Asam Jawa ( Tamarindus Indica )  merupakan buah dengan rasa masam yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan Indonesia atau campuran ramuan minuman herbal, seperti contoh  sayur asem dan cuka empek-empek Palembang yang dalam pengolahannya sangat bergantung pada asam jawa untuk menghasilkan citarasa masakan yang lezat. Pohon asam jawa juga digunakan sebagai tanaman peneduh yang ditanam di pinggir jalan. Kayunya sering digunakan untuk warangka keris dan bahan pahatan.

Sejak lama daun dan buah asam jawa bermanfaat sebagai obat tradisional sebagai obat herbal yang digunakan turun temurun untuk perawatan kecantikan maupun untuk kesehatan.

Diantara banyak manfaat asam jawa yaitu buahnya untuk mengobati sariawan, eksim, disentri, mengatasi gigitan serangga, sementara daunnya untuk mengobati demam dan nyeri saat datang bulan.

Karenanya tanaman asam jawa merupakan pilihan yang tepat untuk dibudidayakan baik itu ditanam di lahan yang luas atau di pekarangan rumah dengan lahan yang terbatas secara tabulampot.

Asam jawa tumbuh di dataran tinggi dan rendah antara 1000-1500 mdpl, pemanfaatan sosok tanaman asam jawa sudah jamak ditengah penghobi tanaman bonsai, sebagai tanaman yang memiliki struktur yang indah sehingga kerap dipilih sebagai bahan untuk membuat bonsai yang bernilai estetika tinggi.

Tanaman asam jawa dapat dibudidayakan dengan tabulampot yang secara fisik menghasilkan pohon asam jawa yang lebih pendek, keuntungan budidaya tanaman sistem tabulampot tersebut kita dapat menikmati buahnya lebih cepat tanpa perlu menunggu waktu bertahun-tahun.

PERSIAPAN BIBIT

Perbanyakan tanaman asam jawa dapat dilakukan dengan cara vegetatif seperti pencangkokan, penyambungan dan penempelan. Dapat juga dilakukan dengan penyemain biji.

Dalam penyemaian biji asam jawa, biasanya dalam satu minggu biji sudah berkecambah, pada masa ini letakkan di tempat yang teduh, selanjutnya tunggu hingga tingginya mencapai 30 cm. Setelah itu bibit tanaman asam jawa sudah siap ditanam di lahan dengan tetap diberi pupuk dan dibersihkan dari rumput liar. Namun cara perbanyakan menggunakan biji memakan waktu cukup lama untuk berbuah yaitu sekitar 3 tahun.

Pilihan termudah adalah perbanyakan tanaman asam jawa secara cangkok atau tanpa biji dan ditanam dalam pot atau tabulampot. Keunggulannya adalah dapat menghasilkan buah dengan lebih cepat meskipun ditanam dalam pot dengan kualitas buah yang sama dengan induknya, pemanenannya pun mudah karena tanaman lebih pendek.

Tahapan pencangkokan tanaman asam jawa adalah sebagai berikut.

  • Pilih pohon indukan yang sudah tua, sudah berbuah dengan kualitas unggul dan berumur sekitar 5 tahun
  • Tentukan bagian batang yang akan dicangkok, pilihlah batang yang sudah ada bunga atau buahnya
  • Kelupas kulit luar batang sekitar 10 cm panjangnya, dan kerok kambiumnya hingga bersih dan kering, untuk hasil lebih baik diamkan kerokan hingga satu minggu
  • Balut dengan moss kering, bisa juga diolesi dengan perangsang akar terlebih dahulu
  • Tutup moss dengan plastik kemudian ikat agar kuat, dan siram dari atasnya.
  • Lakukan penyiraman secara rutin terutama pada musim kemarau
  • Setelah 2,5-3 bulan cangkokan tanaman asam jawa biasanya sudah tumbuh akar
  • Pisahkan cangkokan dari pohon induk dengan cara dipotong, pemotongan dilakukan miring agar air hujan tidak mengendap pada penampang potongan
  • Pangkas sebagian, daun, cabang, ranting yang tidak berguna, untuk mengurangi penguapan dan tidak membebani tanaman di awal pertumbuhannya.

PENANAMAN

  • Siapkan media tanam dan sebaiknya menggunakan media organik misalnya tanah yang dicampur dengan pupuk kandang, agar buah yang dihasilkan lebih sehat jika dikonsumsi
  • Siapkan polybag atau pot ukuran sedang kemudian isi dengan media tanam 1/3 bagian
  • Masukkan bibit cangkokan ke dalam pot dan atur posisi tepat di tengah dan tegak
  • Tambahkan media tanam hingga penuh serta padatkan di sekitar pangkal bibit tanaman, agar tanaman tegak berdiri
  • Siram hingga cukup basah
  • Karantina bibit di tempat yang terbuka dan teduh selama 20 hari
  • Lakukan penyiraman secara rutin, biasanya pada minggu ke 3 tanaman sudah tumbuh subur
  • Selanjutnya letakkan bibit pada area yang terkena cahaya matahari langsung

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan tanaman asam jawa dilakukan secara intensif, meliputi pemupukan secara berkala, penyiraman 2 kali sehari, penyuburan kembali pada tanah, penimbunan batang dengan tanah agar menghasilkan akar yang baru, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan pada tanaman asam jawa.

Setelah usia tanaman mencapai 9-12 bulan, dimana pertumbuhan tanaman sudah besar, saatnya dipindahkan pada pot dengan ukuran yang lebih besar, agar nutrisi yang didapatkan dalam proses pertumbuhannya mencukupi, sehingga tanaman asam jawa akan tumbuh subur dan produktif berbuah.

Pembentukan pohon dan pemangkasan sebaiknya dilakukan pada saat musim penghujan, pemangkasan tanaman merupakan salah satu cara untuk memanjakan tanaman agar rajin berbuah.

Hama pengganggu tanaman asam jawa adalah serangga,kutu bubuk, kutu perisai, hama penggerek yang dapat merusak buah pada proses pematangan. Cara mengatasinya yaitu dengan membuang bagian tanaman yang rusak akibat serangan hama dan juga menyemprotkan larutan air tembakau atau disemprot menggunakan larutan pestisida.

Untuk pemupukan dilakukan dengan memberikan pupuk kandang secara berkala, atau dapat pula menggunakan pupuk NPK seimbang yaitu jika pupuk organik dirasa kurang mencukupi.

Penyiraman pada musim kemarau dilakukan pada pagi dan sore hari secara teratur, karena volume media yang terbatas di dalam pot pasti akan cepat kering.

Keuntungan lain menanam asam jawa di pekarangan rumah dalam pot adalah tidak memerlukan lahan luas dan dapat dipindah-pindahkan sesuai selera, buahnya bisa langsung diperoleh setiap kali dibutuhkan, seperti untuk kebutuhan bumbu dapur maupun untuk obat herbal.

Jika perawatan dilakukan dengan baik, tanaman tabulampot asam jawa akan produktif berbuah.

Demikianlah ulasan mengenai cara menanam asam jawa dalam pot, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pupuk, pestisida maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja