Meski budidaya tanaman mentimun tergolong mudah, akan tetapi memerlukan perawatan tanaman yang benar dan tepat untuk menunjang keberhasilan budidayanya.

Secara garis besar, perawatan tanaman mentimun meliputi pemasangan ajir, penyiraman, pembersihan rumput/gulma, pemupukan susulan, perambatan tanaman, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit, berikut ini penjelasan selengkapnya :

PEMASANGAN AJIR

Untuk mendapatkan buah yang baik beri ajir pada setiap lubang tanam, pemasangan ajir dilakukan pada hari ke 4 atau ke 5 setelah tanam tujuannya agar tidak merusak perakaran tanaman. Ajir biasanya terbuat dari belahan bambu setinggi kurang lebih 2 m.

Biasanya setiap ajir dari dua tanaman yang bersebelahan diikat ujung atasnya, ini dilakukan agar ajir lebih kokoh menopang tanaman dan buah nantinya.

PENYIRAMAN

Penyiraman dilakukan rutin setiap hari sampai umur tanaman 2-3 minggu setelah pindah tanam, pada umur selanjutnya penyiraman dapat dilakukan 2-3 hari sekali.

PEMBERSIHAN GULMA

Sedangkan pembersihan gulma dan rumput liar dilakukan secara rutin, baik itu gulma yang tumbuh pada bedengan maupun pada parit antar bedengan, pasalnya gulma dan rumput liar merupakan tanaman inang dari beberapa jenis OPT mentimun dan juga agar gulma tidak ikut menyerap unsur hara yang dibutuhkan tanaman mentimun.

PEMUPUKAN SUSULAN

Untuk pemupukan susulan dilakukan saat tanaman berusia 3 minggu setelah tanam, pupuk yang digunakan adalah UREA sebanyak 130 kg per hektar. Pupuk diletakkan dalam lubang tanam sedalam 5-7 cm dari pangkal batang, selanjutnya pupuk ditutup tanah.

PERAMBATAN TANAMAN

Perambatan tanaman perlu dilakukan untuk menopang tanaman tumbuh menjalar secara optimal mengikuti ajir. Perambatan dilakukan dengan mengikatkan tanaman ke ajir menggunakan tali rafia secara hati-hati.

Pengikatan dapat dimulai pada tanaman mentimun berumur 10-15 HST dengan mengikatkan batang yang berada di bawah cabang utama, pada usia itu biasanya tanaman sudah setinggi 10-15 cm.

PEMANGKASAN

Pemangkasan atau perempelan tunas pada ketiak daun dilakuakan bersamaan dengan perambatan, tujuannya agar percabangan tidak terlalu banyak, karena jika percabangan terlalu banyak akan berpengaruh pada ukuran buah mentimun yang dihasilkan. Perempelan ini dapat dilakukan setiap 1 minggu sekali.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

Sebagai pelengkap, anda dapat melakukan penyemprotan pestisida. Pada umur tanaman 1-3 minggu digunakan fungisida berkategori sistemik, setelah melewati usia tersebut dapat dipilih fungisida berkategori kontak.

Namun jika setelah umur tanam 4 minggu ditemukan gejala serangan penyakit, sebaiknya digunakan fungisida berbahan aktif ganda.

Untuk mencegah penyakit antraknosa dapat dipilih fungisida asibensolar-s-metil + mancozeb, aplikasinya dilakukan sejak tanaman mulai berbunga.

Sedangkan untuk mencegah penyakit embun tepung pada umur 7, 14 dan 21 HST tanaman dapat disemprot menggunakan fungisida chlorotamil + mandipropamid.

Tanaman mentimun mulai berbunga pada usia 20 HST, dan berbuah pada usia 35-40 HST. Panen dapat dilakukan setiap hari selama 1-1,5 bulan.

Demikian ulasan mengenai perawatan tanaman mentimun, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih mentimun ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube PANAH MERAH TV