Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan yang bernama Fusarium oxysporum yang menyerang pada bagian akar tanaman. Gejala penyakit ini adalah tanaman akan terlihat segar pada saat pagi hari dan menjadi layu di siang hari, lalu segar kembali saat sore hari. Kondisi seperti ini akan berlangsung selama beberapa hari, sampai pada akhirnya tanaman terong menjadi mati.

Layu fusarium bisa menyerang tanaman terong kapan saja, terutama pada musim hujan, karena cendawan fusarium oxysporum mudah berkembang biak dan mudah menyebar dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Tingkat kelembaban udara yang tinggi sangat berpengaruh terhadap perkembangbiakan cendawan penyebab layu fusarium ini. Genangan air hujan di lahan dan pH tanah yang rendah juga turut mempengaruhi perkembangbiakannya.

Serangan penyakit layu fusarium bisa terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari pembibitan, tanaman muda hingga tanaman yang sudah berproduksi. Serangan penyakit ini jika tidak segera dilakukan penanganan dapat menurunkan hasil produksi bahkan dalam beberapa kasus dapat menggagalkan panen.

Maka dari itu agar tanaman terong yang dibudidayakan terbebas dari penyakit layu fusarium sebaiknya melakukan pencegahan sebelum tanaman terserang.

Untuk mengetahui Pencegahan Layu Fusarium Pada Tanaman Terong, silakan simak penjelasannya berikut ini.

Pencegahan layu fusarium pada tanaman terong dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah melakukan pergiliran atau rotasi tanaman, membersihkan tanaman inang dan gulma yang mengganggu, menggunakan mulsa plastik ketika musim hujan, mengatur jarak tanam, mengocorkan trichoderma sebelum penanaman dan setiap satu minggu sekali setelah penanaman dan mencabut dan segera memusnahkan tanaman terong yang sudah terserang.

Selain yang telah disebutkan di atas, pencegahan layu fusarium pada tanaman terong juga dilakukan dengan aplikasi pestisida secara berkala.

Pestisida yang digunakan adalah fungisida dengan bahan aktif mancozeb 80%, dengan merek dagang misalnya Dithane M-45, selain itu juga gunakanlah insektisida dengan bahan aktif diafentiuron 500 g/l seperti misalnya merek dagang Agus 500 SC, sehingga selain melakukan pencegahan terhadap layu fusarium sekaligus pencegahan terhadap hama seperti kutu-kutuan. Disamping itu agar penggunaan pestisida lebih efektif gunakanlah perekat pestisida yang banyak dijual di pasaran.

Adapun dosis pestisida serta perekatnya, sesuaikan saja dengan dosis yang tertera pada label kemasan.

Pencegahan layu fusarium dan hama menggunakan pestisida pada tanaman terong bisa dilakukan dari usia 7 HST dengan interval penyemprotan 10-15 hari sekali, atau dilihat dari situasi serta keadaan tanaman.

Demikian ulasan mengenai cara Pencegahan Layu Fusarium Pada Tanaman Terong, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pestisida, benih terong ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Pan Angga