Duku adalah jenis buah-buahan dari anggota suku Meliaceae. Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara sebelah barat ini memiliki kemiripan dengan buah langsat, kokosan, pisitan, celoring dan lain-lain.

Pembibitan atau perbanyakan tanaman buah duku dapat dilakukan dengan cara generatif atau dari biji, dan juga perbanyakan dengan cara vegetatif diantaranya yaitu adalah cangkok, cangkok susu, grafting, okulasi dan sebagainya. Bibit hasil perbanyakan secara generatif biasanya digunakan untuk batang bawah pada grafting dan digunakan akarnya untuk cangkok susu.

Perbanyakan tanaman atau pembibitan tanaman buah duku yang banyak dilakukan oleh para pembudidaya  salah satunya adalah dengan cara mencangkok, karena dengan mencangkok bibit yang dihasilkan memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan pembibitan menggunakan biji.

Pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai teknik mencangkok yang lain dan berbeda dengan cara mencangkok pada umumnya/konvensional, yaitu mencangkok dengan menggunakan 3 atau lebih akar tanaman muda yang masih sejenis yang  ditempelkan pada cabang batang tanaman yang sudah tumbuh dewasa kemudian tempelan tersebut diberi cocopeat yang kemudian dibalut menggunakan plastik dan diikat, teknik ini disebut dengan cangkok susu.

Cangkok susu ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan mencangkok secara konvensional, diantara kelebihannya adalah sebagai berikut :

  1. Tidak semua tanaman bisa dicangkok dengan teknik konvensional
  2. Dapat menghasilkan bibit lebih baik dengan pertumbuhan lebih cepat
  3. Selain pada batang dengan ukuran standar cangkok, cangkok susu dapat dilakukan pada batang yang berukuran besar
  4. Bibit hasil cangkok susu akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan bibit hasil cangkok konvensional, bahkan pada beberapa jenis tanaman buah, kurang dari satu tahun sejak penanaman sudah bisa berbuah, baik itu ditanam pada pot atau langsung pada lahan
  5. Mempunyai perakaran yang lebih baik dan lebih kuat, sehingga tanaman tidak mudah tumbang

Perbanyakan tanaman dengan metode cangkok ini dapat pula dilakukan pada tanaman buah duku yang akan dilakukan pemangkasan, dimana batang yang akan dipangkas dapat dimanfaatkan untuk dijadikan bibit dengan cara dicangkok terlebih dahulu daripada dibuang begitu saja.

Setelah mengetahui kelebihan perbanyakan tanaman duku menggunakan teknik cangkok susu, dan anda tertarik untuk melakukannya berikut ini kami ulas mengenai Cara Cangkok Susu Pohon Duku :

Peralatan yang kita perlukan antara lain :

  • Pisau okulasi atau cutter yang tajam dan steril
  • Grafting tape atau plastik es atau plastik PE 02
  • Plastik lembaran untuk menutup media cangkokan kira-kira 30cm×30cm atau sesuaikan dengan batang dan juga besar cangkokan
  • Tali rafia

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah :

  • Pohon induk yang berkualitas unggul, produktivitas tinggi, bebas dari serangn hama dan penyakit
  • Bibit duku hasil persemaian biji berumur sekitar 6 bulan atau telah memiliki batang kira-kira sebesar pensil, yang akan diambil batang bagian bawah dan akarnya untuk ditempelkan.
  • Cocopeat untuk media cangkok

Adapun langkah-langkah perbanyakan tanaman buah duku dengan metode cangkok susu adalah sebagai berikut :

