Buah semangka telah banyak dibudidayakan oleh petani di berbagai daerah, hal ini didasarkan permintaan pasar akan buah semangka masih tinggi, sehingga semangka merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi yang menjanjikan.

Benih-benih semangka berkualitas yang menghasilkan buah dengan produksi tinggi dan kualitas baik saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian, tentunya perlu ada teknik penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Maka dari itu tahapan proses penyemaian harus dilakukan dengan sebaik mungkin, adapun Cara Menyemai Biji Semangka adalah sebagai berikut :

Persiapan Media Semai

Media semai yang baik adalah media yang sehat steril dalam arti bebas dari bibit penyakit maupun hama dan benih gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit tersebut.

Media semai yang digunakan terdiri dari :

Tanah – Tanah yang digunakan sebaiknya tanah kering, gembur dan steril, bebas dari bibit hama penyakit maupun bibit gulma.

Pupuk Kandang – Pupuk kandang berfungsi untuk menambah kesuburan media semai, pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah matang atau sudah melalui proses fermentasi dan telah diayak agar halus dan mudah dicampur dengan tanah.

Arang Sekam – Arang sekam sangat baik untuk digunakan sebagai media karena mempunyai daya ikat air yang cukup baik dan juga berfungsi untuk menyediakan unsur fosfor dan kalium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Pupuk Sp36 dan Pestisida Furadan  – Penggunaan pupuk Sp36 bersifat fleksibel karena pupuk ini hanya sebagai pelengkap apabila dirasa unsur hara yang ada tidak cukup. Aplikasinya Sp36 akan lebih baik jika dihaluskan terlebih dahulu agar mudah merata di dalam media tersebut.

Sedangkan furadan berfungsi untuk mencegah nematoda akar maupun hama lain yang menyerang tanaman di persemaian.

Selanjutnya campurkan semua media semai dengan perbandingan tanah : pupuk kandang : arang sekam = 1:1:1 dan 50 gram Sp36 dan 25 gram Furadan untuk setiap takaran sekitar 10 kg tanah. Masukkan media ke dalam polybag.

Cara Menyemai

Kulit biji semangka terhitung tebal, maka dari itu perlu dilakukan peretakan biji atau mengurangi ketebalan kulit, dengan cara diamplas atau di potong ujung biji semangka tersebut dengan pemotong kuku. Tujuannya untuk mempermudah perkecambahan biji.

Adapun cara penyemaian benih semangka dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :

  • Cara langsung

Caranya yaitu biji semangka langsung ditanam ke dalam polybag berisi media tanpa ada perlakuan sebelumnya.

Akan tetapi cara ini memiliki kelemahan yaitu pertumbuhannya tidak serempak dan daya tumbuhnya rendah.

  • Cara dikecambahkan terlebih dahulu

Biji semangka direndam terlebih dahulu dengan air hangat selama kurang lebih 5 jam dengan tujuan untuk melunakkan kulit biji semangka tersebut dan merangsang pertumbuhan akar lembaga/akar yang keluar dari benih.

Setelah selesai perendaman, biji semangka diperam dalam kertas atau kain basah dan disimpan pada tempat yang hangat selama kurang lebih 24-36 jam hingga keluar calon akar lembaga, kemudian baru ditanam pada polybag berisi media yang telah dipersiapkan.

Perawatan Persemaian

Agar bibit yang disemai dapat tumbuh baik dan sehat, maka harus dilakukan pemeliharaan bibit,di antaranya adalah :

  1. Lakukan penyiraman saat media terlihat kering. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari.
  2. Berikan perlindungan menggunakab plastik/naungan pada bedeng persemaian, dengan tujuan untuk mencegah serangan hama dan guyuran air hujan yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit.
  3. Penyiangan gulma, baik yang ada di polybag maupun di lingkungan sekitarnya.
  4. Pemberantasan hama dan penyakit juga penting untuk dilakukan untuk mencegah adanya serangan hama maupun penyakit yang dapat merusak bibit.

Pindah Lahan

Bibit siap ditanam pada lahan apabila telah tumbuh normal baik daun maupun akar, dengan ciri-ciri akar telah keluar dari lubang polybag, memiliki daun 2-3 lembar dan batang sudah kaku.

Lahan untuk menanam bibit semangka sebaiknya telah dipersiapkan terlebih dahulu agar bibit tidak terlambat dalam penanaman pada lahan. Karena bibit yang terlambat pindah tanam dapat menyebabkan pertumbuhannya kerdil.

Demikian ulasan mengenai Cara Menyemai Biji Semangka, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih semangka ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Blog Petani-Indo