Tebu sejak zaman penjajahan sudah menjadi komoditas perkebunan yang strategis hingga saat ini, usaha untuk meningkatkan produksi tebu pun terus dilakukan pemerintah, mulai dari penciptaan bibit tebu unggul hingga sistem budidaya yang efisien dan efektif.

Tebu dapat berproduksi hingga 3 kali dengan sekali penanaman, produktivitas panen pertama hingga terakhir dapat terus dipertahankan dengan cara melakukan perawatan tanaman setelah panen dengan baik dan benar, cara perawatan tanaman setelah panen dikenal dengan rawat ratoon.

Berikut ini kami paparkan tahapan-tahapan cara merawat ratoon tebu.

Rawat ratoon tebu dilakukan setiap habis panen, yang dimulai dengan membersihkan sisa tebangan, mengepras tanaman tebu, pedot oyot atau pemutusan akar, pemupukan dan kletek.

Pembersihan Sisa Tebangan

Setiap selesai panen biasanya akan menyisakan sisa tebangan berupa daun-daun tebu yang kering, daun-daun tersebut harus segera dibersihkan dengan cara dikumpulkan diantara tanaman tebu kemudian dibakar, setelah dibakar maka lahan akan terlihat bersih dan siap untuk dilakukan kepras.

Kepras

Kepras atau memotong batang tebu sisa panen ditujukan agar tanaman tebu yang nanti tumbuh akan seragam tingginya.

Kepras dilakukan 1 minggu setelah panen dengan menggunakan cangkul dan sebaiknya sampai mendekati pangkal rumpun tebu, jika tidak sampai pangkal rumpun tebu, pertumbuhan batangnya cenderung lebih kecil dan berpotensi menurunkan rendemen gulanya.

Pedot Oyot

Pedot oyot atau pemotongan akar disamping tanaman tebu dilakukan maksimal 1 bulan setelah panen untuk meremajakan akar, pedot oyot dapat dilakukan dengan cangkul atau menggunakan bajak sapi, hal yang penting adalah kedalaman pedot oyot minimal 15 cm, agar akar lama putus dan segara tumbuh akar baru sehingga tanaman tebu akan lebih subur.

Lubang pedot oyot ini juga sekaligus digunakan sebagai tempat pemberian pupuk bagi tanaman tebu.

Pemupukan dan Pembumbunan

Pemupukan tanaman tebu dilakukan 2 kali yaitu pada saat pedot oyot dan saat tanaman berumur 3 bulan.

Pemupukan pertama dilakukan pada lubang pedot oyot kemudian ditutup kembali agar pupuk tidak menguap dan terserap dengan baik.

Pada saat pedot oyot juga dilakukan penyulaman tanaman agar populasi tanaman tidak berkurang.

Pemupukan ke 2 dilakukan pada saat tanaman berumur 3 bulan, pada saat pemupukan ke 2 juga dilakukan pembumbunan (penimbunan tanah di pangkal rumpun tanaman) , pembumbunan sebaiknya dilakukan agak tinggi agar tanaman tebu tidak mudah rebah jika terkena angin.

Kletek

Kletek ditujukan untuk membersihkan daun-daun kering dari tanaman tebu, kletek dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada umur 3 bulan dan pada saat sebelum panen.

Rawat ratoon memberikan keuntungan lebih bagi para petani dibandingkan dengan tanam tebu baru diantaranya :

  1.      Menghemat biaya benih, karena petani tidak perlu membeli bibit baru
  2.      Menghemat biaya pengolahan tanah
  3.      Pertumbuhan tunas dari rumpun tebu akan lebih banyak

Rawat ratoon tebu merupakan satu cara budidaya tebu yang efisien pada saat ini, jika tahapan-tahapan yang ada pada rawat ratoon dilakukan secara benar, rawat ratoon tebu terbukti telah mampu meningkatkan pendapatan para petani tebu di Indonesia.

Demikian penjelasan dan tahapan-tahapan cara merawat ratoon tebu, semoga bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pupuk, pestisida dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com