Pupuk Penguat Bunga dan Buah

Pada musim hujan seperti saat sekarang ini salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh para petani adalah gugurnya bunga dan buah dari tanaman yang dibudidayakan, baik itu ditanam di sawah, ladang ataupun di pekarangan rumah.

Nah, untuk mengatasi kerontokan pada bunga dan buah terutama pada saat musim hujan salah satu caranya adalah dengan memberikan pupuk penguat bunga dan buah. Sehingga jika bunga dan buah kuat maka meskipun musim hujan bunga dan buah dapat bertahan dan tidak rontok. Dan pada kesempatan kali ini pupuk penguat bunga dan buah yang akan kita ulas penjelasannya adalah pupuk berbahan dasar organik yang tinggi kandungan kalium dan kalsiumnya yang mana kedua kandungan tersebut dapat mencegah kerontokan bunga dan buah. Apa saja bahan yang dibutuhkan, bagaimana cara membuatnya serta bagaimana cara aplikasi dan dosisnya? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

BAHAN DAN ALAT

Pupuk penguat bunga dan buah dapat dibuat dengan bahan yang sangat sederhana bahkan dapat dikatakan sebagai sampah dapur. Bahan tersebut adalah kulit pisang dan cangkang telur.

Kulit pisang adalah bahan organik yang mengandung unsur kalium (potasium) dalam jumlah yang sangat tinggi dan beberapa unsur hara lainnya seperti fosfor, magnesium dan unsur-unsur lainnya. Kulit pisang yang telah dikeringkan mengandung unsur kalium dengan prosentase 42% dari bobot kering kulit pisang tersebut. Unsur kalium ini berperan penting untuk memperkuat dinding sel tanaman, memperkuat daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit, dan yang terpenting adalah memperkuat ikatan antara bunga dan buah dengan tangkai tanaman.

Sedangkan cangkang telur adalah bahan organik yang tersusun dari 90% kalsium karbonat yang berperan untuk memperkuat dan merawat dinding sel pada tanaman terutama pada bagian ujung seperti ujung akar sehingga dapat memperlancar pengangkutan nutrisi dari dalam tanah menuju ke bagian-bagian tanaman terutama pada bagian bunga dan buah sehingga dapat memperkuat dan mencegah kerontokan.

Adapun alat yang dibutuhkan adalah alat penumbuk untuk menghaluskan bahan pupuk tersebut.

PROSES PEMBUATAN

Keringkan kulit pisang dengan cara menjemurnya di bawah terik matahari, agar lebih cepat kering, terlebih dahulu potong-potong kulit pisang menjadi bagian kecil. Setelah penjemuran selama kurang lebih 3-4 hari, kulit pisang sudah benar-benar kering.

Dan setelah kering, tumbuk kulit pisang tersebut hingga benar—benar halus, tumbuk pula cangkang telur hingga benar-benar halus.

Setelah keduanya ditumbuk halus, campurkan dengan mengaduknya hingga merata.

CARA APLIKASI KE TANAMAN

Cara aplikasi pupuk penguat bunga dan buah ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dilarutkan dengan air untuk disiramkan atau disemprotkan ke tanaman dan ditaburkan secara langsung pada media disekitar tanaman.

Untuk aplikasi dengan cara disiramkan dan disemprotkan, terlebih dahulu larutkan pupuk tersebut dengan air dan diamkan selama 24 jam dan siap digunakan dengan menyiramkannya pada media tanam disekitar tanaman atau menyemprotkannya pada tanaman bunga untuk mencegah kerontokan.

Sedangkan untuk pemupukan tanaman buah-buahan, akan lebih bagus diberikan dengan cara menaburkannya secara langsung di media tanam sekeliling tanaman.  

Adapun untuk dosis penggunaannya sesuaikan saja dengan ukuran dan usia tanaman. Dan untuk waktu pemberiannya yang terbaik adalah pada saat tanaman  mulai berbunga.

Demikian ulasan mengenai cara membuat pupuk penguat bunga dan buah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli pupuk organik ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube ALAM ORGANIK

Bacaan Terkait