  • Siapkan 2, 3 atau lebih bibit duku hasil persemaian biji, jumlah ini bisa disesuaikan dengan keinginan dan besar batang yang akan dicangkok, cabut bibit dari persemaiannya.
  • Potong batang bibit hingga menyisakan sekitar 10 cm dari pangkal batang, potong pula akar yang terlalu panjang, sisakan kira-kira 10 cm, hingga tersisa 20 cm yang terdiri dari batang dan akar,bersihkan akar serabutnya untuk merangsang pertumbuhan akar baru, kemudian cuci akar hingga bersih
  • Pilihlah batang yang akan dicangkok, buat 2 keratan melingkar berjarak 2-3 cm, kemudian kupas separuh saja kulit batang diantara 2 keratan tersebut, dan inilah salah satu perbedaan cangkok susu pohon duku dengan pohon lainnya, dimana dalam melakukan cangkok susu pada tanaman buah lainnya pengupasan kulit dilakukan seluruhnya melingkari batang bibit, lalu kerok kambiumnya hingga bersih dan tak tersisa lendirnya.
  • Buat sayatan memanjang sekitar 8 cm, dengan menyayat kulit batangnya hingga bagian kayunya terlihat, lakukan dari atas ke bawah, dengan jarak 2-3 cm di atas cangkokan. Sayatan ini digunakan untuk menempelkan batang bibit hasil persemaian biji tersebut, jumlah sayatan disesuaikan dengan besar batang yang akan dicangkok dan jumlah bibit yang dimiliki.
  • Pasang tali pengikat yaitu plastik es atau grafting tape maupun plastik PE 02 dengan cara mengikatkannya pada batang yang disayat untuk mengikat batang bibit yang nantinya akan ditempelkan pada sayatan.
  • Sayat miring batang bibit yang akan ditempelkan sepanjang 8 cm, menggunakan pisau yang tajam, usahakan sayatan serata mungkin agar saat ditempelkan dapat menempel sempurna tanpa ada rongga
  • Ikat tempelan menggunakan plastik es atau grafting tape, cara pengikatan dimulai dari bawah/sistem susun genteng agar saat hujan air tidak masuk, pada bagian atas sayatan ikat serapat mungkin, dan pemasangan akar selesai.
  • Tahap selanjutnya yaitu pemasangan plastik pembungkus media, gunakan plastik untuk membungkus media cangkok, lingkarkan/balutkan plastik pada batang cangkokan dan satukan sambungan menggunakan lidi yang diruncingkan terlebih dahulu, lebar lingkaran disesuaikan dengan kebutuhan, jika menginginkan media lebih banyak buat lebih lebar, usahakan sambungan berada di bagian bawah.
  • Ikat bagian bawah plastik menggunakan tali rafia sekitar 2 cm dibawah keratan.
  • Masukkan cocopeat pada plastik yang telah diikat bagian bawahnya pada batang cangkok, padatkan secara hati-hati.
  • Perlu diingat bahwa cocopeat yang dapat digunakan untuk mencangkok ataupun digunakan untuk media tanam adalah cocopeat yang sudah disterilkan dari zat tanin yang terkandung didalamnya, karena zat tanin tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Cara sederhana untuk menghilangkan zat tanin tersebut adalah dengan mencuci cocopeat. Letakkan cocopeat di atas saringan, alirkan air di atasnya, remas-remas cocopeat hingga air cuciannya jernih, kemudian keringkan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari. Sebelum digunakan untuk mencangkok basahi terlebih dahulu cocopeat hingga lembab, jangan terlalu basah, yaitu jika dipegang tidak basah akan tetapi dingin/mengandung air.
  • Setelah dirasa cukup, buang lidi, lalu ikat rapat bagian atas plastik hingga saat hujan air tidak masuk, ikat juga bagian tengahnya agar media cocopeat lebih padat. Tidak perlu dibuat lubang pada plastik, karena penggunaan cocopeat sebagai media cangkok memiliki keunggulan tersendiri, salah satunya dapat mengikat/menahan air dalam waktu yang lama sehingga tidak memerlukan penyiraman bahkan hingga cangkokan jadi dan siap tanam.
  • Jika pencangkokan dilakukan pada musim hujan, tambahkan plastik pelindung atau ikat menggunakan grafting tape di atas ikatan bagian atas agar air hujan tidak masuk.
  • Cangkok susu pada tanaman duku terbilang lebih lama jika dibandingkan dengan tanaman buah lainnya, usia cangkok susu bisa ditanam/turun cangkok mulai umur sekitar 3 bulan, atau jika akar sudah terlihat penuh cangkokan siap dipotong untuk ditanam.

Demikian ulasan mengenai Cara Cangkok Susu Pohon Duku, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube grafting tree