Cara Menanam Padi Agar Hasil Maksimal

Hingga saat ini padi masih menjadi komoditas utama yang dibudidayakan petani di Indonesia, budidayanyapun sudah dilakukan sejak puluhan tahun oleh petani kita,namun sayangnya sebagian besar petani kita masih belum mampu memperoleh hasil yang maksimal, hal ini disebabkan banyak petani yang belum melakukan tahapan budidaya tanaman padi yang baik dan sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan badan litbang pertanian.

Tahapan apa saja yang harus dilakukan petani agar budidaya padinya mendapatkan hasil yang maksimal ? Ada 5 tahap yang harus dilakukan dengan benar yaitu mulai penyiapan lahan dan benih, penanaman dengan sistem jajar legowo, pemupukan dan penyiangan padi, pengairan padi secara berkala dan pemanenan padi.

Penyiapan Lahan Dan Benih

Lahan yang akan digunakan untuk menanam padi harus dipersiapkan dengan baik, lahan tersebut harus diolah terlebih dahulu dengan membajak, menggemburkan, pelumpuran hingga perataan agar lahan siap untuk ditanami.

Untuk daerah endemis keong mas disarankan membuat parit di sekeliling lahan agar mencegah keong mas memakan tanaman padi.

Selain lahan yang perlu disiapkan adalah benih padi, benih padi yang dipilih harus disesuaikan dengan agroekosistem lahan dan merupakan benih unggul.

Saat ini telah tersedia berbagai varietas unggul padi, antara lain untuk ditanam di lahan irigasi, untuk lahan kering dan untuk lahan rawa atau lahan pasang surut. Pemilihan jenis varietas ini sangat penting, karena jika benih yang kita pilih tidak sesuai dengan agroekosistem lahan maka hasil yang diperoleh tidak akan maksimal.

Setelah mempersiapkan benih, kemudian semai terlebih dahulu pada lahan yang subur dengan paparan sinar matahari penuh. Lokasi penyemaian sebaiknya tidak dekat dengan lampu penerangan, karena lampu penerangan dapat menarik serangga sehingga dapat mengganggu persemaian.

Sistem Tanam Padi

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi padi adalah bagaimana cara menata tanaman di lapangan, pemilihan sistem tanam padi oleh petani akan berpengaruh pada jumlah populasi tanaman, saat ini sistem tanam padi yang sering dilakukan oleh para petani antara lain sistem tegel dan sistem jajar legowo.

Tanam sistem jajar legowo yaitu cara tanam dengan lorong yang luas atau dikosongkan dan barisan berselang-seling sehingga mampu mengatur populasi tanaman agar jumlahnya optimal.

Pemupukan dan Penyiangan Padi

Pemupukan tanaman padi harus dilakukan dengan cara, waktu, serta jumlah yang tepat, sebelum menentukan jumlah pupuk yang diberikan, petani sebaiknya perlu menganalisis tanahnya untuk mengetahui kebutuhan pupuk NPK serta status haranya.

Analisis tanah secara cepat dan mudah dapat menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS) untuk sawah irigasi, perangkat uji tanah kering (PUTK) dan perangkat uji tanah rawa (PUTR).

Dengan menganalisis tanah, maka pupuk dapat diberikan sesuai rekomendasi yang telah ditentukan agar tidak terjadi pemborosan pupuk atau kekurangan jumlah pupuk.

Untuk rekomendasi pupuk yang tepat, petani dapat mengakses melalui internet kalender tanam terpadu melalui alamat www.katam.litbang.pertanian.go.id atau melalui sms.

Adapun waktu pemberian pupuk adalah sebagai berikut :

  1.      10 HST diberikan pupuk lengkap ( N P K, N diberikan 1/3 dari total )
  2.      28 HST pada saat masa fase anakan maksimum
  3.      Pada saat tanaman padi mulai memasuki fase berbunga ( 43 HST ) dalam rangka mengupayakan kebutuhan makanan untuk mensupport dalam pengisian bulir gabah.

Sebelum dilakukan pemupukan tanaman padi harus dibersihkan dari gulma-gulma yang mengganggu, pembersihan atau penyiangan gulma dilakukan dengan dicabut atau dengan alat gasrok, biasanya gulma mulai tumbuh disekitar tanaman padi pada umur 21 dan 41 hari setelah tanam.

Pengairan Padi Secara Berkala

Pengairan pada tanaman padi harus diatur secara tepat sejak tanam hingga memasuki fase berbunga, pengaturan air ini sangat penting untuk merangsang pertumbuhan akar tanaman padi sekaligus bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit, karena air merupakan media penyebaran penyakit maka saat dilakukan pengeringan penyebaran penyakit dapat diputus.

Pengaturan pemberian air yaitu pada saat tanam lahan dibuat macak-macak, kemudian air dibiarkan sampai kering, sehingga pada saat itu sistem perakaran langsung memegang tanah, setelah itu baru diisi air sampai hampir seluruh permukaan terpenuhi, setelah itu biarkan sampai habis dengan harapan akan merangsang percepatan pertumbuhan tunas anakan, pada saat kondisi tidak ada air akar padi akan semakin dalam mencari air.

Saat tanaman padi sudah memasuki fase berbunga, lakukan pengairan hingga menggenang kira-kira 5 cm, karena padi sangat memerlukan air untuk menyeimbangkan pertumbuhannya.

Pemberian air pada tanaman harus dihentikan pada waktu 10 hari menjelang panen, dengan tujuan agar bulir gabah terbentuk secara serempak.

Pemanenan Padi

Untuk mengurangi kehilangan hasil pada saat panen petani disarankan menggunakan Power Treser untuk merontokkan padi.

Demikian penjelasan dan tahapan mengenai cara menanam padi agar hasil maksimal, semoga bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pestisida, pupuk dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com