Bunga balsam atau Impatiens balsamina mungkin terasa asing didengar, bunga ini lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan bunga pacar air. Bunga ini berasal dari dataran Asia terutama India dan Burma.

Di Indonesia terdapat jenis bunga balsam lokal, namun warna bunga yang dihasilkan tidak seaneka ragam jenis bunga balsam impor.

Selain itu, batang bunga pacar air lokal juga berukuran relatif besar dan bunga yang dihasilkan relatif sedikit. Sehingga para pembudidaya lebih memilih menanam bunga balsam impor dibandingkan jenis lokal. Selain itu bunga balsam impor memiliki keunggulan dengan ukuran batang yang relatif lebih kecil, jumlah daun yang banyak dan juga mampu menghasilkan dalam jumlah banyak.

Selain keindahan bunganya, tanaman bunga balsam juga dikenal memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah daun bunga balsam dapat digunakan sebagai obat bisa ular dengan cara dimemarkan kemudian ditempelkan kebagian yang luka. Dan jika ditempelkan pada kuku dan dibiarkan hingga kering maka akan bisa menjadi pewarna alami kuku. Selain itu, bunga dari tanaman ini juga dapat digunakan sebagai obat luka bakar.

Untuk membudidayakan tanaman bunga balsam ini diawali dengan proses penyemaian benih untuk dijadikan bibit yang siap tanam. Adapun Cara Menyemai Benih Bunga Balsam serta penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut :

Menyiapkan Benih

Benih/biji bunga balsam bisa didapatkan dari buahnya, buah tanaman ini berwarna hijau berbentuk lonjong dengan biji berwarna hitam yang berukuran kecil di dalamnya. Pilihlah buah yang benar-benar tua dan dari tanaman yang sehat dan pertumbuhannya baik. Selain itu benih bunga balsam berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian.

Untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus tentunya perlu ada teknik penyemaian yang tepat, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Tahap Penyemaian

Setelah mendapatkan benih yang sesuai dengan pilihan anda. Maka, tahap selanjutnya adalah menyemai biji/benih

  • Sebelum disemai sebaiknya benih direndam ke dalam air selama sehari semalam.
  • Siapkan media semai berupa tanah halus dan kompos atau pupuk kandang.
  • Campur media hingga merata, kemudian masukkan kedalam polybag atau wadah tray semai.
  • Semai benih dengan memasukkan 2-3 biji pada setiap lubang tanam.
  • Biji bunga balsam hanya memerlukan waktu 3-4 hari untuk berkecambah.
  • Setelah 4 minggu dari penyemaian, bibit hasil penyemaian benih dapat dipindah tanam pada lahan penanaman sesungguhnya, pot ataupun polybag. Perlu diingat  bahwa tanaman ini merupakan jenis tanaman yang membutuhkan naungan, dan tidak dapat terkena cahaya matahari secara langsung, sehingga jika bibit ditanam pada lahan terbuka, maka perlu dipasang naungan diatasnya, atau bisa juga ditanam di bawah pohon besar. Dan jika penanaman dilakukan pada, maka letakkanlah pada tempat yang teduh seperti teras rumah dan sebagainya.

Demikian ulasan mengenai cara menyemai benih bunga balsam, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih bunga balsam ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : ilmubudidaya.com