Disebut mentimun baby karena mentimun jenis ini berukuran lebih kecil daripada mentimun pada umumnya, rasanyapun berbeda relatif lebih manis, segar, dan kandungan air tidak terlalu banyak. Masyarakat juga menyebut mentimun baby dengan mentimun lalapan karena buah yang kaya vitamin A, B dan C serta mineral ini cocok dijadikan lalapan sewaktu makan, pada dasarnya mentimun merupakan tanaman sayur-sayuran yang termasuk golongan labu-labuan, tumbuh menjalar atau memanjat menggunakan sulur dahan berbentuk spiral yang peka sentuhan, apabila ujungnya menyentuh galah atau ajir, maka dalam beberapa jam kemudian sulur tersebut akan melekat kuat pada galah atau ajir dan merambatinya.

Tanaman mentimun baby cukup adaptif terhadap berbagai jenis lahan, sedangkan optimalnya pada tan ah lempung berpasir yang mudah meloloskan air atau tidak mudah tergenang dan cahaya matahari penuh dengan suhu 22-23°C

Jika anda tertarik untuk menanamnya, berikut ini ulasan mengenai cara budidaya mentimun baby.

PENGOLAHAN LAHAN

Gemburkan lahan dengan dicangkul atau dibajak, kemudian buat bedengan dengan lebar 100  cm, tinggi 40-50 cm, untuk penanaman di musim kemarau disarankan tinggi bedengan cukup 30 cm saja, sebab air irigasi biasanya sulit didapatkan, sedangkan panjang menyesuaikan kondisi lahan dan jarak antar bedengan sekitar 70 cm. Bedengan ini masih berupa bedengan kasar atau setengah jadi, dikatakan demikian karena tanahnya baru dibentuk saja dan belum ditreatment dengan tindakan-tindakan penting lainnya.

Setelah terbentuk bedengan kasar langkah selanjutnya adalah menebarkan pupuk kandang yang sudah difermentasi di atas bedengan dengan dosis 2-3 ton untuk setiap 1000 meter persegi luasan lahan. Pupuk kandang fermentasi sangat baik untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah.

Selanjutnya taburkan dolomit atau kapur pertanian, dolomit adalah mineral yang mengandung kalsium dan magnesium kadar tinggi sehingga dapat menetralkan pH tanah, menetralisir kandungan zat yang apabila jumlahnya berlebihan dapat meracuni tanaman seperti alumunium, zat besi dan tembaga, membuat struktur tanah menjadi baik serta membantu mikrobiologi dan kimiawi tanah dapat bekerja dengan baik serta masih banyak lagi manfaat lainnya seperti membentuk unsur warna daun sehingga berwarna hijau dan sempurna.

Setelah itu aplikasikan pupuk anorganik NPK, tujuan utamanya adalah mempercepat, memperbanyak, memperkuat dan memperpanjang pertumbuhan akar tanaman, mempercepat pertumbuhan tunas, mencegah agar tanaman tidak kerdil, meminimalisasi kerontokan bunga dan buah dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Setelah bedengan diaplikasi pupuk kandang, dolomit dan pupuk NPK, tahap selanjutnya adalah merapikan tepi bedengan dengan cangkul, tindakan ini dilakukan sekaligus untuk mengendalikan gulma yang tumbuh di tepi bedengan terutama pada bedengan yang penggarapannya sempat tertunda beberapa hari karena cuaca sehingga ditumbuhi gulma. Kemudian tanah yang terkumpul pada parit bedengan dinaikkan ke atas untuk menimbun dan menutupi pupuk yang telah diaplikasikan sebelumnya.

Berikutnya adalah menggenangi lahan budidaya dengan air, pada lahan yang kondisi tanahnya kering, pengairan seperti ini tentu sangatlah penting, namun demikian pada lahan yang tanahnya basah atau lembab sekalipun, pengairan seperti ini juga tak kalah penting dilakukan, utamanya untuk memperkokoh bedengan dan mempermudah pemasangan mulsa plastik agar dapat dikunci dengan baik menggunakan bilah bambu.

Sampai disini bedengan siap dipasangi mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik ini memiliki lebar 120 cm. Pemasangannya dilakukan dengan mengunci ujung mulsa plastik dengan tanah bedengan menggunakan sebilah bambu kemudian gelar plastik mulsa memanjang sepanjang bedengan. Setelah mulsa plastik dipotong sesuai ukuran panjang yang dibutuhkan, lakukan penguncian pula di ujung mulsa plastik tersebut sebagaimana penguncian sebelumnya, begitupun pada mulsa plastik bagian samping perlu dikunci pula agar mulsa plastik rapat menutupi bedengan dan tidak mudah terbuka karena tertiup angin.

