Dalam budidaya gambas atau oyong selain perawatan tanaman intensif, hal penting yang harus dilakukan adalah pemupukan, karena pemupukan sangat berperan penting untuk menunjang keberhasilan budidayanya.

Pemupukan merupakan proses untuk memperbaiki atau memberikan tambahan unsur-unsur hara pada  tanah, baik secara langsung atau tidak langsung, agar dapat memenuhi kebutuhan bahan makanan pada tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Tujuan dilakukan pemupukan antara lain untuk memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, memberikan nutrisi untuk tanaman, dan memperbaiki kualitas serta kuantitas tanaman.

Maka dari itu, selain harus mengetahui jenis-jenis pupuk dan proses penyerapan pupuk tersebut, maka diharuskan pula mengetahui dan memahami cara menggunakan pupuk pada tanaman, sehingga proses pemupukan tersebut bisa lebih efektif dan efisien.

Pemupukan tanaman gambas terbagi menjadi 2 fase, yaitu fase vegetatif (fase pertumbuhan, yaitu pemupukan susulan ke 1 dan ke 2) dan fase generatif (pembentukan bunga dan buah yaitu dimulai dari pemupukan susulan ke 3)

Pada artikel kali ini, akan kami ulas mengenai pemupukan gambas fase generatif, meliputi jenis pupuk, dosis pupuk, waktu dan cara aplikasinya, berikut ini penjelasan selengkapnya.

WAKTU PEMUPUKAN

Pemupukan tanaman gambas fase generatif atau fase pembungaan dan pembuahan ini dilakukan ketika tanaman berusia 30 hari dari penanaman biji.

JENIS DAN DOSIS PUPUK

Jenis pupuk yang diaplikasikan untuk pemupukan tanaman gambas fase generatif adalah pupuk NPK Phonska, KNO3 merah dan pupuk MKP.

Adapun dosisnya adalah 7 ons pupuk NPK Phonska, 4 sendok makan KNO3 Merah dan 4 sendok makan MKP dosis tersebut untuk dilarutkan dengan 25 liter air. Pupuk perlu dilarutkan terlebih dahulu karena pemupukan akan dilakukan dengan cara dikocor/disiramkan.

CARA DAN DOSIS APLIKASI

Larutkan semua pupuk sesuai dosis yang telah disebutkan di atas ke dalam 25 liter air. Agar memudahkan dalam pencampurannya, larutkan semua pupuk tersebut dengan air dalam wadah kecil terlebih dahulu, aduk hingga benar-benar larut kemudian baru dicampurkan dengan air yang lebih banyak.

Aplikasikan larutan pupuk tersebut dengan mengocorkan/menyiramkannya di sekitar pangkal batang tanaman dengan dosis 100 ml per tanaman, sehingga dari 25 liter larutan pupuk ini dapat diaplikasikan untuk 250 tanaman.

Sedangkan untuk pemupukan berikutnya dilakukan dengan interval 6-7 hari.

Usahakan pada saat pengocoran pupuk kondisi lahan dalam keadaan basah agar pupuk yang diberikan mudah dan lebih cepat terserap.

Demikian ulasan mengenai pemupukan gambas fase generatif meliputi jenis pupuk, dosis pupuk, waktu dan cara aplikasinya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih gambas/oyong, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube IHSAN PETANI MUDA