Selada (Lactuca sativa L.) adalah sayuran daun yang termasuk dalam famili Compositae. Menurut jenisnya ada yang membentuk krop dan ada pula yang tidak. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunnya berbentuk rosette. Warna daun selada hijau terang sampai putih kekuningan. Selada jarang dibuat sayur, biasanya hanya dibuat salad atau lalapan.

Menanam selada cukup mudah, sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan bagi anda yang tidak memiliki lahan luas dapat menanam selada di polybag atau di pekarangan sekitar rumah.

Adapun cara menanam selada di polybag selengkapnya adalah sebagai berikut :

PERSIAPAN BENIH

Langkah awal dalam memulai menanam selada adalah menyiapkan benih berkualitas unggul. Karena benih unggul memiliki daya tumbuh yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap serangan hama penyakit. Sehingga dengan menggunakan benih unggul keberhasilan budidayanya lebih menjanjikan.

Benih-benih selada berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian, seperti di SentraTani.com.

PERSEMAIAN BENIH

Sebelum ditanam, benih selada sebaiknya disemai terlebih dahulu agar mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Media semai yang digunakan adalah tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1. Campurkan bahan tersebut dengan mengaduknya hingga merata. Masukkan media semai ke dalam baki persemaian, tray semai, polybag ataupun wadah sejenisnya.

Ambil benih selada secukupnya, taburkan secara merata di atas media persemaian akan tetapi jangan terlalu rapat. Siram persemaian menggunakan sprayer hingga lembab dan merata.

Letakkan persemaian di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jaga kelembaban persemaian dengan menyiramnya setiap hari atau saat media terlihat kering.

Bibit selada hasil persemaian benih siap dipindah tanam setelah berumur 21 hari sejak penyemaian, atau ditandai dengan bibit yang telah memiliki 3 helai daun.

PENANAMAN BIBIT

Sembari menunggu bibit siap pindah tanam, siapkan wadah untuk media tanam berupa polybag, dengan syarat memiliki lubang-lubang kecil di bawahnya agar air siraman nantinya tidak menggenang di dalamnya.

Selanjutnya siapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1, campurkan semua bahan hingga merata, kemudian masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag .

Tanam bibit selada pada polybag dengan menanam 1 bibit pada setiap polybag, kemudian siram hingga lembab.

TAHAP PERAWATAN

Perawatan tanaman selada dalam polybag meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan serta pengendalian hama penyakit.

Lakukan penyiraman secara rutin yaitu pada pagi dan sore hari, terutama pada saat tanaman berada pada fase pertumbuhan awal.

Meskipun selada ini ditanam dalam polybag, gulma atau rumput liar biasanya tetap tumbuh pada media di polybag, jika terdapat rumput segera cabut karena rumput ini berpotensi merebut unsur hara dari dalam polybag, mengingat unsur hara yang tersedia dalam polybag sangat terbatas. Bersihkan pula rumput liar yang tumbuh di sekitar polybag, karena rumput juga bisa menjadi tanaman inang dari hama penyakit.

Pemupukan tanaman selada ini dilakukan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang telah melalui proses fermentasi atau pupuk kandang yang telah matang yang ditandai dengan ciri fisiknya yang gembur, tidak berbau dan berwarna hitam. Pemupukan ini juga harus rutin dilakukan untuk mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman, karena unsur hara yang tersedia dalam polybag sangat terbatas. Pemupukan selada ini bisa juga menggunakan pupuk NPK.

Serangan hama penyakit dapat berakibat menurunnya produktivitas tanaman, baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu kehadirannya perlu dikendalikan, apabila populasinya di lahan telah melebihi batas ambang ekonomi (AE). Dalam budidaya selada pengendalian hama sebaiknya dilakukan secara terpadu.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada dasarnya terdiri atas dua kegiatan pengendalian yaitu usaha-usaha pencegahan (preventive controls) dan penggunaan pestisida (pesticide controls). Penggunaan pestisida boleh dilakukan apabila cara pertama sudah digunakan tetapi belum memberikan hasil optimal.

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman selada antara lain kutu daun (Myzus persicae) dan penyakit busuk akar karena Rhizoctonisap . Pengendaliannya dilakukan sesuai dengan hama penyakit yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan pestisida yang aman sesuai kebutuhan dengan memperhatikan ketepatan pemilihan jenis, dosis, volume semprot waktu, interval aplikasi dan cara aplikasi.

Tanaman selada dapat dipanen setelah berumur 2 bulan. Panen dapat dilakukan dengan cara mencabut batang tanaman dengan akar-akarnya atau memotong pangkal batang. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terik, agar selada tetap segar dan tidak layu.

Demikian ulasan mengenai cara menanam selada, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih selada ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.