Kelengkeng  Matalada atau kelengkeng hawai merupakan salah satu jenis buah kelengkeng  Dimocarpus longan yang memiliki keunggulan biji buah yang kecil dan buahnya yang berukuran besar menjadi keelokan tersendiri. Kelengkeng  matalada merupakan jenis kelengkeng dataran rendah sejenis dengan kelengkeng merah atau ruby longan.

Meskipun buahnya tidak sebanyak kelengkeng  lainnya, kelebihan dari kelengkeng matalada ini yaitu memiliki biji kecil yang seukuran lada ( itulah mengapa disebut dengan kelengkeng  matalada ), daging buahnya tebal, transparan sert kering, buahnya besar dengan diameter 2,5-3 cm serta berwarna putih. Sekilas bentuk kelengkeng  matalada ini mirip dengan jenis kelengkeng pada umumnya, yang menjadi sorotan utama pada jenis kelengkeng ini adalah kulit buahnya lebih putih mirip dengan duku.

Untuk membudidayakannya berikut ini panduan Cara Budidaya kelengkeng  Matalada.

Ciri-ciri kelengkeng  matalada :

  • Daunnya cenderung berbentuk lancip memanjang
  • Daging buah berwarna putih, tebal dan tidak terlalu berair
  • Tanaman tumbuh rimbun melebar
  • Biji buah sangat kecil seukuran biji lada
  • Beberapa bibit bisa berbuah pada usia 5 bulan, ideal untuk dibuahkan pada usia kurang dari 2 tahun ( dengan teknik perbanyakan bukan dari biji )
  • Sangat mudah ditanam dan dibuahkan dalam pot

SYARAT TUMBUH

  • Tanaman kelengkeng matalada lebih cocok ditanam di dataran rendah, dengan ketinggian ideal berkisar antara 200 hingga 600 m dpl.
  • Tanaman kelengkeng matalada akan tumbuh subur pada tanah liat berpasir, Jenis tanah gembur yang kaya dengan kandungan organik.
  • Suhu yang tepat untuk kelengkeng matalada berbunga dan berbuah berkisar 30-35 derajat celcius.
  • Intensitas curah hujan yang diinginkan tanaman kelengkeng matalada berkisar 1.500 mm/tahun.
  • Untuk membantu pertumbuhan, kelengkeng matalada sangat membutuhkan penyinaran sinar matahari secara penuh. penyinaran menjadi faktor yang penting khususnya pada saat kelengkeng matalada berbunga dan berbuah.

PERSIAPAN BIBIT

Bibit kelengkeng matalada yang berkualitas unggul memiliki ciri – ciri sebagai berikut

  • Berasal dari perbanyakan okulasi yang telah berumur minimal lima bulan dengan satu tunas mata tempel yang panjangnya minimal 40 cm.
  • Bibit telah memiliki enam helai daun.
  • Bebas dari serangan hama dan penyakit utama, pertumbuhannya normal, serta batangnya tegak.

PENANAMAN

Bibit kelengkeng matalada dapat ditanam langsung pada lahan dan bisa juga ditanam pada pot atau tabulampot, akan tetapi pada kesempatan kali ini akan kami ulas mengenai budidaya kelengkeng matalada dalam pot.

Tahapan dalam menanam kelengkeng matalada dalam pot sebagai berikut.

  • Masukkan pecahan genting ke dasar pot, lalu tambahkan media tanam, berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1 hingga mendekati bibir pot. Buat lubang tanam sebesar media tanam bibit.
  • Ambil bibit kelengkeng matalada, lalu sobek atau buka polybagnya menggunakan pisau atau gunting untuk mempermudah mengeluarkan bibit, lakukan dengan hati-hati agar media tanam pada polybag tidak pecah
  • Tanam bibit kelengkeng matalada tepat di tengah pot, usahakan agar berdiri tegak/tidak miring kemudian tambahkan media tanam, dan sedikit padatkan agar tanaman tegak
  • Siram tanaman sampai air keluar dari bagian bawah pot.
  • Letakkan tanaman ditempat teduh hingga tumbuh tunas tunas baru. Setelah itu, pindahkan tabulampot ke tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

PERAWATAN

Penyiraman

Pada musim kemarau penyiraman sebaiknya dilakukan 2 kali sehari secara teratur, hal ini untuk menjaga agar tanah selalu lembab, sehingga tanaman tidak kekurangan air.

