Tanaman hias anthurium biasanya digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor). Umumnya, tanaman ini ditanam di pot sehingga bisa diletakkan di teras atau di dalam rumah. Karena ditanam di pot, maka pemilihan media tanam harus tepat agar anthurium tetap tumbuh optimal.

Sebagaimana tanaman pada umumnya, anthurium membutuhkan media tanam yang subur, lembab akan tetapi tidak sampai basah, dan sangat porous.

Adapun media tanam anthurium yang banyak digunakan dan mudah ditemukan adalah sebagai berikut.

Sekam Mentah Fermentasi

Sekam mentah yang telah melalui proses fermentasi memiliki beberapa perbedaan dengan sekam mentah biasa, yaitu berwarna kecoklatan, lebih lembut dan tidak tajam jika dipegang. Proses fermentasi sekam mentah ini dilakukan selama 1 bulan. Tujuan dilakukannya fermentasi pada sekam mentah sebelum digunakan untuk campuran media tanam anthurium adalah agar tidak merusak perakaran tanaman, karena jika langsung digunakan tanpa fermentasi pembusukan sekam akan terjadi di dalam pot yang menghasilkan suhu tinggi dan akar seperti terpanggang yang berakibat pertumbuhan tanaman menjadi tidak baik.

Kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.

Pakis Kering

Pakis yang digunakan untuk media tanam anthurium adalah pakis kering yang sudah dicacah. Di toko-toko tanaman hias biasanya pakis masih berbentuk panjang (hanya 25-30 persen yang telah tercacah) dan sebelum digunakan harus dipotong-potong, dibersihkan dan dicuci terlebih dahulu.

Keunggulan media batang pakis sebagai media tanam yaitu pada sifat-sifatnya yang mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta bertekstur lunak sehingga mudah ditembus oleh akar tanaman.

Pasir Malang

Pasir malang ini cukup mudah didapatkan di toko-toko tanaman hias. Pasir malang untuk media tanam ini terdapat dua ukuran yaitu kasar dan halus. Media Tanam Pasir Malang terbuat dari lahar atau magma dari gunung berapi dan mendingin secara cepat, dari daerah dataran tinggi atau gunung berapi sekitar Malang.

Pasir ini digunakan sebagai campuran media sehingga lebih porous atau lebih cepat melewatkan air sehingga media tanam tidak mudah becek.

Tanaman hias yang membutuhkan media dengan campuran pasir malang adalah tanaman hias yang membutuhkan media yang porous dan tidak boleh terlalu lembab misalnya Adenium, Kaktus dan tanaman lain yang berasal dari daerah panas dan kering. Jika ditaburkan ke atas media atau sebagai topping media akan kelihatan seperti bernuansa gurun, kering dan bersih.

Pasir malang tidak bisa dipakai sebagai media tanam tanpa dicampur dengan media lain. Komposisi pasir malang dan media lain bervariasi tergantung tanaman hias yang akan ditanam.

Kelebihan pasir malang adalah steril karena berasal dari lahar atau magma gunung berapi. Kelebihan lainnya adalah porous atau dapat meneruskan air dan membuat media cepat kering dan tidak becek, berbeda dengan pasir kali biasa yang ukurannya lembut dan bisa menahan air sehingga jika air berlebih tetap bisa becek. Media pasir malang ini juga membuat media kelihatan lebih bersih dan lebih tidak mudah ditumbuhi lumut atau jamur.

Klenteng

Media tanam klenteng ini adalah media yang dibuat dari biji kapuk (klenteng) dan ranting/batang tanaman kapuk yang telah dilapukkan. Media ini bersifat tidak mudah kering dan sangat menyerap air.

Cocopeat

Cocopeat adalah media tanam yang dibuat dari sabut kelapa kering yang telah melalui proses sedemikian rupa hingga menjadi semacam serbuk.

Penting untuk diingat bahwa cocopeat yang dapat digunakan untuk media tanam adalah cocopeat yang sudah disterilkan dari zat tanin yang terkandung di dalamnya, karena zat tanin tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Cara sederhana untuk menghilangkan zat tanin tersebut adalah dengan mencuci cocopeat. Letakkan cocopeat di atas saringan, alirkan air di atasnya, remas-remas cocopeat hingga air cuciannya jernih, kemudian keringkan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Sebelum digunakan untuk media tanam, basahi terlebih dahulu cocopeat hingga lembab, jangan terlalu basah, yaitu jika dipegang tidak basah akan tetapi dingin/mengandung air.

Demikianlah ulasan mengenai media tanam anthurium, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli tanaman anthurium ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Renat Juanda