Buah pepaya merupakan salah satu jenis buah yang cukup populer di Indonesia. Selain terjangkaunya harga, kesegaran dan kelezatan buahnya menjadikan buah ini banyak digemari masyarakat. Dari beberapa jenis buah pepaya, pepaya bangkok asal Thailand ini juga cukup banyak dibudidayakan di Indonesia.

Tanaman pepaya bangkok tumbuh baik pada ketinggian 700-1000 mdpl, suhu udara 22-26 derajat Celcius, jenis tanah subur, gembur, banyak humus dan mampu menahan banyak air.

Jika anda tertarik untuk membudidayakannya, berikut ini cara budidaya pepaya bangkok selengkapnya :

PERSIAPAN BENIH DAN PENYEMAIAN

Budidaya pepaya bangkok diawali dengan penyemaian benih.

Benih pepaya bangkok dapat diperoleh dengan anda membuatnya sendiri, caranya yaitu dengan menggunakan biji pepaya yang diambil dari buah pepaya yang telah masak dan berkualitas baik serta berasal dari pohon pilihan. Caranya, belah buah pepaya, keluarkan bijinya kemudian cuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang. Selanjutnya, keringkan biji pepaya di tempat yang teduh.

Atau jika tidak ingin repot, benih pepaya bangkok berkualitas saat ini cukup mudah didapatkan di toko-toko pertanian baik itu offline maupun online seperti SentraTani.com.

Adapun cara menyemai benih pepaya bangkok selengkapnya adalah sebagai berikut :

Langkah pertama siapkan benih pepaya bangkok sesuai kebutuhan, kebutuhan benih pepaya bangkok per hektar lahan adalah 60 gram.

Setelah siap, benih pepaya sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam larutan bakterisida 2 cc/l selama 1-2 jam, lalu tiriskan dan ditaburi fungisida.

Media semai yang digunakan merupakan campuran tanah dan pupuk kandang matang yang keduanya telah diayak dengan perbandingan 2:1, ditambah 50 gram TSP dihaluskan, dan 30 gram bakterisida bubuk. Aduk semua bahan hingga tercampur merata, selanjutnya masukkan pada polybag berukuran 20×15 cm.

Buat lubang tanam pada media dengan kedalaman 1 cm, masukkan benih pada lubang tanam tersebut, kemudian tutup dengan tanah. Selanjutnya, siram benih setiap hari.

Benih akan berkecambah setelah berumur  12-15 hari sejak penyemaian.

Saat bibit hasil persemaian benih telah mencapai ketinggian 15-20 cm atau berumur  45-60 hari, bibit pepaya bangkok sudah siap ditanam pada lahan penanaman sesungguhnya.

TAHAP PERSIAPAN LAHAN

Bersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam dari rumput dan semak-semak. Gemburkan lahan dengan dicangkul atau dibajak. Buat bedengan dengan lebar 2 m, tinggi 30 cm, sedangkan panjangnya menyesuaikan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 60 cm. Berikan pupuk kandang pada bedengan dan diamkan selama 1 minggu. Buat lubang tanam dengan jarak 2 m.

TAHAP PENANAMAN

Sebelum penanaman, isi lubang tanaman dengan pupuk kandang. Tanam bibit pepaya pada lubang tanam yang telah dipersiapkan, sdikit padatkan agar bibit pepaya tertanam erat dan tidak mudah roboh. Setelah selesai penanaman segera lakukan penyiraman.

PERAWATAN TANAMAN

Lakukan penyiangan gulma di sekitar tanaman pepaya minimal 2 minggu sekali.

Lakukan penyiraman tanaman 2 kali sehari pada awal penanaman, dan setelah cukup besar cukup menyiramnya ketika diperlukan. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai ada air yang menggenang.

Pemupukan susulan dilakukan secara berkala yaitu :

Pada usia 0-1 bulan pupuk yang diberikan adalah 50 gr ZA, 25 gr Urea, 50 gr TSP dan 25 gr KCL.

Pada usia 1-3 bulan pupuk yang diberikan adalah 75 gr ZA, 35 gr Urea, 75 gr TSP dan 40 gr KCL.

Pada usia 3-6 bulan pupuk yang diberikan adalah 75 gr ZA, 50 gr Urea, 75 gr TSP dan 40 gr KCL.

Untuk usia lebih dari 6 bulan pupuk yang diberikan adalah 100 gr ZA, 60 gr Urea, 75 gr TSP dan 75 gr KCL.

TAHAP PEMANENAN

Pepaya bangkok dapat dipanen pada usia 9-12 bulan dan pemanenannya pun dapat dilakukan sebanyak 10 kali.

Demikian ulasan mengenai budidaya pepaya bangkok, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih pepaya bangkok ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Sumber : Channel Youtube GALLERY JUNICHI