Pembersihan gulma

Hal ini bertujuan agar nutrisi dalam tanah tidak terserap oleh tanaman pengganggu seperti gulma sehingga kebutuhan nutrisi kelengkeng tidak terganggu.

Penyinaran

Dalam pertumbuhannya bibit kelengkeng matalada harus terpapar sinar matahari secara penuh atau tidak terhalang dan juga ternaungi oleh pohon rindang disekitarnya, banyak sedikitnya intensitas cahaya akan mempengaruhi kesuburan tanaman kelengkeng.

Pemupukan

Agar tanaman kelengkeng cepat berbuah lakukan pemupukan secara teratur, pemupukan dapat dilakukan pada awal musim hujan dan ketika memasuki musim kemarau.

Pengaplikasian pupuk dilakukan dengan menabur atau membenamkan pupuk pada tanah di sekeliling tanaman dengan jarak kira-kira sejajar dengan lingkar luar tajuk daun.

Jenis pupuk yang digunakan bisa dengan pupuk kimia seperti ZA, NPK, KNO3 dan sebagainya, atau menggunakan pupuk organik berupa pupuk kandang atau  POC dan masih banyak lagi.

Pemangkasan

Pemangkasan ditujukan untuk pembentukan kanopi/tajuk tanaman dan pertumbuhan vegetatif sebelum berbuah, usahakan tinggi pohon kelengkeng matalada tidak lebih dari 4 meter. Pemangkasan juga diperlukan pada saat tanaman memasuki masa pembungaan dan pembuahan untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas buah yang baik.

Tanaman kelengkeng matalada muda umur 2-4 tahun perlu dipangkas pada ketinggian 60-80 cm, selanjutnya dipilih 3 cabang yang simetris untuk dipelihara hingga ketinggian 60 cm dan dipangkas pada ketinggian 30-40 cm dari pemangkasan pertama, hasil dari pemangkasan tersebut adalah cabang baru berjumlah 3-4 cabang. Adapun bentuk dan cara pemangkasannya adalah :

  • Pemangkasan tandan bunga jika lebih panjang dari 10 cm
  • Pemangkasan tandan buah sebanyak 10% dari tandan yang terbentuk
  • Pemangkasan tunas air agar pertumbuhan buah optimal

Pengendalian hama

Pengontrolan tanaman secara rutin perlu dilakukan untuk mengetahui keberadaan hama dan penyakit sejak dini. Pengetahuan dan pengalaman akan hama dan penyakit bagi pembudidaya kelengkeng merupakan hal penting dengan tujuan agar pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan lebih efektif dan efisien.

Untuk pestisida yang digunakan bisa menggunakan pestisida kimia atau organik dengan jenis dan dosis disesuaikan dengan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Akan tetapi jika hama dan penyakit masih dapat dikendalikan dengan bahan-bahan organik/alami sebaiknya tidak menggunakan pestisida bahan kimia karena dengan penggunaan pestisida organik buah akan lebih aman untuk dikonsumsi dan lebih ramah lingkungan.

Dengan melakukan perawatan yang baik, tanaman kelengkeng matalada hasil perbanyakan okulasi, cangkok dan sambung pucuk akan mulai berbuah pada umur 1-2 tahun sejak penanaman.

Tanda-tanda buah kelengkeng matalada yang siap dipanen antara lain ditandai dengan berubahnya warna kulit buah dari hijau menjadi kekuningan,mengeluarkan aroma khas kelengkeng serta buah terasa lunak jika ditekan dengan jari.

Demikian ulasan mengenai Cara Budidaya Kelengkeng Matalada, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit kelengkeng ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi