Waktu penting dalam budidaya jagung manis yaitu dimulai sehari setelah tanam hingga menjelang panen, selama periode itu tanaman harus dirawat secara optimal.

Garis besar pemeliharaan tanaman meliputi penanaman kembali, pengairan , penyiangan, pemupukan susulan dan pengendalian hama penyakit.

PENANAMAN KEMBALI

Penanaman kembali perlu dilakukan pada tanaman yang gagal tumbuh atau mati, penanaman kembali dilakukan secepatnya atau selambat-lambatnya dilakukan 7 hari setelah tanam agar pertumbuhan tanaman keseluruhan menjadi seragam.

PENGAIRAN

Tanaman jagung manis yang mulai beranjak besar butuh cukup air, meski demikian jumlah air yang diberikan tidak boleh berlebih, karena itu proses penyiraman dapat dilakukan secara berkala terutama di musim kemarau.

PENYIANGAN & PEMBUMBUNAN

Periode kritis persaingan tanaman jagung dengan gulma terjadi sejak penanaman sampai 1/3 atau ¼ dari daur hidup tanaman jagung.

Untuk itu lakukan penyiangan atau pencabutan gulma/rumput liar pada 15 hari setelah tanam, kegiatan penyiangan ini dilakukan kembali bersamaan dengan proses pembumbunan yaitu pada waktu proses pemberian pupuk  susulan yang kedua.

Pembumbunan berguna untuk memperkokoh batang, memperbaiki drainase dan mempermudah pengairan.

PEMUPUKAN SUSULAN

Capaian hasil yang optimal pada budidaya jagung manis akan diperoleh salah satunya dengan pemupukan yang berimbang, oleh karena itu dosis dan waktu aplikasi pupuk susulan juga harus tepat diberikan.

Pemupukan susulan terbagi menjadi 2, yaitu pada fase vegetatif atau pada usia 15-20 hari dan fase generatif pada umur 40-45 hari setelah tanam.

Adapun ragam jenis dan dosis pupuk susulan yang dibutuhkan secara lengkap adalah sebagai berikut :

Untuk mempermudah pemupukan dapat juga menggunakan pupuk majemuk NPK dengan dosis 4 gr/tanaman.

PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT

Yang tidak kalah penting dalam perawatan tanaman adalah pengendalian hama dan penyakit.

Jenis hama yang biasa menyerang jagung manis adalah, ulat tanah, ulat daun, ulat tongkol, lalat bibit , penggerek daun, belalang dan penggerek batang.

Sedangkan penyakit utamanya adalah busuk pelepah, hawar daun dan bulai.

Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit sebaiknya dibuat jadwal penyemprotan, volume semprot dan konsentrasi racun disesuaikan dengan anjuran yang tertera pada label kemasan pestisida. Sebelum aplikasi pilih racun insektisida maupun fungisida yang sesuai jasad sasaran.

Demikian juga gulma-gulma yang tumbuh pada parit antar bedengan maupun dalam bedengan mesti dibersihkan karena menjadi sarang hama.

Penggunaan insektisida maupun fungisida sebaiknya tidak terus-terusan menggunakan satu bahan aktif yang sama, tetapi diselang-seling dengan beberapa merek yang bahan aktif maupun cara kerjanya berbeda, hal ini berguna untuk menghindari kekebalan pada jasad sasaran.

Demikian ulasan mengenai cara merawat tanaman jagung manis, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih jagung manis ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube PANAH MERAH TV