Penyemaian benih atau biji merupakan langkah awal dalam budidaya tanaman cabe, karena kegagalan dalam proses persemaian akan berpengaruh pada keberhasilan budidaya.

Benih-benih cabe berkualitas yang menghasilkan buah dengan produksi tinggi dan kualitas baik, saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian, tentunya perlu ada teknik penyemaian yang baik untuk mendapatkan bibit tanaman yang baik pula, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu sebelum ditanam, akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam, karena dapat dipilih benih yang bagus dan seragam saja yang ditanam.

Maka dari itu tahapan proses penyemaian harus dilakukan dengan sebaik mungkin, adapun Cara Menyemai Cabe yang Baik adalah sebagai berikut :

Persiapan Media Semai

Media semai yang baik adalah media yang sehat steril dalam arti bebas dari bibit penyakit maupun hama dan benih gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit tersebut.

Media semai yang digunakan terdiri dari :

Tanah – Tanah yang digunakan sebaiknya tanah kering, gembur dan steril, bebas dari bibit hama penyakit maupun bibit gulma.

Pupuk Organik  ( pupuk kandang/pupuk kompos ) – Pupuk kandang berfungsi untuk menambah kesuburan media semai, pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah matang atau sudah melalui proses fermentasi dan telah diayak agar halus dan mudah dicampur dengan tanah, atau bisa juga menggunakan pupuk kompos.

Pupuk NPK, fungisida dan bakterisida – Penggunaan pupuk NPK fungisida dan bakterisida ini bersifat fleksibel, pupuk di sini hanya sebagai pelengkap apabila dirasa unsur hara yang ada tidak cukup, sedangkan fungisida dan bakterisida berfungsi untuk mencegah bakteri dan jamur  yang menyerang tanaman di persemaian.

Untuk wadah semai benih cabe  juga bermacam-macam, mulai dari  kotak kayu, baskom, talam, dan juga baki atau tray yang sudah ada lubang-lubang dan bermacam ukurannya. Semua itu dapat dijadikan wadah semai, namun tergantung mana yang mudah tersedia. Akan tetapi pada pada kesempatan kali ini akan kita gunakan pot tray /tray semai.

Jika menggunakan tray sebagai wadah semai benih cabe, pilihlah tray yang berukuran sedang, biasanya memiliki ukuran 25 ml dengan ketinggian 4 cm. Setiap lubang tray diisi dengan media semai berupa campuran tanah, pupuk organik, dan NPK (0,25 gram/lubang). Tambahkan pula pupuk organik berupa pupuk kandang atau pupuk kompos .  Perbandingan tanah dan pupuk organik adalah 2:1. Diamkan selama 4-7 hari sebelum penyemaian benih cabe.

Campurkan semua media semai hingga merata dan masukkan ke dalam tray semai.

Selain dapat disemai menggunakan pot tray benih cabe dapat disemai pada  lahan terbuka. Jika media semai benih cabe berupa tanah di lahan, maka dibuat bedengan setinggi 20-30 cm. Sedangkan ukuran luasnya tergantung banyaknya benih cabe yang akan disemai, untuk ukuran luas 1 m x 1 m memerlukan 400 – 500 benih.

Campurkan 3-5 kg pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) setiap meter persegi dan 10 – 15 gram NPK yang sudah dihaluskan. Aduk semua bahan hingga merata dan diamkan selama 4-7 hari sebelum penyemaian benih cabe.

Cara Penyemaian

Agar mendapatkan bibit cabe yang bagus maka sebelum disemai, benih cabe harus diseleksi terlebih dahulu, karena tidak semua benih cabe dapat tumbuh dengan baik. Adapun cara menyeleksinya adalah dengan merendam benih pada air hangat selama kurang lebih 12 jam, benih yang bernas akan tenggelam sedangkan benih yang mengapung menandakan benih yang tidak baik untuk disemai, pisahkan dan buang dan gunakanlah hanya benih yang bernas untuk disemaikan.

Jika benih belum mengandung fungisida dan bakterisida, bisa ditambahkan fungisida ke dalam air rendaman sesuai dosis yang tertera pada label kemasan fungisida dan bakterisida tersebut, tujuannya adalah agar benih terjamin dari bakteri dan jamur.

Selain itu waktu penyemaian juga harus tepat, yaitu sore hari atau saat cuaca tidak sedang panas terik merupakan waktu yang tepat untuk melakukan persemaian.

  1.  Penyemaian di bedengan
  • Siram bedengan menggunakan air secukupnya.
  • Kemudian tebarkan benih cabe secara merata di atas bedengan, akan tetapi jangan terlalu rapat agar akar bibit dapat berkembang dengan baik.
  • Tutup benih dengan menaburkan tanah halus, tipis-tipis saja.
  • Persemaian benih cabe itu ditutup lagi dengan daun atau plastik agar media hangat dan cepat tumbuh.
  • Berikan naungan di atasnya agar tidak terkena hujan dan cahaya matahari langsung.

Benih cabe sudah berkecambah setelah berumur 3 – 4 hari setelah semai. Jika sudah berkecambah, maka penutup ( daun/plastik ) sudah dapat dibuka, namun naungan harus tetap ada untuk melindungi persemaian dari guyuran hujan dan sinar matahari.

Setelah bibit cabe sudah tumbuh daun atau kira-kira sudah berumur 15 hari, naungan sudah dapat dibuka agar persemaian bibit terkena sinar matahari penuh. Lakukan penyiraman setiap hari, terutama pada sore hari, akan tetapi jika cuaca terlalu panas penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

Setelah berumur sekitar 26 hari bibit cabe sudah siap untuk dipindah tanam di lahan terbuka.

  1.  Penyemaian di tray semai
  • Siram media semai pada tray semai secukupnya.
  • Buat lubang tanam seukuran benih cabe, dengan kedalaman 0,5 cm.
  • Masukkan benih cabe ke lubang semai dan tutup dengan tanah halus.
  • Tutup tray yang sudah disemai benih cabe dengan kertas koran atau sejenisnya agar media lebih hangat dan benih cepat berkecambah. Biarkan kertas koran menutupi selama 3-4 hari dan tanpa penyiraman.
  • Tempatkan tray di tempat yang teduh terlindungi dari hujan dan sinar matahari.
  • Benih cabe sudah mulai berkecambah pada hari ke 3 – 4.
  • Siram benih setiap hari pagi dan sore atau tergantung cuaca dan kelembaban media semai.
  • Setelah tumbuh daun atau pada hari ke-15 setelah semai,  benih sudah dapat diperkenalkan dengan sinar matahari langsung dengan cara di letakkan di bawah sinar matahari.
  • Setelah berumur sekitar 26 hari bibit cabe sudah siap untuk dipindah tanam di lahan terbuka.

Demikian ulasan mengenai Cara Menyemai Cabe Yang Baik, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih cabe ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Blog Pupuklahan