Setelah sebelumnya kita ulas mengenai cara pemupukan jambu madu yang ditanam pada lahan, maka pada artikel ini akan kita ulas mengenai cara pemupukan jambu madu yang ditanam dalam pot atau biasa disebut dengan tabulampot jambu madu.

Tanaman jambu madu yang ditanam dalam pot berbeda dengan yang ditanam langsung pada lahan, karena akar memiliki keterbatasan dalam memperoleh unsur hara yaitu hanya mengandalkan dari media tanam yang sangat terbatas yaitu dari dalam pot saja, maka dari itu pemupukan merupakan hal mutlak yang wajib dilakukan agar tanaman jambu madu tersebut dapat tercukupi kebutuhan unsur haranya sehingga dapat tumbuh, berkembang dan berproduksi secara optimal.

Dalam pemupukan tanaman jambu madu yang ditanam dalam pot harus mengacu pada 4 Tepat, yaitu tepat waktu, tepat jenis/kandungan unsur hara, tepat dosis dan tepat cara aplikasinya.

Untuk mengetahui penjelasan mengenai Cara Pemupukan Jambu Madu dalam Pot selengkapnya silakan simak penjelasannya berikut ini.

JENIS, DOSIS DAN WAKTU PEMUPUKAN

  1. Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur sekitar 1 bulan sejak penanaman, pupuk yang diberikan adalah NPK 15:15:15 dengan dosis 1 sendok makan per tanaman per pot.
  2. Pemupukan ke 2 dilakukan dua minggu setelah pemupukan pertama, pupuk yang diberikan adalah NPK 15:15:15 dengan dosis 1 sendok makan per tanaman per pot.
  3. Pemupukan ke 3 dilakukan dua minggu setelah pemupukan ke 2, adapun jenis dan dosis pupuk yang diberikan adalah 1/2 kg kompos/pupuk organik , 1 sendok makan TSPĀ  dan 1 sendok teh KCL.

Rotasi pemupukan berikutnya dilakukan setiap 2 minggu sekali sesuai dosis yang telah disebutkan di atas.

CARA APLIKASI PUPUK

Setelah mengetahui jenis, dosis dan waktu aplikasi pupuk, tahapan selanjutnya adalah cara aplikasi atau pemberian pupuk tersebut. Cara aplikasi pupuk ini tidak boleh asal tabur saja, agar pupuk-pupuk tersebut dapat terserap secara optimal oleh tanaman.

Untuk pupuk NPK, sebelum diaplikasikan terlebih dahulu buatlah alur/parit melingkar di sekeliling pinggir pot. Setelah alur dibuat taburkan pupuk melingkar mengikuti alur tersebut secara merata, kemudian tutup kembali menggunakan tanah. Cara tersebut dilakukan tujuannya agar tidak terjadi penguapan pupuk ke udara.

Sedangkan untuk mengaplikasikan pupuk Organik, TSP dan KCL terlebih dahulu gemburkan permukaan media, akan tetapi jangan terlalu dalam, tambahkan pupuk organik dan campurkan merata dengan tanah yang telah digemburkan kemudian rapikan kembali.

Untuk pupuk TSP dan KCL cara aplikasinya sama dengan pupuk NPK, yaitu sebelum diaplikasikan terlebih dahulu buatlah alur/parit melingkar di sekeliling pinggir pot. Setelah alur dibuat taburkan pupuk melingkar mengikuti alur tersebut secara merata, kemudian tutup kembali menggunakan tanah.

Akan tetapi jika pada saat tiba jadwal pemupukan berbarengan dengan fase berbunga, maka pemupukan ditunda 1-2 minggu hingga bunga mekar dan bulu-bulunya rontok, dan menjadi pentil barulah bisa dilakukan pemupukan, karena jika dipaksa melakukan pemupukan dapat mengakibatkan bunga rontok.

Dan setelah tanaman berbuah cara pemupukannya dilakukan tanpa membuat alur dan penggemburan tanah media, melainkan cukup hanya menaburkan di atas media dalam pot saja.

Demikian ulasan mengenai Cara Pemupukan Jambu Madu dalam Pot, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk, bibit jambu madu ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube saipun annuar,sp