Pemupukan pada tanaman berfungsi untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman tersebut, dengan tujuan agar tanaman dapat tumbuh, berkembang dan berproduksi secara optimal.

Pemupukan tanaman terbagi menjadi 2 fase, yaitu fase vegetatif atau fase pertumbuhan, dan fase generatif atau fase pembungaan dan pembuahan.

Pada fase pertumbuhan, tanaman membutuhkan pupuk dengan hara N yang lebih tinggi dibandingkan P dan K. Dan pada fase generatif tanaman membutuhkan unsur hara P dan K yang lebih tinggi dibandingkan unsur hara N. Maka dari itu dalam pemberian pupuk harus tepat dan disesuikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

Selain dapat dibeli di toko-toko pertanian, kita juga dapat membuat pupuk sendiri menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapatkan dan dengan harga yang lebih murah sehingga dapat menghemat pengeluaran, terutama di masa pandemi COVID-19 seperi sekarang ini.

Akan tetapi pada artikel kali ini KampusTani tidak akan membahas keseluruhannya, melainkan hanya akan mengulas mengenai cara membuat pupuk untuk pemupukan pada fase generatif atau pembuahan.

Pupuk pada fase generatif adalah pupuk yang digunakan untuk mempercepat perkembangan generatif tanaman, merangsang pertumbuhan bunga dan buah, meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen atau biasa disebut dengan Booster Buah.

Untuk mengetahui cara membuat booster buah beserta penjelasan selengkapnya, silakan simak ulasannya berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • 5 buah pisang yang telah matang, penggunaan pisang ini karena didalam pisang terdapat kandungan hormon-hormon yang baik untuk pertumbuhan tanaman
  • EM 4 Pertanian, sebagai dekomposer (mikroorganisme atau mikroba pengurai) untuk mempercepat proses fermentasi.
  • Gula pasir atau gula merah sebagai sumber makanan bagi mikroba pengurai.
  • Sedikit air
  • Blender
  • Botol air mineral berukuran 1500ml

TAHAP PEMBUATAN

Kupas 5 buah pisang, potong-potong masukkan ke dalam blender, tambahkan sedikit air untuk memudahkannya.

Tambahkan 6 tutup botol EM4, dan juga 1 ons gula pasir atau gula merah, namun jika tidak ada timbangan cukup dikira-kira saja.

Blender semua bahan hingga benar-benar halus kemudian masukkan ke dalam botol yang telah disiapkan kemudian tutup rapat botol tersebut.

Diamkan selama 7 hari untuk proses fermentasi, dan selama proses fermentasi tersebut buka tutup botol secara rutin setiap 1-2 kali sehari dan tutup kembali, agar gas yang timbul dari proses fermentasi dapat keluar.

Setelah proses fermentasi selama 7 hari pupuk booster buah sudah dapat digunakan.

CARA APLIKASI KE TANAMAN

Cara aplikasi pupuk booster buah ini adalah dengan menyemprotkannya ke seluruh bagian tanaman. Adapun dosisnya adalah 2-3 sendok makan per liter air.

Aplikasi booster buah ini mulai dilakukan sejak tanaman berumur lebih dari 1 bulan atau menjelang keluarnya bunga dengan interval penyemprotan 1 minggu sekali.

Penggunaan pupuk booster buah ini dapat diaplikasikan pada berbagai tanaman buah dan sayuran yang berbuah seperti terong, cabe dan sebagainya.

Pupuk booster buah ini merupakan pupuk organik sehingga meskipun diaplikasikan 1 minggu sekali tetap aman, tidak mencemari lingkungan dan yang terpenting tidak meninggalkan residu bahan kimia pada tanaman dan buah sehingga aman dan lebih sehat untuk dikonsumsi.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Booster Buah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk organik, EM4, ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Dian Yudyatman