Setelah mulsa plastik terpasang langkah selanjutnya adalah melubanginya, jarak antar lubang pada sisi panjang kurang lebih 60 cm, sedangkan jarak antar lubang pada sisi lebar sekitar 25 cm.

Jika akan dilakukan penanaman tumpang sari dengan tanaman cabai misalnya, selain membuat lubang di tengah bedengan berjarak 60 cm pada sisi panjang ( untuk menanam mentimun ), buat pula 2 lubang  di kiri kanan ( untuk tanaman cabe ) sejajar dengan lubang tengah.

Agar menghasilkan lubang yang rapi serta presisi, maka pelubangan dilakukan dengan alat khusus, ujungnya bergerigi tajam sehingga sangat memudahkan dalam penggunaan.

Setelah pelubangan selesai dilakukan maka lahan budidaya mentimun baby dengan pola tumpang sari siap ditanami.

PENANAMAN

Dalam budidaya mentimun baby dapat dilakukan dengan menanam benih langsung pada lahan tanpa disemai terlebih dahulu, baik itu tanaman utama maupun tanaman sela. Benih dapat diperoleh di toko-toko pertanian maupun dibeli secara online seperti di SentraTani.com.

Dalam penanamannya benih mentimun baby ditanam pada lubang tanam di bagian tengah, jumlahnya 2 benih untuk setiap lubang tanam, sedangkan benih tanaman selanya, ditanam pada lubang tanam di samping kiri kanan.

Penanaman 2 benih mentimun baby pada setiap lubang tanam dimaksudkan agar masing-masing tanaman yang tumbuh pada waktunya nanti dirambatkan pada kiri dan kanan sesuai letak ajir yang dipasang.

PERAWATAN

Ajir dipasang dengan cara ditancapkan pada bagian tepi lubang benih cabai, dengan demikian tanaman mentimun baby yang ditanam diapit oleh dua buah ajir dengan jarak kurang lebih 25 cm pada sisi kiri dan kanan.

Panjang ajir yang digunakan panjangnya sekitar 1,75 m. Pemasangan ajir dapat dilakukan secara langsung setelah penanaman benih dilakukan atau beberapa hari setelahnya sembari menunggu tanaman mentimun baby tumbuh.

Pada umur 3-5 hari setelah tanam dilakukan penyulaman pada tanaman mati atau gagal tumbuh dengan benih yang baru.

Gulma yang tumbuh di sekitar bedengan atau lubang tanam harus dibersihkan agar tidak terjadi kompetisi makanan serta menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit.

Seiring dengan tumbuhnya tanaman mentimun baby, ajir-ajir yang terpasang selanjutnya saling dihubungkan menggunakan tali, tali yang dipergunakan tali plastik pada umumnya ataupun tali khusus untuk perambatan tanaman, dengan demikian nantinya tanaman mentimun baby akan merambati ajir dan tali yang dipasang. Pengikatan tali rambatan dilakukan pada ujung atas dan bagian tengah ajir.

Tanaman mentimun baby yang sudah muncul daunnya perlu diaplikasi dengan pupuk tambahan berupa pupuk NPK yang dilarutkan dengan air dengan dosis 2 kg untuk setiap 1000 meter persegi lahan, cara pengaplikasiannya dilakukan dengan dikocor dan dituangkan langsung melalui lubang tanam, yang terpenting pemupukan ini khusus diperuntukkan tanaman mentimun baby dan bukan pada tanaman cabai.

Pupuk tambahan diaplikasikan secara berkala setiap 1 minggu hingga 10 hari sekali.

Pengendalian hama dilakukan setelah tanaman berumur 7 hst, caranya adalah dengan menyemprotkan pengendali hama dengan bahan aktif sipermetrin, begitupun untuk pengendalian jamur atau cendawan patogen penyebab penyakit dilakukan dengan penyemprotan fungisida, sebagai tindakan untuk membunuh, menghambat atau mencegah berkembangnya jamur yang dapat merugikan kegiatan budidaya. Aplikasi pengendali hama ini dilakukan secara berkala setiap satu minggu hingga 10 hari sekali dan dihentikan penggunaannya menjelang panen.

PEMANENAN

Mentimun baby dipanen pada umur 25-30 HST pada penanaman di dataran rendah dan 35-40 HST pada dataran tinggi, menurut pengalaman, produksi mentimun baby yang baik mampu menghasilkan 3 ton per 1000 meter persegi, pemanenannya dapat dilakukan secara bertahap setiap satu hari selama satu bulan. Selesai memanen mentimun baby panen selanjutnya dapat dilakukan pada tanaman cabai, pemanenannyapun dapat dilakukan puluhan kali dengan interval 5-7 hari sekali.

Demikian ulasan mengenai cara budidaya mentimun baby, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih mentimun ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja