Tanaman ekor kucing atau akalipa secara umum digunakan sebagai tanaman hias rumahan karena bentuk, struktur dan warna bunganya unik dan sangat cerah.

Seiring meningkatnya kesadaran akan tanaman herbal sebagai obat tradisional, kini akar kucing banyak dibudidayakan seperti untuk apotik hidup tanaman obat keluarga (toga).

Tanaman ekor kucing yang dalam bahasa latinnya Acalypha hispida Burm. F masuk dalam famili Euphorbiaceae.

Ekor kucing merupakan tanaman asli dari Hindia Barat.

Tanaman ekor kucing banyak namanya didaerah di tanah air, di Jawa disebut ekor kucing, ekor kera, buntut kucing, tali anjing dan ikut lutung jika di Bali, hal ini merujuk dengan bentuk bunganya yang unik.

Pada tanaman ekor kucing terkandung zat dan manfaat yang berguna bagi kesehatan manusia. Tercatat dalam farmakologi Cina, ekor kucing bersifat rasa manis, sejuk, kelat dan dapat menghentikan pendarahan. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah daun dan bunga ekor kucing.

Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada daun ekor kucing adalah acalyphin, flavonoid, saponin dan tanin yang berkhasiat untuk mengobati kelainan warna kulit, bercak-bercak putih pada kulit karena kehilangan pigmen atau vitiligo, mengobati penyakit kusta, disentri, batuk darah, luka berdarah, sariawan dan lain-lain.

Sedangkan bunganya mengandung saponin dan tanin yang berkhasiat untuk menghentikan pendarahan, hemostatis dan peluruh kencing georetik, luka bakar, mimisan, cacingan, radang usus dan muntah darah.

Pemakaian tanaman ekor kucing bila untuk obat yang diminum dengan cara merebus 10-30 gram bunganya lalu air rebusannya diminum. Jika untuk pemakaian sebagai obat luar cukup dengan menggiling daun atau bunganya secukupnya sampai halus lalu tempelkan pada tempat yang sakit. Kegunaan tanaman ekor kucing untuk penyakit kulit vitiligo yang menyerang warna kulit dimana kulit penderita terdapat bercak putih karena kekurangan pigmen, caranya adalah cuci satu genggam daun ekor kucing segar dan kencur seukuran setengah ibu jari lalu digiling sampai halus selanjutnya balurkan kemudian dibalut pada bagian tubuh yang mengalami kelainan warna dan berbercak putih. Lakukan pengobatan dengan cara demikian rutin setiap hari.

Jika anda tertarik untuk membudidayakannya, mari simak ulasan mengenai budidaya tanaman ekor kucing berikut ini.

TAHAP PEMBIBITAN

Perbanyakan tanaman ekor kucing dapat dilakukan dengan cara cangkok dan stek batang, perbanyakan yang mudah dilakukan dan tingkat kegagalan tumbuh yang kecil adalah dengan cara stek sungkup, berikut ini langkah-langkahnya :

  • Pilih batang untuk bakal bibit yang akan di stek
  • Potong beberapa batang dari pohon induk
  • Berikan fungisida pada penampang bekas potongan

TAHAP PENYEMAIAN DAN PENANAMAN

  • Media tanam yang tepat untuk pertumbuhan maksimal tanaman ekor kucing yang maksimal yaitu tanah humus, kompos atau media tanam dengan komposisi seimbang seperti pupuk kandang, tanah gembur, humus daun dan sekam, campurkan semua bahan hingga merata dan masukkan ke dalam pot kecil
  • Siram terlebih dahulu media tanam dalam pot dengan larutan air yang sudah dicampur vitamin B1 sampai tanah benar-benar lembab
  • Tanam beberapa batang bibit ekor kucing yang ujung pangkalnya sudah diolesi fungisida, dalam satu pot dapat ditanam beberapa bibit
  • Potong daun-daun yang tua, dan sisakan beberapa helai daun muda pada pucuk
  • Sungkup dengan plastik dan ikat ujung bawah plastik pada pot

  • Letakkan di tempat yang teduh
  • Proses tersebut akan berlangsung selama 2 minggu tanpa perlu dilakukan penyiraman sama sekali, karena dengan teknik stek sungkup tersebut, sirkulasi air dalam media, penguapan dan proses memasak makanan pada daun terjadi di dalam sungkup plastik dengan sendirinya
  • Setelah 2 minggu biasanya tunas-tunas daun baru sudah tumbuh dengan warna hijau muda, sebagai pertanda bahwa proses stek sudah berlangsung dengan baik, saat itu plastik sungkup sudah dapat dibuka
  • Biarkan selama  satu bulan dengan tujuan memberi kesempatan pada bibit atau anakan tanaman ekor kucing menyesuaikan diri.
  • Selanjutnya bibit sudah siap dipindahkan pada pot atau polybag, bisa juga ditanam langsung pada lahan, atau juga di pekarangan rumah sebagai tanaman hias.

Dengan media yang lebih luas pertumbuhan tanaman ekor kucing dapat tumbuh besar hingga tingginya mencapai 3 meter.

Biasanya tanaman ekor kucing sudah mulai berbunga, dalam rentang waktu satu bulannya, tanaman bunga ekor kucing sudah menghasilkan bunga beberapa kali, jumlah kuntum bunga per tanamannya bisa mencapai belasan kuntum, namun aroma bunganya tidak harum.

Tanaman ekor kucing dapat tumbuh optimal di dataran rendah beriklim panas dengan temperatur suhu 20-35°C, mendapatkan penyinaran matahari sepanjang hari sangat disukai tanaman tersebut.

Bagi pecinta tanaman hias, untuk tanaman hias ekor kucing tidak cocok bila diletakkan di dalam ruangan, tanaman ini dalam pertumbuhannya membutuhkan kelembaban tinggi. Kondisi udara yang kering akan mengakibatkan daunnya rontok dan mengundang timbulnya serangan tungau merah.

Agar tanaman ini tetap dalam kondisi sehat, perlu dilakukan pemangkasan yang teratur setiap tahun, pemangkasan dapat dilakukan sampai dengan setengah ukuran tinggi pohonnya. Disarankan bunga akalipa/bunga ekor kucing yang mati atau bunga yang muncul untuk pertama kalinya akan lebih baik jika dibuang saja.

Pemeliharaan tanaman ekor kucing tergolong mudah, penyiraman dilakukan secukupnya melihat kondisi media, satu kali sehari. Upayakan kelembaban selalu terjaga, jangan sampai media dan tanaman mengalami kekeringan yang dapat mengakibatkan perkembangannya terhambat bahkan mengakibatkan kematian pada tanaman.

Untuk menjaga tanaman tetap sehat, diperlukan pemupukan sebulan sekali, pupuk yang digunakan biasanya menggunakan pupuk organik, pupuk kandang, NPK bunga serta pupuk yang tingkat penguraiannya lambat seperti dekastar.

Dengan begitu banyak manfaatnya bagi pengobatan berbagai macam penyakit dan peran pentingnya sebagai apotek hidup, peluang budidaya tanaman ekor kucing sudah seharusnya diusahakan sebagai investasi obat keluarga sekaligus sebagai tanaman hias yang mempercantik lingkungan rumah.

Demikianlah ulasan mengenai budidaya tanaman ekor kucing, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja