Tanaman yang mengalami kekurangan unsur hara kalium ditandai dengan daun yang terdapat bercak putih dan keriting, tepian daun menguning kemudian coklat lalu kering dan mati, batang tanaman pendek dan kerdil, bunga dan buah banyak yang rontok.

Untuk mengatasi tanaman dengan gejala di atas atau tanaman yang kekurangan unsur hara kalium salah satunya adalah dengan mengaplikasikan pupuk dengan kandungan kalium yang tinggi. Pupuk dengan kandungan kalium tinggi ini dapat dibuat dengan bahan sederhana yang mudah didapatkan dan dengan cara yang mudah pula dan tentunya merupakan bahan organik sehingga lebih ramah lingkungan, yaitu POC atau pupuk organik cair dari bahan sabut kelapa.

Mengapa sabut kelapa? Karena sabut kelapa mengandung unsur kalium sebesar 10,25 persen sehingga dapat menjadi alternatif sumber kalium organik untuk menggantikan pupuk KCl sintetis. Unsur-unsur seperti Ca, Mg, K, Na dan P, membuat sabut dari buah kelapa ini sangat ideal digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik cair.

Pupuk organik cair atau POC adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan dari hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan. Pupuk organik cair ini terdiri dari mikroorganisme yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman.

Untuk mengetahui Cara Membuat POC Tinggi Kalium, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • Sabut kelapa dari 5 buah kelapa yang telah dibersihkan dari zat taninnya dengan cara dibiarkan terkena hujan dan matahari selama beberapa hari, atau direndam semalaman lalu buang airnya.
  • Starter (dekomposer), bisa menggunakan EM4 Pertanian (effective microorganisme 4) atau MOL (mikroorganisme lokal).
  • 1 ons gula merah, gula pasir atau molase, sebagai sumber energi/makanan bagi bakteri.
  • 10 liter air bersih.
  • Ember kapasitas 20 liter yang memiliki tutup.

TAHAP PEMBUATAN

Tahap pertama cairkan gula merah dengan cara menghaluskan/mencacahnya hingga halus agar nantinya dapat mudah larut kemudian tambahkan 1 gelas air, aduk hingga larut.

Masukkan gula merah yang telah dihaluskan ke dalam 10 liter air, aduk hingga benar benar larut. Tambahkan pula starter seperti EM4 sebanyak 5-6 tutup botol atau jika menggunakan MOL sebanyak 300 ml sebagai pengurai, aduk kembali hingga tercampur merata. Diamkan air larutan dekomposer dan gula selama kurang lebih 20 menit agar bakteri pengurai pada EM4 yang tertidur/dorman dapat aktif kembali.

Cacah atau potong-potong kecil sabut kelapa, masukkan cacahan sabut kelapa ke dalam ember kapasitas 20 liter yang telah disiapkan hingga ¾ bagian ember.

Masukkan larutan dekomposer ke dalam ember berisi cacahan sabut kelapa tersebut, aduk hingga merata.

Tutup ember rapat, tambahkan lakban agar benar-benar rapat hingga kedap udara, diamkan selama 3 minggu atau sekitar 21 hari, dan untuk mengeluarkan gas hasil dari proses fermentasi buatlah lubang berdiameter 1 cm dan ditutup dengan lakban untuk dibuka sebentar setiap hari, karena jika harus membuka tutupnya akan repot.

Setelah 21 hari penutup sudah dapat dibuka dan POC tinggi kalsium dari sabut kelapa sudah jadi dan siap untuk digunakan.

CARA APLIKASI KE TANAMAN

Cara aplikasi pupuk organik cair atau POC dari sabut kelapa dilakukan dengan cara mengocorkannya di sekitar pangkal batang dan perakaran tanaman.

Adapun dosisnya adalah 1 liter POC untuk dilarutkan ke dalam 10 liter air atau dengan perbandingan 1:10, sedangkan dosis aplikasinya adalah 100 ml per tanaman atau melihat usia dan ukuran tanaman, dengan interval pemberiannya adalah setiap 1 minggu sekali.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat POC Tinggi Kalsium, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk organik, ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube ALAM ORGANIK