanan untuk cacing.

Dan pupuk kascing yang sudah jadi yaitu pada gundukan kiri dan kanan siap untuk dipanen.

Proses selanjutnya adalah menyaring atau mengayak pupuk kascing yang telah jadi kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik dan siap digunakan baik untuk pupuk maupun media tanam.

Pupuk kascing yang sudah jadi memiliki manfaat yang sangat tinggi baik untuk tanah maupun tanaman. Diantara manfaat pupuk kascing adalah meningkatkan pertumbuhan baik vegetatif maupun generatif untuk tanaman hias, sayuran dan buah-buahan, dapat memperbaiki dan meningkatkan penampilan tanaman sehingga menjadi lebih eksotis seperti warna bunga tekstur dan postur pohon, sangat baik untuk digunakan sebagai campuran media tanam pada persemaian dan mengandung hormon yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Pupuk kascing memiliki sifat kontinyu sehingga pupuk kascing tidak merusak tanah karena menggunakan bahan-bahan alami dalam pembuatannya, hal ini membuat pupuk kascing dapat digunakan secara terus menerus tanpa menimbulkan efek negatif bagi tanah maupun tanaman.

Unsur-unsur kimia yang terdapat dalam kascing mudah diserap oleh tanaman dan sangat berguna bagi pertumbuhan dan produksinya, di samping itu kascing mengandung mikroba dan hormon perangsang pertumbuhan tanaman, jumlah mikroba yang banyak dan aktivitasnya yang tinggi ini dapat mempercepat pelepasan unsur-unsur hara dari kotoran cacing menjadi bentuk yang tersedia bagi tanaman.

Dengan banyaknya kelebihan dari penggunaan pupuk kascing ini, maka disarankan bagi para petani yang biasa menggunakan pupuk anorganik beralih menggunakan pupuk organik kascing.

Demikianlah ulasan mengenai cara membuat pupuk kascing dari kotoran sapi, semoga bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber: Channel Youtube TVRI Jogja