Salah satu cara untuk memanfaatkan limbah organik adalah dengan membuatnya menjadi bahan utama dalam pembuatan MOL atau mikroorganisme lokal.

Mikroorganisme Lokal atau yang biasa disebut dengan MOL merupakan produk yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan tertentu yang diperbanyak dengan bahan alami mengandung karbohidrat (gula), protein, mineral, dan vitamin. Peran MOL adalah untuk mendegradasikan bahan-bahan seperti bahan organik untuk diproses menjadi kompos/pupuk organik ataupun pupuk cair.

Limbah yang dapat digunakan dalam proses pembuatan MOL diantaranya adalah limbah rumah tangga yang berupa nasi basi, limbah buah, limbah sayur, dan sebagainya. Limbah pertanian yang terdiri dari bonggol pisang, rebung bambu, kulit buah, dan sebagainya, serta limbah organik lain yang terdiri dari keong, limbah udang, dan lain sebagainya.

Pada artikel kali ini KampusTani akan mengulas mengenai Cara Membuat MOL dari Limbah Buah Nanas, berikut ini penjelasan selengkapnya.

BAHAN DAN ALAT

  • 2 kg limbah buah nanas, berfungsi sebagai sumber mikroba atau bakteri. Limbah buah nanas yang digunakan disini adalah kulitnya.
  • 2 liter air cucian beras, juga berfungsi sebagai sumber mikroba atau bakteri.
  • 2 liter air kelapa muda atau tua, air kelapa adalah salah satu sumber hormon alami auksin dan sitokinin yang merupakan hormon untuk memacu pertumbuhan tanaman. Air kelapa juga kaya akan unsur-unsur mineral seperti K, N, Ca, Mg, Fe, Cu, P, dan S yang dimana unsur-unsur tersebut sering dijadikan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan pupuk organik cair di hampir semua produk pupuk pabrikan.
  • 4 ons gula merah atau gula pasir, sebagai sumber energi bagi mikroba akar dapat hidup dan berkembang biak serta memproduksi enzim yang dibutuhkan tanaman.
  • Ember atau wadah sejenisnya yang memiliki tutup.

PROSES PEMBUATAN

  • Cairkan gula dengan air leri/air cucian beras atau air kelapa, jika menggunakan gula merah sebaiknya iris halus terlebih dahulu agar lebih mudah larut.
  • Masukkan semua bahan ke wadah akan tetapi jangan terlalu penuh sisakan minimal 1/5 bagian, aduk hingga merata.
  • Tutup rapat, kedap udara karena fermentasi ini merupakan fermentasi anaerob.
  • Letakkan di tempat teduh terhindar dari sinar matahari pada suhu ruangan, usahakan pada tempat yang gelap.
  • Diamkan selama 1 minggu untuk proses fermentasi, buka tutupnya setiap 1 hari sekali untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan dari proses fermentasi dan segera tutup kembali.
  • Setelah proses fermentasi selama 1 minggu, MOL dari limbah buah nanas siap digunakan.

CARA APLIKASI

MOL dari limbah buah nanas ini dapat digunakan untuk pupuk dasar pada saat pengolahan lahan dan juga untuk kocor tanaman. Adapun dosisnya adalah 10 cc MOL untuk dilarutkan pada 1 liter air atau 1 gelas untuk 1 ember air 15-20 liter, dengan interval aplikasi pada tanaman setiap 3-7 hari sekali sekali.

MOL ini sangat banyak sekali manfaatnya, sehingga sangat berperan penting dalam dunia pertanian terutama pertanian organik.

Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan sebagai pendekomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat MOL dari Limbah Buah Nanas, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk organik ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi : Channel Youtube Kebun Organik