Bunga kol merupakan sayuran favorit yang banyak disukai berbagai kalangan, karena memiliki segudang manfaat yang terkandung di dalamnya, selain itu sayur ini cukup mudah didapatkan dan dengan harga yang cukup terjangkau.

Akan tetapi sayur bunga kol yang banyak tersedia di pasaran, kita tidak mengetahui proses budidayanya apakah dibudidayakan secara organik atau malah dibudidayakan menggunakan bahan-bahan kimia yang membahayakan kesehatan, karena penggunaan bahan-bahan kimia sintetis pada sayuran akan meninggalkan residu kimia dan juga mencemari lingkungan jika tidak dilakukan secara tepat.

Oleh karena itu bunga kol yang ditanam secara organik tentunya akan lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dan akan lebih menyenangkan jika anda dapat menanamnya sendiri. Penanaman bunga kol ini cukup mudah dilakukan dan jika anda tidak memiliki lahan luas, bunga kol ini dapat ditanam dalam polybag.

Jika anda tertarik untuk menanamnya, berikut ini penjelasan lengkap mengenai cara menanam bunga kol secara organik.

PERSIAPAN BENIH

Langkah awal yang penting untuk dilakukan adalah memilih benih bunga kol berkualitas unggul, karena benih unggul memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap serangan hama penyakit, sehingga keberhasilan budidayanya lebih optimal. Benih bunga kol berkualitas unggul kini sangat mudah didapatkan di toko-toko pertanian di sekitar anda baik itu offline atau online seperti SentraTani.com.

TAHAP PENYEMAIAN

Sebelum ditanam, benih bunga kol perlu disemai terlebih dahulu, untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat ditanam, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Siapkan media semai berupa campuran tanah yang sudah diayak dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1, aduk semua bahan hingga merata.

Masukkan media semai tersebut ke dalam wadah persemaian seperti tray semai atau sejenisnya.

Masukkan satu benih pada setiap lubang tray semai, akan tetapi jika menggunakan baki persemaian, taburkan benih bunga kol secara merata pada media semai sesuai kebutuhan, jangan terlalu padat, tutup menggunakan media semai yang sama agar benih yang disemaikan terhindar dari serangan serangga seperti semut.

Siram persemaian benih bunga kol secukupnya saja sampai cukup hanya sampai media lembab, jangan terlalu basah karena dapat mengakibatkan benih bunga kol menjadi busuk.

Letakkan persemaian pada tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung, dan guyuran air hujan.

Benih dalam persemaian biasanya akan tumbuh dalam 5-7 hari sejak penyemaian.

Setelah benih tumbuh letakkan di tempat yang terkena sinar matahari pagi beberapa jam saja untuk membantu proses fotosintesis, karena bibit yang baru tumbuh belum tahan terhadap paparan matahari secara penuh sepanjang hari.

Penyiraman persemaian dilakukan hanya jika media semai terlihat kering saja, karena jika berlebihan dapat mengakibatkan busuknya akar atau pangkal batang bibit yang tumbuh.

Bibit hasil persemaian dapat dipindah tanam setelah memiliki 3-4 daun atau berumur 30 hari setelah penyemaian.

TAHAP PENANAMAN

Sembari menunggu bibit siap pindah tanam, siapkan wadah untuk media tanam berupa polybag, dengan syarat memiliki lubang-lubang kecil di bawahnya agar air siraman nantinya tidak menggenang di dalamnya.

Komposisi media tanam yang digunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1, campurkan semua bahan hingga merata, kemudian masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag .

Tanam bibit bunga kol pada polybag dengan menanam 1 bibit bunga kol pada setiap polybag, kemudian siram hingga lembab.

TAHAP PERAWATAN

Perawatan tanaman bunga kol yang ditanam secara organik meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan serta pengendalian hama penyakit.

Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin yaitu pada pagi hari sebelum jam 8 atau pada sore hari di atas jam 5 sore, terutama pada saat tanaman berada pada fase pertumbuhan awal.

Penyiangan

Meskipun bunga kol ini ditanam dalam polybag, gulma atau rumput liar biasanya tetap tumbuh pada media di polybag, jika terdapat rumput segera cabut karena rumput ini berpotensi merebut unsur hara dari dalam polybag, mengingat unsur hara yang tersedia dalam polybag sangat terbatas. Bersihkan pula rumput liar yang tumbuh di sekitar polybag, karena rumput juga bisa menjadi tanaman inang dari hama penyakit.

Pemupukan

Pemupukan tanaman bunga kol ini dilakukan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang telah melalui proses fermentasi atau pupuk kandang yang telah matang yang ditandai dengan ciri fisiknya yang gembur, tidak berbau dan berwarna hitam. Pemupukan ini juga harus rutin dilakukan untuk mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman, karena unsur hara yang tersedia dalam polybag sangat terbatas.

Pengendalian hama penyakit

Serangan hama penyakit dapat berakibat menurunnya produktivitas tanaman, baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu kehadirannya perlu dikendalikan, apabila populasinya di lahan telah melebihi batas ambang ekonomi (AE). Dalam budidaya bunga kol secara organik sebaiknya dilakukan pengendalian hama terpadu.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada dasarnya terdiri atas dua kegiatan pengendalian yaitu usaha-usaha pencegahan (preventive controls) dan penggunaan pestisida (pesticide controls). Penggunaan pestisida boleh dilakukan apabila cara pertama sudah digunakan tetapi belum memberikan hasil optimal.

Demikian ulasan mengenai cara menanam bunga kol secara organik, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih bunga kol ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com