Jeruk purut ( kaffir lime ), jeruk limau, limau, atau limo adalah jenis tumbuhan perdu masuk dalam anggota marga citrus dari suku rutaceae, buah dan daunnya biasanya digunakan sebagai bumbu masakan Indonesia atau untuk pengobatan herbal.

Tanaman jeruk purut dapat dibudidayakan dengan skala besar maupun di lahan terbatas seperti di pekarangan rumah baik itu ditanam langsung maupun di dalam pot atau tabulampot, tanaman tersebut dapat tumbuh optimal di dataran tinggi maupun di dataran rendah.

Bentuk buah jeruk purut sangat berbeda dengan jeruk lainnya, namun besarnya hampir sama dengan jeruk nipis dan jeruk lemon, kulitnya sangat keriput dan diberi nama latin citrus hystrix yang berarti jeruk landak, karena mengacu pada duri-duri yang tumbuh pada batang pohonnya. Daunnya sangat banyak digunakan pada resep-resep masakan Indonesia karena menambah aroma yang khas.

Untuk mendapatkan tanaman jeruk purut yang cepat berbuah, perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan pencangkokan, penyambungan dan penempelan. Pilihan termudah adalah perbanyakan tanaman jeruk purut dengan cara pencangkokan.

Keunggulan pencangkokan dapat dihasilkan buah dengan lebih cepat meskipun ditanam dalam media yang terbatas dengan kualitas buah yang sama dengan induknya, pohonnya lebih pendek dari pohon semestinya namuns udah produktif berbuah.

Adapun tahapan pencangkokan tanaman jeruk purut adalah sebagai berikut.

  • Pilih pohon indukan yang sudah tua, sudah berbuah dengan kualitas unggul dan berumur sekitar 5 tahun
  • Tentukan bagian batang yang akan dicangkok, pilihlah batang yang sudah ada bunga atau buahnya
  • Kelupas kulit luar batang sekitar 10 cm panjangnya, dan kerok kambiumnya hingga bersih dan kering, untuk hasil lebih baik diamkan kerokan hingga satu minggu
  • Balut dengan moss kering, bisa juga diolesi dengan perangsang akar terlebih dahulu, namun dapat juga proses pencangkokannya dilakukan secara alamiah
  • Tutup moss dengan plastik kemudian ikat agar kuat
  • Lakukan penyiraman secara rutin pada sore hari terutama pada musim kemarau
  • Setelah berumur 2,5-3 bulan cangkokan tanaman jeruk purut biasanya sudah tumbuh akar
  • Pisahkan cangkokan dari pohon induk dengan cara dipotong dari batang tanaman induk, pemotongan dilakukan miring agar air hujan tidak mengendap pada penampang potongan
  • Pangkas sebagian, daun, cabang, ranting yang tidak berguna, untuk mengurangi penguapan dan beban pohon yang masih dalam proses pertumbuhan
  • Dalam satu pohon dapat dilakukan pencangkokan minimal 5 cangkokan
  • Pada usia 2 tahun tanaman jeruk purut hasil cangkokan sudah dapat dijadikan indukan juga dan siap jika dilakukan pencangkokan.

PENANAMAN

  • Siapkan media tanam dan sebaiknya menggunakan media organik misalnya tanah yang dicampur dengan pupuk kandang, karena merupakan media yang aman, terbebas dari bahan kimia sehingga buah yang dihasilkan tidak terkontaminasi senyawa kimia sehingga lebih sehat jika dikonsumsi
  • Siapkan polybag atau pot ukuran sedang kemudian isi dengan media tanam 1/3 bagian
  • Masukkan bibit cangkokan ke dalam pot dengan membiarkan plastik pembungkus akar melekat pada cangkokan, tidak perlu dilepaskan dan cukup disayat di sekelilingnya agar akar tumbuh secara perlahan menyesuaikan diri pada media tanam yang baru
  • Atur posisi letak bibit jeruk purut tepat di tengah pot dan tegak
  • Tambahkan media tanam hingga penuh serta padatkan di sekitar pangkal bibit tanaman, agar tanaman tegak berdiri
  • Siram hingga cukup basah
  • Karantina bibit di tempat yang terbuka dan teduh selama 20 hari
  • Lakukan penyiraman secara rutin, biasanya pada minggu ke 3 tanaman sudah tumbuh subur
  • Selanjutnya letakkan bibit pada area yang terkena cahaya matahari langsung

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan tanaman jeruk purut dilakukan secara intensif, meliputi pemupukan secara berkala dengan pupuk organik, penyiraman 2 kali sehari, penyuburan kembali pada tanah, penimbunan batang dengan tanah agar menghasilkan akar yang baru, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan pada tanaman jeruk purut

Setelah usia tanaman mencapai 12 bulan, dimana pertumbuhan tanaman sudah besar, saatnya dipindahkan pada pot dengan ukuran diameter yang lebih besar, agar nutrisi yang didapatkan dalam proses pertumbuhannya mencukupi, sehingga tanaman jeruk purut tumbuh subur dan produktif berbuah.

Pembentukan pohon dan pemangkasan sebaiknya dilakukan pada saat musim penghujan, pemangkasan tanaman merupakan salah satu cara untuk memanjakan tanaman agar rajin berbuah.

Hama yang sering mengganggu tanaman jeruk purut adalah belalang, kutu daun dan ulat papilio. Cara mengatasinya yaitu cukup dibasmi secara mekanis dengan menangkap dan membuang bagian yang rusak, disemprot dengan larutan air tembakau untuk hama kutu loncat yang menyerang daun, atau lakukan dengan campuran air, garam, kapur yang dijadikan bubur kemudian dioleskan pada batang yang terkena penyakit.

Lakukan pembersihan semak-semak pengganggu disekitar tanaman. Batang dan ranting tanaman jeruk purut juga dibersihkan dari hewan-hewan kecil pengganggu.

Untuk pemupukan dilakukan dengan memberikan pupuk kandang secara berkala, atau dapat pula menggunakan pupuk NPK seimbang yaitu jika pupuk organik dirasa kurang mencukupi.

Penyiraman pada musim kemarau dilakukan pada pagi dan sore hari secara teratur, karena volume media yang terbatas di dalam pot pasti akan cepat kering.

Menanam jeruk purut dengan sistem cangkok terbukti dapat membuat tanaman menjadi lebih produktif berbuah dengan rasa dan bentuk yang sama dengan indukannya, penanamannya juga tidak memerlukan lahan yang luas cukup dengan memanfaatkan lingkungan sekitar rumah.

Menanam jeruk purut lebih menguntungkan karena buah sekaligus daunnya dapat langsung diperoleh setiap kali dibutuhkan seperti untuk kebutuhan bumbu dapur maupun untuk obat herbal. Hasil dari komoditas budidaya jeruk purut bisa sangat besar oleh sebab itu dapat menjadi peluang bisnis yang sangat baik.

Demikianlah ulasan mengenai budidaya jeruk purut dalam pot, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit jeruk purut atau jeruk limau maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja