Tanaman kakao akan mengalami penurunan produksi ketika tanaman berusia kira-kira 15 – 25 tahun.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tanaman kakao yang sudah tidak produktif lagi adalah dengan melakukan peremajaan.

Peremajaan pohon kakao dapat dilakukan dengan sambung samping (tempel/okulasi) dan sambung pucuk.

Akan tetapi pada kesempatan kali ini Kampus Tani hanya akan mengulas mengenai peremajaan tanaman kakao dengan cara sambung samping.

Sambung samping merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Teknik ini dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh petani kakao, utamanya pada kondisi tanaman yang relatif tua, tingkat intensitas serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) dan penyakit pembuluh kayu atau lebih dikenal dengan penyakit vascular streak dieback (VSD). Kondisi tersebut mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas hasil tanaman kakao.

Teknik sambung samping memberikan keuntungan dari segi waktu dan biaya. Dari sisi waktu, pelaksanaan kegiatan relatif singkat.

Tanaman lebih cepat berproduksi dibandingkan tanam ulang (replanting). Teknik sambung samping juga memungkinkan batang bawah dapat berfungsi sebagai penaung sementara dan masih diharapkan menghasilkan buah kakao sebelum batang sambungan berproduksi.

Untuk memperbaiki hasil, batang atas atau entres harus berasal dari klon unggul. Klon kakao unggul umumnya memiliki tingkat ketahanan terhadap penyakit busuk buah pada level moderat dan tahan terhadap kekeringan.

Untuk mengetahui cara peremajaan tanaman kakao dengan cara sambung samping, silakan simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • Entres atau batang atas
  • Gunting dahan dan pisau okulasi, cutter, silet atau pisau apa saja asalkan tajam dan steril
  • Plastik PE 02 atau plastik es lilin untuk mengikat sambungan
  • Plastik es untuk menyungkup

PERSIAPAN BATANG ATAS/ENTRES

Ambil entres dari pohon induk pohon kakao  berupa cabang yang ujungnya tidak sedang tumbuh (tidak terdapat daun muda/cabang dorman), usahakan sudah mulai muncul mata tunas yang nantinya akan menjadi tunas baru, potong entres dari pohon induk.

Pangkas semua daunnya untuk mencegah penguapan yang tinggi. Pada saat pemangkasan daun lakukanlah dengan hati-hati agar tidak mengenai mata tunas, karena mata tunas berada pada ketiak daun.

Pohon induk yang akan diambil entresnya harus berasal dari varietas unggul, produktivitas tinggi, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit.

TAHAP PENYAMBUNGAN

Sayat/kupas kulit batang pohon kakao yang akan dilakukan peremajaan tersebut menggunakan pisau, hingga kambiumnya, penyayatan dilakukan dari atas ke bawah sepanjang 4-5 cm kemudian potong dan sisakan sedikit untuk menyisipkan entres. Penyayatan ini pada ketinggian sekitar 40-60 cm dari permukaan tanah. Usahakan pula area penempelan/sambungan bisa langsung terkena sinar matahari pagi atau berada di timur.

Usahakan sayatan jangan sampai tersentuh tangan.

Entres yang sudah dipangkas semua daunnya dipotong sepanjang 10-15 cm, sayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji, akan tetapi sayatan dibuat lebih panjang sebelah yang merupakan bagian yang akan ditempelkan nantinya. Irisan dibuat selurus mungkin sehingga saat ditempelkan tidak terdapat rongga dan menempel dengan sempurna.

Sisipkan entres pada sayatan dan usahakan penyisipan serapat mungkin.

Ikat sambungan menggunakan plastik es, plastik PE 02 atau grafting tape hingga sambungan dan separuh batang entres tertutup. Sungkup separuh entres bagian atas yang tidak diikat, kemudian ikat sungkup tersebut. Tujuan penyungkupan ini adalah untuk menjaga kelembaban entres dan menjaganya dari gangguan hama.

Demikian ulasan mengenai Peremajaan Tanaman Kakao, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih kakao ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube petani milenial nusantara