Nangka adalah nama dari salah satu jenis pohon, sekaligus nama buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae, nama ilmiahnya adalah Artocarpus heterophyllus. Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama jackfruit.

Buah nangka jika sudah masak dapat dimakan langsung maupun diolah menjadi beraneka jenis makanan. Buah nangka yang masih muda dapat dimanfaatkan sebagai sayuran diantaranya yang populer adalah Gudeg Jogja dan Nasi Megono yang sangat familiar sangat mudah ditemukan di pantura jawa Tengah seperti Batang, Pekalongan dan Pemalang, yang mana dari kedua masakan tersebut berbahan baku nangka muda.

Untuk membudidayakan tanaman buah nangka, hal penting yang harus anda miliki adalah bibit. Bibit tanaman buah nangka dapat diperoleh dari toko-toko pertanian maupun membuatnya sendiri. Jika anda tertarik untuk membuatnya sendiri berikut ini langkah-langkah pembibitan tanaman buah nangka melalui metode sambung pucuk.

Sambung pucuk/grafting merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif buatan yang sudah lama dikenal dan digunakan masyarakat luas untuk memperbaiki sifat tanaman baik sifat yang berkaitan kualitas ataupun yang berkaitan dengan kuantitas.

Pada prinsipnya, grafting adalah menggabungkan dua bagian tanaman yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut.

Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya adalah batang bawah dan batang atas. Bagian batang bawah yang memiliki perakaran dan menerima sambungan disebut dengan rootstock, understock, ataupun stock. Bagian atas yang digunakan untuk menyambung disebut dengan scion. Scion dapat berupa potongan batang atas/entres (cutting) atau juga dapat berupa mata tunas tanaman. Jika scion yang digunakan adalah cutting, maka disebut dengan grafting. Namun jika scion yang digunakan adalah mata tunas, maka disebut dengan penempelan, budding, atau okulasi.

Berikut ini tahapan Teknik Sambung Pucuk Pohon Nangka:

Dalam pembuatan bibit nangka melalui grafting ada dua bagian penting yang harus siap dalam waktu bersamaan, bagian yang pertama adalah batang bawah yang bertugas untuk bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan yang kedua adalah batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah.

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

  • Pisau okulasi, cutter, silet, atau pisau apa saja asalkan tajam dan steril
  • Plastik PE 02 atau plastik es lilin untuk mengikat sambungan dan menyungkup
  • Batang bawah dan batang atas (entres)

PERSIAPAN BATANG BAWAH

Batang bawah yang digunakan untuk grafting adalah bibit tanaman nangka yang berasal dari persemaian biji yang ukuran diameter batangnya sudah sebesar pensil, bibit biasanya ditanam di polybag.

Pilihlah bibit yang sehat, pertumbuhannya bagus, batang tegak dan kokoh.

PERSIAPAN BATANG ATAS/ENTRES

Pohon induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit.

Ambil entres dari pohon induk berupa cabang yang ujungnya tidak sedang tumbuh ( tidak terdapat daun muda/cabang dorman), sudah mulai muncul mata tunas yang nantinya akan menjadi tunas baru dan potong entres dari pohon induk.

Pangkas semua daunnya untuk mencegah penguapan. Pada saat pemangkasan daun lakukanlah dengan hati-hati agar tidak mengenai mata tunas, karena mata tunas berada pada ketiak daun.

TAHAP PENYAMBUNGAN

  • Potong batang bawah kurang lebih 10  cm dari pangkal batang.
  • Batang bagian bawah dibelah sekitar 2 cm dengan menggunakan pisau, cutter atau silet tepat di tengah sehingga kedua sisinya sama.
  • Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji, panjang entres kira-kira 10-15 cm.
  • Sisipkan pada belahan batang bawah, upayakan ukuran batang atas dan bawah kurang lebih sama, usahakan sambungan serapat mungkin dan tidak terdapat rongga udara karena dapat menyebabkan pembusukan pada entres.
  • Kemudian ikat sambungan, jika menggunakan plastik es untuk mengikat maka ditarik terlebih dahulu agar memanjang kemudian dibelah menggunakan cutter/pisau.
  • Ikat sambungan menggunakan plastik PE atau plastik es tersebut, dengan cara melilitnya yang dimulai dari bagian bawah ke atas dengan sistem pemasangan genting hingga seluruh bagian sambungan tertutup rapat.
  • Sungkup sambungan menggunakan plastik es lilin, ikat plastik sungkup pada bagian bawahnya agar tidak mudah lepas, pengikatan sekedarnya saja jangan terlalu rapat
  • Letakkanlah bibit sambungan di area yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung, baik itu di bawah naungan pohon atau paranet  akan tetapi jangan diletakkan di dalam rumah. Setelah berumur 3-4 minggu dari penyambungan, biasanya entres sudah mulai tumbuh tunas baru.

Demikian ulasan mengenai Teknik Sambung Pucuk Pohon Nangka, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Bibit Unggul