Tanaman jambu madu yang ditanam dalam pot berbeda dengan yang ditanam langsung pada lahan, karena akar memiliki keterbatasan dalam memperoleh unsur hara yaitu hanya mengandalkan dari media tanam yang sangat terbatas yaitu dari dalam pot saja, maka dari itu pemupukan merupakan hal mutlak yang wajib dilakukan agar tanaman jambu madu tersebut dapat tercukupi kebutuhan unsur haranya sehingga dapat tumbuh, berkembang dan berproduksi secara optimal. Terlebih lagi bagi tanaman jambu madu yang sedang memasuki proses pembuahan atau sedang berbuah.

Pemupukan jambu madu dalam pot yang sedang berbuah berbeda dengan pemupukan tanaman jambu madu dalam pot pada fase perawatan/pemupukan rutin sebagaimana telah diuraikan pada artikel sebelumnya yaitu Cara Pemupukan Jambu Madu dalam Pot.

Perbedaan itu meliputi jenis dan dosis pupuk yang diberikan, karena tanaman jambu madu dalam fase ini memiliki kebutuhan nutrisi dari pupuk yang berbeda pula, selain itu cara dan waktu aplikasinya pun berbeda, tujuannya tidak lain adalah agar proses pembentukan buah dapat optimal dan dapat menghasilkan produksi buah yang maksimal.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa dalam pemupukan tanaman jambu madu yang ditanam dalam pot harus mengacu pada 4 tepat, yaitu tepat waktu, tepat jenis/kandungan unsur hara, tepat dosis dan tepat cara aplikasinya.

Untuk mengetahui penjelasan mengenai Pemupukan Jambu Madu dalam Pot Yang Sedang Berbuah selengkapnya silakan simak penjelasannya berikut ini.

WAKTU APLIKASI, JENIS DAN DOSIS PUPUK

Pemupukan pada fase pembuahan ini dimulai sejak bunga pada tanaman jambu madu mekar dan bulu-bulu pada bunga telah rontok, dan sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Sedangkan pupuk yang diberikan adalah NPK 16:16:16 dan KCL dengan waktu aplikasinya adalah satu minggu sekali karena pada fase pembuahan ini tanaman membutuhkan nutrisi yang stabil, akan tetapi diberikan dalam dosis yang rendah yaitu ½ sendok makan NPK dan ¼ sendok makan KCL untuk setiap tanaman dalam pot.

Dan agar buah jambu yang dihasilkan lebih renyah, dagingnya halus dan manis maka 1 minggu sebelum dipanen pupuk yang diaplikasikan cukup KCL saja tanpa NPK, karena selain berfungsi untuk mengurangi kerontokan pupuk KCL juga berfungsi untuk menjaga kemanisan buah.

CARA APLIKASI

Cara aplikasi pupuk jambu madu fase berbuah ini juga berbeda dengan pemupukan perawatan rutin, jika biasanya dilakukan dengan membuat alur dengan mencongkel tanah maka cara aplikasi pada fase berbuah ini tidak disarankan mencongkelnya, karena dikhawatirkan akan merusak perakaran, dimana akar sedang bekerja keras dalam menyuplai unsur hara untuk pertumbuhan tanaman serta pembuahan, sehingga cukup dengan menaburkan pupuk di sekeliling pangkal batang pada permukaan tanah.

Dengan ditabur begitu saja tanpa menimbun apakah pupuk tidak menguap ke udara dengan percuma?

Maka dari itu untuk menghindari penguapan tersebut, sebelum penaburan pupuk, terlebih dahulu dilakukan penyiraman pada media tanamnya hingga basah merata, sehingga dengan media yang basah pupuk akan meresap secara perlahan.

Mengapa tidak ditabur pupuk baru kemudian disiram? Karena jika demikian penyerapan pupuk tidak merata, akan tetapi akan hanyut terbawa arus air dan terkumpul ke satu arah aliran air dan tidak merata.

Setelah pembuahan selesai pemupukan kembali seperti semula yaitu sebagaimana telah diuraikan pada artikel sebelumnya yaitu Cara Pemupukan Jambu Madu dalam Pot.

Demikian ulasan mengenai Pemupukan Jambu Madu dalam Pot Yang Sedang Berbuah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk, bibit jambu madu ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube saipun annuar,sp