Tanaman buah naga akan tumbuh subur jika media tanamnya tidak becek, kaya akan unsur hara, tanahnya berpasir, cukup sinar matahari, dan suhu udara 38-40 derajat celcius.

Tanaman ini akan mulai berbunga pada umur 10 bulan. Tanaman ini memiliki sifat yang rakus akan unsur hara, sehingga apabila tanah mengandung unsur hara yang cukup maka pertumbuhannya akan baik.

Jika tanaman buah naga dibudidayakan di pot perkembangan akar terbatas dan unsur hara yang didapat juga terbatas hanya yang tersedia pada media tanam dalam pot tersebut, sehingga pemberian asupan unsur hara yang seimbang yaitu pemupukan untuk menunjang pertumbuhannya baik itu pertumbuhan vegetatif atau generatif.

Pada kesempatan kali ini KampusTani akan mengulas mengenai Cara Pemupukan Tanaman Buah Naga dalam Pot Agar Rutin Berbuah, berikut ini penjelasan selengkapnya.

Pemupukan tanaman buah naga dalam pot disesuaikan dengan umur tanaman dan fase pertumbuhan tanaman tersebut.

PEMUPUKAN FASE VEGETATIF

Pada awal tanam, berikan pupuk kompos yang dicampur tanah dengan perbandingan 2:1 dan 1 sendok makan pupuk NPK.

Pada umur tanaman 3 s/d 8 bulan pupuk yang diberikan adalah 1 sendok makan pupuk NPK dan 150 gram pupuk kompos dan diberikan setiap 1 bulan.

Pada umur tanaman 9 s/d 12 bulan pupuk yang diberikan adalah 1 sendok makan pupuk NPK dan 200 gram pupuk kompos dan diberikan setiap 1 bulan.

PEMUPUKAN FASE GENERATIF

Pada saat tanaman berumur lebih dari 1 tahun, ini adalah masa dimana tanaman secara umum mulai aktif berproduksi. Pemupukan pada fase ini harus dilakukan berimbang yaitu dengan unsur fosfat (P) dan kalium (K) lebih tinggi daripada nitrogen (N).

Mengenai jenis pupuk yang tinggi jenis unsur hara fosfat dan kalium dapat digunakan pupuk MKP, sedangkan untuk unsur nitrogen dapat menggunakan pupuk CANTIK dengan dosis masing-masing dari kedua pupuk tersebut adalah 1 sendok makan, selain itu berikan juga 200 gram pupuk kompos.

Pupuk-pupuk tersebut diberikan setiap 2 bulan sekali secara selang seling, pada pemupukan bulan pertama digunakan pupuk MKP dan pupuk CANTIK dan untuk kompos diberikan pada bulan berikutnya.

Cara aplikasi pupuk-pupuk tersebut adalah dengan menaburkannya di sekitar area perakaran dengan kondisi tanah yang lembab.

Selain pupuk, air juga dibutuhkan secukupnya untuk melarutkan unsur hara, penyiraman dilakukan setiap 2 hari sekali.

Pemberian pupuk tinggi fosfat dan kalium pada saat tanaman memasuki fase generatif sangat berperan penting dalam meningkatkan produktivitas. Kecukupan 2 unsur hara tersebut dapat merangsang munculnya bunga, mencegah bunga dan buah rontok serta meningkatkan bobot buah dan juga berpengaruh pada citarasa buah yang lebih manis dan tanaman akan berbuah sepanjang tahun.

Demikian ulasan mengenai Cara Pemupukan Tanaman Buah Naga dalam Pot Agar Rutin Berbuah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit tanaman buah naga, pupuk, pestisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Agoes Farming