Semua jenis tanaman tak terkecuali padi, membutuhkan pemupukan yang tepat, adapun cara pemupukan padi yang benar adalah sebagai berikut :

Pada tanah dengan kesuburan yang berbeda, tanaman memerlukan jenis dan jumlah pupuk yang berbeda pula.

Begitu juga tanaman dengan umur berbeda, memerlukan jenis dan jumlah pupuk yang berbeda pula.

Tanaman padi adalah jasad hidup, disamping air dan sinar matahari untuk tumbuh sehat dan memberi hasil yang baik tanaman membutuhkan hara yang cukup dari dalam tanah.

Hara untuk tanaman seperti gizi makanan pada manusia.

Hara paling penting yang dibutuhkan tanaman padi adalah Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan belerang (S)

Sumber hara berasal dari tanah, sisa-sisa tanaman sebelumnya dan air irigasi, akan tetapi seringkali itu semua belum cukup, sehingga kita harus memberikan tambahan hara melalui pupuk.

Dalam pemberian pupuk ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu jenis, jumlah dan waktu yang tepat dan juga disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan musim, karena jika tidak sesuai manfaat pupuk tidak maksimal.

Tanaman mirip manusia yaitu bayi, anak-anak, orang dewasa membutuhkan jenis dan jumlah gizi yang berbeda, demikian pula tanaman padi dari tahap bibit, pembentukan anakan dan pembentukan malai memerlukan jenis dan jumlah hara yang berbeda.

Waktu tanaman masih sangat muda sampai berumur 2 minggu, tanaman tumbuh lambat sehingga belum membutuhkan banyak N atau urea, yang paling dibutuhkan pada tahap ini adalah P,K dan S , N juga diperlukan tetapi sedikit saja.

Tetapi semua pupuk P dan K misalnya pupuk SP atau pupuk majemuk sebaiknya diberikan pada saat tanaman masih muda supaya akarnya kuat, ketika mulai membentuk anakan sekitar umur 25 hari tanaman membutuhkan tambahan N atau urea, tetapi ketika musim dimana hasil panen biasanya rendah apakah itu terjadi di musim kemarau ataukah hujan N yang diperlukan juga lebih sedikit.

Jadi N atau urea diperlukan terutama ketika tanaman tumbuh cepat dan hasil panen diperkirakan dapat tinggi.

Tanaman memerlukan N atau urea ketika tanaman mulai membentuk malai, yaitu ketika tanaman berumur 40 hari atau lebih tepatnya 60 hari sebelum panen, ini awal dari pembentukan malai yang nantinya menghasilkan gabah yang akan kita panen. Jika pada tahap pembentukan malai tanaman tidak mendapatkan cukup N malainya akan kurang bagus, artinya hasil panen kurang memuaskan.

Jika pupuk diberikan terlalu awal atau terlalu lambat maka pupuk akan kurang bermanfaat misalnya setelah malai keluar.

Perhatikan pula bahwa kebutuhan pupuk di setiap daerah tidak sama, daerah yang subur memerlukan lebih sedikit pupuk dibandingkan daerah yang kurang subur.

Pupuk organik juga baik untuk diberikan, seperti sisa tanaman dan pupuk kandang mengandung unsur hara penting.

Seperti contoh jerami padi mengandung banyak K, sehingga jika jerami dikembalikan ke sawah pupuk K yang diberikan akan lebih sedikit. Tetapi pupuk organik mengandung sedikit N, jadi pupuk N tetap diperlukan.

INGAT :

  1.      Umur tanaman 2 minggu : pupuk P,K,S dan sedikit N
  2.      Anakan aktif ( sekitar 25 HST ) berikan pupuk N
  3.      60 hari sebelum panen, tambahkan pupuk N

Demikian cara pemupukan padi yang benar, semoga menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pupuk, pestisida dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

 

Artikel Terkait

Pengendalian Hama Padi Menggunakan Light Trap Dalam mengelola usaha tani dibidang padi, mengetahui keberadaan hama dan jenis hama serangga sangat diperlukan, karena usaha penanaman padi akan berja...