Musim hujan dengan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kelembaban udara yang tinggi pula. Kondisi seperti ini dapat berakibat pada tanaman aglaonema terserang penyakit layu bakteri.

Dari namanya dapat diketahui bahwa penyakit aglaonema ini disebabkan oleh bakteri. Layu bakteri ditandai dengan daun dan batang yang melunak, berair serta bau yang tak sedap, akan tetapi bagian tanaman lain yang tidak terinfeksi masih tumbuh baik dan segar.

Tanaman aglaonema  merupakan tanaman hias daun, dimana daunnyalah yang merupakan daya tarik tanaman tersebut, lalu apa jadinya jika daunnya membusuk karena terserang bakteri, sangat menjengkelkan tentunya.

Bagi anda yang sudah mahir dalam budidaya aglaonema tentunya tidak panik apalagi khawatir, akan tetapi bagi pemula yang masih minim pengetahuan serta pengalaman pasti akan khawatir dan panik bagaimana mengatasinya. Tindakan yang tidak tepat justru akan memperparah kondisi ini.

Maka dari itu agar tanaman aglaonema dapat tumbuh sehat dan optimal dalam kondisi lingkungan lembab serta terbebas dari busuk daun karena bakteri, pencegahan harus dilakukan sejak dini.

Tindakan pencegahan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Lakukan penyiraman secukupnya, jangan berlebihan.
  • Hindari letak tanaman yang terlalu rapat.
  • Usahakan sirkulasi udara dan drainase berlangsung dengan baik.
  • Hindari kerusakan-kerusakan fisik pada tanaman, seperti luka tergores saat melakukan perawatan, karena tempat yang luka dapat menjadi tempat masuknya bakteri dan jamur.
  • Jika terdapat tanaman yang terinfeksi segera pisahkan dengan tanaman yang lain.
  • Jika menyentuh bagian yang terinfeksi, tangan harus dicuci sebelum memegang tanaman yang lain.
  • Jika akarnya masih sedikit, jangan menggunakan pot yang terlalu besar.
  • Semprot dengan fungisida atau bakterisida secara berkala.

Akan tetapi jika tanaman sudah terlanjur terserang, harus segera dilakukan penanganan, untuk lebih jelasnya berikut ini ulasan mengenai cara Mengatasi Aglaonema Busuk Daun.

  • Segera pangkas daun yang terinfeksi, dan segera buang jauh atau dibakar, karena penyakit ini mudah menular sehingga sangat bahaya bagi tanaman lain. Akan tetapi sebelum memangkas terlebih dahulu sterilkan gunting atau pisau yang akan digunakan untuk memotong.
  • Oleskan fungisida seperti fungisida dengan merek dagang Antracol 70 WP pada bekas potongan daun. Fungisida antracol berupa serbuk, maka dari itu tambahkan sedikit air terlebih dahulu, aduk hingga menjadi pasta agar memudahkan dalam aplikasinya. 
  • Semprot tanaman menggunakan bakterisida seperti bakterisida dengan merek dagang Agrept 20 WP, sedangkan untuk dosisnya sesuaikan dengan dosis yang tertera pada label kemasan. Semprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman mulai dari permukaan daun, bawah daun, batang dan juga permukaan media tanam, lakukan penyemprotan pada tanaman yang terinfeksi dengan interval 4 hari sekali. Semprotkan pula pada tanaman-tanaman aglaonema yang lain untuk pencegahan. 
  • Letakkan tanaman yang telah disemprot bakterisida dibawah naungan paranet yang masih mendapatkan cahaya matahari hingga jam 11 siang. 
  • Jika intensitas hujan masih tinggi, maka untuk mengurangi kelembaban pada tanaman gunakanlah kipas angin pada sore hari dan diarahkan dimana tanaman-tanaman aglaonema diletakkan.

Demikian ulasan mengenai cara Mengatasi Aglaonema Busuk Daun yang disebabkan oleh bakteri, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bakterisida, fungisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi : Channel Youtube Flower Mix Manado