Jambu brazil atau jambu biji brazil dapat tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah, buah jambu brazil dapat dimakan langsung atau dibuat jus sebagai buah kaya vitamin C, daunnya dapat digunakan untuk obat diare akut dan kronis, luka berdarah dan sariawan, kadar kolesterol darah meninggi dan lain-lain.

Jambu brazil memiliki struktur fisik yang indah dan unik sehingga kerap dipilih sebagai bahan untuk membuat bonsai yang bernilai estetika tinggi.

Jambu biji brazil buahnya berkulit merah muda dan merah tua saat tua dan matang.

Perbedaan jambu biji brazil dengan jambu biji lainnya yaitu daunnya seperti daun beringin, batangnya seperti batang jambu pada umumnya, bentuk tanaman unik dan bisa tumbuh rimbun sehingga bagus jika untuk tanaman hias di taman, bahkan bagus juga jika dibuat bonsai karena batangnya lentur sehingga mudah dibentuk dan diatur.

Tempat menanam jambu brazil mensyaratkan harus mendapat sinar matahari sepenuhnya.

PERSIAPAN BIBIT DAN PENANAMAN

Untuk mendapatkan bibit jambu brazil yang cepat menghasilkan buah, perbanyakannya dapat dilakukan dengan sistem pencangkokan dan melalui biji. Namun dalam hal ini pilihan termudah adalah perbanyakan tanaman jambu brazil dengan melalui penyemaian biji, karena perbanyakan yang dilakukan secara cangkok memiliki tingkat kegagalan tumbuh hingga 60%. Hal ini disebabkan batang jambu biji brazil memiliki kambium yang tipis dan getah yang kering.

Perbanyakan tanaman jambu biji brazil yang tingkat keberhasilan tumbuhnya baik adalah melalui penyemaian biji. Untuk mendapatkan biji diambil dari buah yang sudah matang di pohon, pilih buah yang sehat dari pohon yang sehat juga.

Siapkan media tanam untuk persemaian, media tanam yang digunakan sebaiknya berupa organik seperti campuran tanah dan pupuk kandang, sebagai media yang aman, terbebas dari bahan kimia seperti piduskam, kemudian masukkan ke dalam pot atau polybag.

Benamkan biji kedalam media semai baik berupa pot polybag atau lainnya, kemudian karantina di tempat yang terbuka dan teduh selama sekitar 3 minggu.

Lakukan penyiraman secara rutin sampai sekitar minggu ke 3 biasanya sudah mulai terlihat perkecambahan.

Budidaya jambu brazil melalui biji tersebut akan mencapai tingkat keberhasilan tingkat tumbuhnya sebanyak 85%, selanjutnya setelah tanaman tumbuh subur dan berumur 7-8 bulan bibit jambu brazil sudah dapat dipindahkan pada media tanam yang lebih besar dan luas. Selanjutnya bibit jambu brazil sudah dapat diletakkan di area yang terkena sinar matahari langsung.

Sampai pada tahap ini bibit jambu brazil sudah memiliki nilai ekonomis, di beberapa daerah  anakannya sudah dihargai Rp. 12.000-15.000 per pohonnya, untuk yang tinggi sekitar 1 meter dihargai Rp. 200.000, sementara yang sudah mencapai 2 meter harganya sudah mencapai sekitar Rp. 750.000.

TAHAP PERAWATAN

Lakukan pembentukan dan pemangkasan pohon yang sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan, pemangkasan tanaman juga merupakan cara agar tanaman rajin berbuah.

Penyiraman dilakukan rutin sesuai kebutuhan tanaman seperti ketika tanah terlihat kering. Penyiraman dilakukan secukupnya jangan sampai tergenang atau terlalu sedikit

Penggantian media tanam sebaiknya dilakukan setelah tanaman berusia 2 tahun dan juga bersamaan dengan penggantian pot dengan ukuran yang lebih besar agar mendapatkan tanaman yang pertumbuhannya maksimal. Untuk memindahkan tanaman pada pot baru, terlebih dahulu pada dasar pot diberi tambahan sekam.

Sedangkan penyakit dan hama yang sering mengganggu tanaman jambu brazil adalah kutu loncat. Untuk mengatasinya dapat dilakukan penyemprotan insektisida.

Mulai umur 1,5 tahun tanaman jambu brazil akan tumbuh dengan subur dan produktif berbuah.

Demikianlah ulasan mengenai budidaya jambu brazil, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja