Pestisida organik merupakan ramuan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan organik. Karena dibuat dari bahan-bahan organik, pestisida jenis ini lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan manusia.

Jika dibandingkan dengan pestisida kimia, pestisida organik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya lebih ramah terhadap alam, residu pestisida organik tidak bertahan lama pada tanaman, sehingga produk pertaniannya lebih aman untuk dikonsumsi, lebih ekonomis, pembuatannya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri.

Namun pestisida organik ini juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain kurang praktis, tidak bisa disimpan dalam jangka lama, hasil penyemprotan pestisida organik tidak secepat pestisida kimia sintetis dan membutuhkan waktu dan frekuensi penyemprotan yang lebih sering untuk membuatnya efektif. Selain itu, pestisida organik relatif tidak tahan terhadap sinar matahari dan hujan.

Cara kerja pestisida organik ini sangat spesifik yaitu menghambat reproduksi serangga betina, mengurangi nafsu makan, merusak perkembangan telur, larva dan pupa.

Kunci utama dalam pembuatan pestisida organik setidaknya memiliki 3 rasa, yaitu pahit, panas dan bau menyengat.

Untuk mengetahui Cara Membuat Pestisida Organik, silakan simak penjelasan selengkapnya pada artikel berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • Merica atau lada sebanyak satu jumput tangan, merica ini bersifat sedikit pahit, pedas, hangat dan antipiretik, sangat cocok untuk pestisida.
  • 4 rimpang kunyit, rimpang kunyit ini dapat menjadi bahan nitrifikasi dan pestisida nabati atau sebagai pencegahan hama serangga pada tanaman sayuran serta palawija.
  • 3 siung bawang putih, bawang putih memiliki kandungan allicin yang merupakan zat antioksidan dan antimikroba yang kuat, sehingga ekstrak bawang putih ini berguna untuk mengendalikan beberapa jenis OPT atau organisme pengganggu tanaman, baik itu serangga, bakteri ataupun jamur patogen.
  • 3 batang serai, serai ini mampu mengacaukan aroma penarik yang dikeluarkan tanaman inang, sehingga pergerakan hama menuju tanaman bisa dialihkan, selain itu serai juga mengandung senyawa sitronela yang tidak disukai kutu-kutuan dan berbagai jenis hama serangga lain.
  • Air sumur
  • Ulekan batu atau blender
  • Botol air mineral

CARA PEMBUATAN

Haluskan merica terlebih dahulu, tambahkan bawang putih dan kunyit yang juga dihaluskan. Untuk serai cukup digeprek saja agar sari-sarinya keluar. Setelah itu campurkan semua bahan ke dalam 600 ml air, aduk hingga larut merata.

Masukkan ke dalam botol yang telah disiapkan dan diamkan selama 1 hari agar sari-sarinya menyatu dan benar-benar larut dengan air. Dan pestisida organik sudah siap digunakan.

CARA APLIKASI KE TANAMAN

Cara aplikasi pestisida organik ini sama dengan aplikasi pestisida pada umumnya, yaitu dengan menyemprotkannya ke seluruh bagian tanaman, adapun dosisnya adalah 100 ml pestisida organik untuk dilarutkan ke dalam 1 liter air.

Aplikasi pestisida organik ini dilakukan sebanyak 3 hari sekali, akan tetapi meskipun diaplikasikan sebanyak 3 hari sekali akan tetap aman bagi tanaman dan lingkungan karena pestisida ini menggunakan bahan-bahan alami, dan juga produk pertanian yang dihasilkanpun akan lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Pestisida Organik, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pestisida, pupuk, benih, bibit ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Cara Bertani Organik