Ketersediaan bibit merupakan syarat mutlak dalam budidaya tanaman terong ungu, bibit terong diperoleh dari penyemaian benihnya, dan untuk mendapatkan bibit yang baik, selain menggunakan benih yang berkualitas unggul tentunya perlu adanya teknik penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Maka dari itu tahapan proses penyemaian harus dilakukan dengan sebaik mungkin, Adapun penjelasan lengkap mengenai Cara Menyemai Benih Terong Ungu, silakan simak tahapan-tahapannya pada artikel berikut ini.

PERSIAPAN BENIH

Pilihlah benih berkualitas unggul yang mana saat ini sudah tersedia benih-benih terong ungu berkualitas unggul dengan berbagai merek dagang. Benih unggul dipilih karena memiliki daya tumbuh yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap serangan hama serta penyakit.

Benih-benih terong berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian seperti SentraTani.com.

Setelah benih siap, proses persemaian benih dimulai dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 10-15 menit. Seleksi benih dan buang benih yang mengapung dan hanya gunakanlah benih yang tenggelam atau bernas.

PERSIAPAN MEDIA SEMAI

Siapkan media persemaian dengan komposisi tanah, arang sekam dan kompos/pupuk kandang yang telah matang atau telah melalui proses fermentasi dengan perbandingan 1:1:1, campurkan semua bahan hingga merata dan masukkan ke dalam wadah persemaian berupa polybag, baki semai atau pot tray.

PENABURAN BENIH

Taburkan atau susun benih di atas media persemaian, berikan jarak 1 cm antara satu benih dengan lainnya, agar nantinya saat tumbuh tidak berhimpitan dan berlilitan akarnya satu sama lain. Atau jika menggunakan tray semai, masukkan 1 benih pada setiap lubangnya. Tutup persemaian benih menggunakan media semai yang sama tetapi tipis saja.

Siram persemaian menggunakan air, penyiraman berikutnya minimal 1 hari sekali yaitu pada sore hari, penyiraman dilakukan dengan hati-hati atau cukup menggunakan semprotan atau cukup percikkan air saja agar tidak merusak susunan benih.

PENYAPIHAN BIBIT

Setelah persemaian berumur sekitar 2 minggu setelah semai, biasanya sudah tumbuh setinggi 5 cm. Pada usia ini pindahkan bibit pada polybag kecil atau pot yang telah diisi dengan media yang sama agar pertumbuhannya dapat lebih optimal atau biasa disebut dengan penyapihan.

Siram bibit setiap hari yaitu pada sore hari, dan akan lebih baik jika penyiraman dilakukan juga  pada pagi hari.

Bibit terong hasil persemaian sudah siap dipindah tanam pada lahan atau polybag yang lebih besar pada usia 1-1,5 bulan setelah semai atau telah memiliki minimal 4 helai daun.

Demikian ulasan mengenai cara menyemai benih terong ungu, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih terong ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.