Langkah awal dalam budidaya tanaman organik adalah mempersiapkan media tanam. Dalam mempersiapkan media tanam harus dilakukan dengan benar, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, sehat dan produktivitasnya tinggi, terutama untuk tanaman yang ditanam dalam pot atau polybag, karena unsur hara yang disediakan untuk tanaman terbatas hanya dalam polybag saja.

Pembuatan media tanam yang tidak tepat, akan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang. Bahkan terkadang, efeknya akan terlihat dalam jangka pendek yaitu hanya dalam hitungan hari atau minggu setelah tanaman ditanam ke polybag atau pot, seperti daun-daun mendadak kering dan rontok, tanaman tampak layu, hingga berujung kematian.

Maka dari itu agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh secara optimal, media tanam yang digunakan harus memenuhi syarat media tanam yang baik dan organik tentunya, apa saja itu?

  1. Teksturnya gembur dan porous (dapat ditembus air)
  2. Kaya akan bahan organik
  3. Tidak mengandung bibit penyakit
  4. Memiliki pH atau derajat keasaman tanah yang netral yaitu 6-7

Adapun Cara Membuat Media Tanam Organik agar tanaman yang ditanam tercukupi kebutuhan unsur haranya serta dapat tumbuh dan berkembang secara optimal adalah sebagai berikut.

Komponen utama dalam pembuatan media tanam organik agar memenuhi 4 syarat tersebut di atas paling tidak terdiri dari 4 bahan utama, yaitu tanah, pupuk kandang, cocopeat dan arang sekam.

  1. Tanah

Tanah yang baik untuk digunakan sebagai media tanam organik adalah tanah yang diambil dari bawah pohon bambu, tanah ini merupakan salah satu jenis tanah yang terbaik karena mengandung nitrogen yang tinggi. Hal ini disebabkan karena akar tanaman bambu dipenuhi oleh bakteri rhizobium yang berfungsi mengikat unsur nitrogen bebas dari udara.

  1. Pupuk kandang

Pupuk kandang yang digunakan haruslah pupuk kandang yang telah jadi atau melalui proses fermentasi baik itu fermentasi secara alami atau dengan bantuan manusia, bukan pupuk kandang atau kotoran hewan yang masih baru. Pupuk kandang ini dapat dibuat dari kotoran sapi atau kambing.

  1. Cocopeat

Cocopeat ini berfungsi sebagai pengikat air di dalam tanah. Penting untuk diingat bahwa cocopeat yang dapat digunakan untuk media tanam adalah cocopeat yang sudah disterilkan dari zat tanin yang terkandung di dalamnya, karena zat tanin tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Cara sederhana untuk menghilangkan zat tanin tersebut adalah dengan mencuci cocopeat. Letakkan cocopeat di atas saringan, alirkan air di atasnya, remas-remas cocopeat hingga air cuciannya jernih, kemudian keringkan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari.

  1. Arang sekam

Arang sekam ini selain untuk menjaga kegemburan dan keporousan media tanam, juga dapat berfungsi sebagai pembunuh virus, bakteri dan organisme lain yang bersifat patogen di dalam tanah, sehingga media tanam menjadi steril dan terbebas dari penyakit-penyakit yang merugikan tanaman. Selain itu arang sekam juga memiliki kandungan fosfor yang tinggi dan juga berfungsi sebagai penetral keasaman tanah.

Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan semua bahan tersebut dengan menggunakan perbandingan 1:1:1:1. Campurkan semua bahan dengan mengaduknya hingga benar-benar tercampur merata. Dan media tanam organik yang telah dibuat siap untuk digunakan.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Media Tanam Organik, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk organik ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi : Channel Youtube Alam Organik