Tanaman kelengkeng yang ditanam dalam pot memiliki ketersediaan unsur hara yang terbatas, yaitu hanya tersedia pada media tanam dalam pot saja, berbeda dengan tanaman kelengkeng yang ditanam langsung pada lahan dimana akar tanaman dapat secara leluasa menjalar untuk mencari unsur hara dari dalam tanah.

Tanaman kelengkeng membutuhkan unsur hara dalam proses pertumbuhannya, selain untuk pertumbuhan tanaman unsur hara juga berfungsi dalam proses pembungaan dan pembuahan.

Setelah tanaman kelengkeng yang ditanam tumbuh dengan baik tentu yang ditunggu adalah munculnya bunga yang kemudian menjadi buah, terlebih lagi bagi tanaman yang baru ditanam dan belum pernah berbuah sama sekali.

Cara agar kelengkeng dalam pot cepat berbuah, kita dapat melakukan beberapa perlakuan khusus, apa saja perlakuan tersebut? Mari simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

Contoh tanaman kelengkeng yang akan diberi perlakuan adalah tanaman kelengkeng yang ditanam dalam pot dari bibit hasil cangkok dan telah memasuki fase generatif/sudah cukup umur kurang lebih 6 bulan sejak penanaman akan tetapi tidak kunjung berbuah.

PEMANGKASAN TUNAS AIR

Tunas air pada tanaman kelengkeng jika dibiarkan tumbuh terlalu banyak akan menghambat pertumbuhan bunga dan buah. Salah satu alasannya adalah karena nutrisi akan terserap untuk pertumbuhan tunas air tersebut. Sehingga pembentukan bunga dan buah tidak maksimal.

Oleh karena itu pemangkasan tunas air penting untuk dilakukan, agar penyerapan nutrisi terfokus pada proses pembungaan dan pembuahan.

STRES AIR

Stres air dilakukan dengan cara menghentikan penyiraman hingga tanaman terlihat layu. Penghentian penyiraman biasanya dilakukan 3-7 hari, tergantung pada cuaca dan jenis tabulampot.

Setelah tanaman layu baru dilakukan penyiraman secukupnya saja hanya untuk pemulihan tanaman agar segar kembali. Proses ini dilakukan selama 1 bulan. Jika perlakuan stres air dilakukan pada musim hujan, caranya adalah dengan menutup media tanam pada pot menggunakan tripleks atau seng.

Setelah 1 bulan, segera lakukan penyiraman atau pengairan hingga bunga muncul bersamaan dengan tumbuhnya daun baru. Pastikan selalu disiram secara rutin setelah adanya bakal bunga hingga saatnya panen buah dari tabulampot kelengkeng Anda.

PEMUPUKAN

Selain 2 cara di atas, pemupukan juga diperlukan untuk mempercepat proses pembungaan, adapun jenis pupuk, dosis, dan cara aplikasinya adalah sebagai berikut.

  1. Pupuk KNO3 kalium nitrat crystal dengan kandungan K2O 46% dan N 13%, yang berfungsi untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan, meningkatkan mutu, kualitas dan bobot buah.  aplikasi pupuk ini dapat dilakukan dengan cara penaburan, penyebaran, penyemprotan dan pengocoran. Kali ini kita akan mengaplikasikannya dengan cara kocor dengan dosis 5 gr/liter air.
  2. Pupuk NPK dengan dosis 3 gr/liter air.

Masukkan pupuk tersebut ke dalam air, aduk hingga merata. Aplikasikan pupuk tersebut dengan cara dikocorkan di sekitar pangkal tanaman kelengkeng dengan dosis sekitar 1 liter per tanaman. Pemberian pupuk untuk mempercepat proses pembungaan ini dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Demikian ulasan mengenai cara agar kelengkeng dalam pot cepat berbuah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit tanaman kelengkeng, pupuk, ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN