Dari berbagai macam bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kompos salah satunya adalah daun bambu kering yang banyak berserakan di sekitar pohon bambu.

Selain mudah didapat, murah dan bahkan gratis ternyata daun bambu ini memiliki banyak kandungan unsur P (fosfor) dan K (kalium) yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua jenis tanaman, yang berguna untuk memperbaiki struktur media tanam ataupun tanah dan untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Keuntungan lain yang didapat yaitu pada pohon bambu dan area sekitarnya kaya akan mikroorganisme yang menguntungkan yang bersifat antagonis yang bersifat melawan bakteri dan jamur-jamur jahat terutama jamur fusarium yang merupakan salah satu penyebab busuk pada akar tanaman.

Untuk mengetahui Cara Membuat Kompos Daun Bambu, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • 2 karung daun bambu kering
  • EM4 Pertanian sebagai dekomposer
  • 100 gram gula merah, gula pasir atau molase
  • 5 liter air bersih
  • Sprayer (jika ada)
  • Karung

PROSES PEMBUATAN

Tahap pertama dalam pembuatan kompos dari bahan dasar daun bambu kering adalah melakukan penyortiran, buanglah benda asing (non organik) seperti sampah plastik jika terdapat didalamnya, buang juga ranting-ranting pohon bambu yang terlalu besar karena akan memperlambat proses pengomposan yang mana ranting atau cabang berukuran lebih besar akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terurai.

Larutkan gula merah ke dalam 5 liter air yang telah disiapkan, untuk memudahkan dalam pelarutan iris halus terlebih dahulu. Tambahkan juga 2 tutup botol em4 pertanian atau sekitar 24 ml ke dalam air tersebut. Aduk hingga benar-benar larut dan tercampur merata.

Diamkan sejenak agar mikroba dari em4 yang tidur/dorman dapat bereaksi dan aktif kembali sehingga siap digunakan, kemudian masukkan ke dalam sprayer.

Hamparkan daun bambu kering tersebut dan semprot secara merata menggunakan larutan dekomposer yang telah dibuat, atau dengan mencipratkannya sedikit demi sedikit, bolak balik agar basah merata hingga tingkat kebasahan mencapai 30-40%, ciri cirinya adalah jika digenggam mudah menggumpal akan tetapi jika diperas tidak mengeluarkan air.

Masukkan daun bambu yang telah disemprot dekomposer tersebut ke dalam karung hingga ½ atau ¾ nya saja, jangan terlalu penuh, tujuannya untuk memudahkan proses berikutnya.

Ikat rapat dan letakkan di tempat teduh yang terbebas dari sinar matahari dan guyuran air hujan dengan sirkulasi udara yang lancar atau suhu ruangan yang stabil.

Periksa kelembabannya setiap 2 minggu sekali dengan cara membuka tali pengikatnya dengan membolak-balik karung untuk sirkulasi udara dan mengurangi suhu udara yang berlebih dalam karung. Dengan mengisi karung tidak sampai penuh sebagaimana dijelaskan diatas akan memudahkan proses pada tahap ini. Jika diperlukan semprot kembali menggunakan larutan dekomposer dengan takaran yang sama, akan tetapi jangan sampai terlalu basah karena dapat menyebabkan timbulnya jamur.

Setelah kurang lebih 2 bulan pasca pemrosesan, kompos dari daun bambu siap untuk digunakan dengan ciri-ciri bentuknya sudah berubah dari kondisi semula, lebih halus dan lebih lembut, berwarna coklat sedikit gelap.

Cepat atau lambatnya proses pengomposan tergantung dari bahan awal yang digunakan.

Sebelum kompos digunakan sebaiknya diangin-anginkan atau jemur hingga benar-benar kering di bawah sinar matahari langsung untuk mengurangi suhu dan kadar airnya serta mengusir serangga atau hewan lainnya yang kemungkinan ada di dalamnya. Dosis penggunaan kompos tersebut adalah kurang lebih 10% dari total media yang digunakan.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Kompos Daun Bambu, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli kompos ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi Sentratani.com

Referensi: Channel Youtube BELAJAR BONSAI MURAH