Tanaman kakao dalam setiap tahunnya dapat menumbuhkan bunga yang sangat banyak sekali yaitu 5000 sampai dengan 8000 bunga per pohonnya. Dari sekian banyak bunga tersebut yang perlu kita targetkan untuk menjadi buah cukup 1 sampai 2% saja. Misalnya jika dari 5000 bunga bisa menjadi buah 2% nya saja yaitu 100 buah, itu bisa menghasilkan lebih dari 2 kg biji kering per tahunnya dan ini sudah termasuk pohon dengan produktivitas yang cukup baik.

Sebagai tindakan pendukung agar memenuhi target perlu dilakukan kiat-kiat tertentu saat pohon kakao memasuki fase pembungaan dan pembuahan, dengan tujuan bunga tidak rontok dan pohon kakao dapat berproduksi secara optimal sesuai harapan.

Untuk mengetahui Cara Agar Bunga dan Buah Kakao Tidak Rontok silakan simak penjelasannya berikut ini.

Dalam hal ini secara garis besar terbagi menjadi 2, yaitu tindakan yang perlu dilakukan dan yang harus dihindari.

TINDAKAN YANG DILAKUKAN

  1. Pemberian nutrisi melalui pemupukan, baik itu pupuk organik atau anorganik. Pemberian pupuk organik dilakukan 1 kali per tahun sedangkan pupuk anorganik diberikan 2-3 kali per tahunnya. Dalam melakukan pemupukan ini karena tanaman kakao memasuki masa berbunga dan berbuah maka pupuk yang diberikan adalah pupuk dengan kandungan P dan K yang lebih dominan dari pupuk N agar terfokus pada pembentukan dan pembesaran buah. Adapun pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK, SP36 dan KCl. Untuk mengetahui penjelasan mengenai pemupukan secara lengkap dapat disimak pada artikel KampusTani sebelumnya yaitu Cara Pemupukan Kakao Agar Berbuah Lebat.
  2. Lakukan pemangkasan produksi. Pemangkasan produksi ini berkesinambungan dengan pemangkasan pemeliharaan. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan produktivitas tanaman. Pemangkasan produksi dilakukan dengan memangkas daun-daun agar tidak terlalu rimbun sehingga sinar matahari bisa tersebar merata ke seluruh organ daun. Sasaran pemangkasan produksi adalah ranting-ranting atau cabang tertier yang mendukung daun-daun tidak produktif, ranting-ranting yang sakit atau rusak dan cabang cacing. Ranting-ranting dengan daun yang terlindung atau kurang mendapat sinar matahari juga harus dipotong. Pemangkasan ini dilakukan satu hari setelah pemupukan.
  3. Lakukan pemangkasan tunas air yang tumbuh agar tidak ikut menyerap unsur hara, karena setelah dilakukan pemupukan biasanya akan tumbuh tunas-tunas air baru yang turut serta menyerap unsur hara. Maka dengan pemangkasan tunas air ini penyerapan unsur hara oleh tanaman terfokus pada pembungaan dan pembuahan.
  4. Pemberian nutrisi untuk menunjang pembentukan bunga dan buah  yaitu berupa pupuk yang diaplikasikan dengan menyemprotkannya pada daun atau disebut dengan pupuk daun. Dalam hal ini pupuk yang digunakan adalah pupuk dengan kandungan P dan K. Pupuk yang dapat digunakan diantaranya adalah pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate) dengan kandungan kalium dan phospat yang berfungsi untuk membantu tanaman dalam pembentukan bunga dan buah serta membantu mencegah bunga dan buah tersebut rontok. Selain itu tambahkan pula pupuk boron yang aplikasinya dibarengkan dengan MKP. Waktu aplikasi pupuk MKP ini adalah pada saat tanaman mulai terlihat muncul calon-calon bunga. Setelah 10 hari dari pemupukan pertama, lakukan kembali pemupukan daun yang ke 2 menggunakan pupuk MKP sesuai sesuai dosis pada label kemasan, akan tetapi pada pemupukan ke 2 ini tanpa menggunakan pupuk boron.

TINDAKAN YANG DIHINDARI

  1. Hindari pemberian pupuk dengan kandungan N yang tinggi saat tanaman memasuki fase pembungaan dan pembuahan baik itu pupuk urea atau pupuk daun karena akan memicu pertumbuhan vegetatif (tunas baru dan daun) sehingga bunga atau buah biasanya akan rontok.
  2. Saat tanaman kakao berbunga lebat, hindari pemangkasan berat yaitu pada tajuk-tajuknya dan pemangkasan pada fase ini hanya dilakukan pada tunas-tunas air saja. Itulah mengapa pemangkasan produksinya dilakukan pada tahap awal.
  3. Hindari penyemprotan fungisida berbahan aktif tembaga pada saat tanaman kakao berbunga lebat karena dapat mengakibatkan daunnya menjadi layu.

Selain itu faktor cuaca juga berpengaruh pada proses pembentukan bunga dan buah kakao, seperti hujan lebat atau kemarau panjang ekstrim yang menimpa tanaman kakao yang sedang berbunga dapat berakibat rontoknya bunga dan bakal buah.

Demikian ulasan mengenai Cara Agar Bunga dan Buah Kakao Tidak Rontok, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih kakao ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube LANDUH