Saat ini budidaya kedelai edamame mulai banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Jenis kedelai yang berasal dari Jepang ini memiliki bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kedelai biasa. Dimana jenis kedelai edamame ini mampu mencapai bobot hingga 30 gram per 100 bijinya.

budidaya kedelai edamame

Selain karena faktor ukurannya yang lebih besar, masyarakat menyukai jenis kedelai ini karena memiliki banyak fungsi. Sejak polong kedelai masih berwarna hijau atau saat usia muda, kedelai ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Kedelai edamame juga bisa dimanfaatkan sebagai jenis makanan kecil seperti kacang dengan cara direbus. Selain itu, kedelai ini bisa pula diolah menjadi susu, jus, pastry edamame, kripik dan lain sebagainya.

Kandungan protein yang melekat pada kedelai ini pun cukup lengkap. Dimana kandungan protein yang dimilikinya sama sebagaimana kandungan protein pada susu, telor atau juga daging. Bagi mereka yang memiliki masalah kolesterol, juga sangat dianjurkan mengkonsumsi produk kedelai edamame ini. Mengingat dalam kedelai ini terdapat zat anti kolesterol yang cukup bermanfaat bagi kesehatan seseorang.

Potensi

Dengan adanya manfaat yang cukup banyak dari kedelai edamame ini, tak salah jika peluang dari budidaya kedelai edamame ini cukup menjanjikan.  Potensi pasar yang cukup terbuka ini, masih ditambah dengan adanya data bahwa petani yang mengembangkan budidaya kedelai edamame di Indonesia pada saat ini masih sangat sedikit. Sebaliknya, permintaan pasar akan jenis kedelai ini cukup berlimpah. Sehingga produk  yang ada di pasar akan dengan mudah diserap oleh pasar.

Pada saat ini, hasil panen kedelai edamame ini tidak hanya ditujukan untuk pasar dalam negeri saja. Namun, sebagian hasil panen kedelai edamame ini juga dikirim ke luar negeri, khususnya ke negara asalnya yaitu Jepang.

Dari data yang ada, kebutuhan permintaan kedelai edamame di dalam negeri setiap tahunnya mencapai 700 ton. Sementara kebutuhan kedelai edamame untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri, setiap bulan mencapai 40 kontainer. Faktanya, jumlah tersebut baru dipenuhi sebanyak 4 kontainer saja.

Proses penanaman

Proses budidaya kedelai edamame sendiri tidak sulit. Dimana kedelai ini hanya perlu ditanam pada lahan yang berketinggian minimal 200 meter di atas permukaan laut, dengan suhu antara 26-30 derajat celcius. Hal yang mutlak harus ada adalah kecukupan sinar matahari.

Benih yang dibutuhkan pun cukup terjangkau. Dimana untuk satu hektar lahan hanya dibutuhkan benih sekitar 80-100 kilogram saja. Jenis benih yang banyak ditanam oleh petani adalah jenis varietas Ryoko. Karena varietas ini memiliki bentuk yang lebih besar dengan cita rasa manis.

Artikel Terkait

Budidaya Kedelai Pasar Kedelai Kedelai sudah menjadi makanan wajib bagi masyarakat Indonesia, budidaya kedelai seharusnya menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan bua...
Budidaya Pala Pala merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa dengan mudah tumbuh di kawasan Indonesia. Itulah mengapa, budidaya pala sudah banyak dilakukan di In...
Budidaya Sayur Bayam Bayam adalaha jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena sayuran ini banyak mengadung vitamin dan mineral. Ada tiga jenis bayam yang ...
Cara Menanam dan Merawat Bunga Kol Bunga kol membutuhkan cara dan waktu tanam yang tepat agar hasil panennya maksimal, karena itu diperlukan varietas bunga kol yang jelas hasil produksi...
Cara Menanam Kangkung di Polybag Selama ini masih sedikit orang yang mengetahui cara menanam kangkung di polybag. Selama ini orang masih berpikiran bahwa untuk menanam kangkung, harus...
Budidaya Kangkung Darat Budidaya kangkung darat pada saat ini sudah mulai dikenal di masyarakat. Kangkung darat merupakan satu dari dua jenis kangkung, selain kangkung air. P...
Budidaya Brokoli Potensi Pasar Brokoli Memiliki harga jual yang mahal serta banyak orang membutuhkannya. Kedua alasan inilah yang menjadi dasar mengapa banyak orang...
Keuntungan Budidaya Jagung Manis Selama ini banyak orang yang ragu untuk melakukan budidaya jagung manis. Hal ini karena menanam jagung manis, memiliki resiko yang lebih tinggi daripa...