Agar tanaman jagung yang ditanam pada lahan tumbuh dan berproduksi secara optimal maka pemupukan merupakan hal wajib yang harus dilakukan untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Pupuk pada tanaman jagung ini juga sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya hasil panen dan kualitas hasil panen itu sendiri, terlebih lagi jika jenis jagung yang ditanam merupakan jagung hibrida, alasannya karena jagung hibrida merupakan tanaman yang sangat responsif terhadap penyerapan pupuk, sehingga jika pemupukan tidak dilakukan dengan tepat ataupun disepelekan tidak mustahil jika hasil produksinya akan lebih buruk dibandingkan jagung non hibrida.

Dalam melakukan pemupukan tanaman apa saja, tak terkecuali jagung ada 4 tepat yang harus diperhatikan yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara.

Pemupukan tanaman jagung terbagi menjadi 3 fase pemupukan

  1. Pemupukan dasar, dalam pemberian pupuk dasar ini, pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik. Para petani biasanya melakukan pemupukan dasar ini dengan menggunakan pupuk organik untuk menutup lubang tanam jagung, sehingga kebutuhan nutrisi tanaman jagung sampai pemupukan berikutnya tetap terpenuhi dan pertumbuhannya tidak terganggu.
  2. Pemupukan susulan 1 (fase vegetatif) dilakukan pada umur tanaman jagung 2- 3 minggu setelah tanam.
  3. Pemupukan susulan 2 (fase generatif) dilakukan pada umur 5 minggu atau diatas 36 HST.

Dan pada artikel kali ini akan kami ulas mengenai pemupukan tanaman jagung fase generatif, berikut ini penjelasan selengkapnya.

Pemupukan susulan pada fase generatif (pembungaan) atau pupuk susulan ke 2 dilakukan pada usia tanaman jagung 5 minggu setelah tanam atau di atas 36 HST.

Pada saat memasuki fase berbunga, kebutuhan nutrisi tanaman berbeda dengan pupuk pada fase vegetatif. Jika pada fase vegetatif tanaman membutuhkan unsur Nitrogen (N) yang tinggi, maka pada saat tanaman jagung memasuki fase berbunga unsur yang yang dibutuhkan yaitu unsur Fosfor/Phospat (P) dan menurunkan Nitrogennya (N).

Jadi pupuk yang digunakan adalah NPK dengan menambahkan SP-36 dengan perbandingan 1:1. Disini unsur N dan K masih tetap ada namun unsur P menjadi lebih banyak. Jika tidak mendapatkan pupuk NPK atau hendak mencampur sendiri maka pupuk yang digunakan adalah ZA+SP36+KCL dengan perbandingan 1:3:1 sehingga unsur P yang terdapat dalam pupuk SP36 lebih tinggi.

Cara aplikasi pupuk susulan ke 2 ini juga berbeda dengan aplikasi pupuk susulan pertama yaitu dengan cara dikocor atau dengan mencairkan pupuk terlebih dahulu dan diaplikasikan dengan menyiramkannya di sekitar pangkal tanaman.

Adapun dosisnya adalah 5 sendok makan NPK dan 5 sendok makan SP36, dosis tersebut untuk dilarutkan ke dalam 10 liter air. Sedangkan untuk pemupukan tanaman yang lebih banyak tinggal menyesuaikan dosis tersebut.

Dosis aplikasi pengocoran pupuk ini adalah 500 cc atau sekitar 2 gelas ukuran sedang per tanaman.

Demikian ulasan mengenai cara Pemupukan Tanaman Jagung Fase Generatif atau pemupukan susulan ke 2, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk, benih jagung ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN